• Home

Sarung (?) Flashdisk

dun~ dun~ dun~

Dibuat sambil mengajari crocheting ke beberapa anak kosan dan seorang teman kampus yang tiba-tiba berminat belajar beginian. Lebih mudah kalau sambil dicontohin soalnya. Dan ternyata ukuran rajutan yang saya buat sambil ngajarin itu pas sama ukuran flashdisk. (okok)

Broken Hearted

how could you…

Yeah, yeah, Google, I know.

You don’t need to break my heart all over again by reminding me.

Absen Bulan Juni

Absen bulan ini adalah~ *tebar2 bunga*

narumi-kun kyaaa~

Cerita ini berawal di suatu malam, ketika saya seharusnya mengerjakan skripsi, iya tau, udah jangan dibahas dimana saya tiba-tiba menemukan tutorial line art dengan Paint Tool SAI untuk mouse user di DA.

Selama ini saya biasanya menggambar line art di Corel Draw dengan Bezier Tool. Dan biarpun saya punya SAI sudah cukup lama, kegunannya cuma sebatas coloring. Itu pun jarang, karena saya lebih terbiasa coloring menggunakan Photoshop. Buat pengguna digitizer mungkin nggak masalah ya, line art bisa dibuat dengan software apapun. Tapi buat mouse user kayak saya, (yang sampai sekarang masih membuka sumbangan digitizer ngomong-ngomong #heh) pilihannya terbatas. Photoshop itu nggak mungkin banget. Dan saya pikir SAI juga sejenis.

Sampai~

ya sampai saya nemu tutorial itu. (haha)

SAI ternyata punya mode layer yang disebut Linework untuk line art, dimana tool yang disediakan di mode itu memang khusus untuk membuat line art.

Linework Layer

Tool yang penting buat mouse user adalalah Curve Tool. Setelah mencoba menggambar line art dengan Curve Tool-nya SAI, ternyata saya lebih nyaman pakai ini dibanding Corel Draw. Kerasanya lebih mudah dan lebih “ringan” di tangan.

Curve Tool

Tool sisanya itu biasanya untuk edit line art yang sudah digambar. Edit fungsinya sama seperti ketika kita ngedit curve di Corel. Weight buat merubah ukuran garis. Color buat merubah warna garis. Pressure, ini lumayan sering dipakai juga, buat mengatur tekanan garis yang dibuat. Jadi kita bisa bikin garis yang kita buat menipis di beberapa bagian dan lebih tebal di bagian lainnya.

Kalau untuk coloring sendiri, base coloring saya masih nggak ada masalah di SAI. Cuma satu hal yang memang bikin saya dari dulu tetap lebih sering menggunakan Photoshop itu karena di SAI nggak ada Smudge Tool. Padahal saya menggantungkan hidup pada Smudge Tool buat shading. (okok)

Dari hasil googling sih memang SAI nggak punya Smudge Tool, dan beberapa orang bilang Blur Tool dengan setting sekian sekian bisa punya efek yang sama seperti Smudge Tool. Tapi masih beda ah efeknya ternyata. (pouty) Cuma berhubung lagi kepengen mencoba bikin satu gambar full dengan SAI akhirnya saya tetep coloring di SAI. Kombinasi random antara Blur Tool dan warna-warna. (okok)

Jangan Kepo, Nanti Mupeng

Kapan hari ada kabar kalau Nayasa akan menikah. Dan kemudian hebohlah followers-nya.

Hebohnya tentu berujung pada kepo. Dari mulai kepo “kapan” sampai “sama siapa” sampai “gimana ceritanya“. Maka berhati-hatilah kawan. Orang-orang bilang jangan kepo, soalnya nanti sakit hati. Kalau ini mah… jangan kepo, nanti mupeng. (rofl)

A: Mupeng.

A: Hasyem tenans.

B: Ayo pergi ke Mars.

B: :))

A: Sumpah kamprettttttts!

A: Ke Pluto aja yuk jauhan.

A: *langsung istighfar*

A: Puasa puasa besok puasa. :))

A: Biar gak mupeng lagi bhahahahahaha.

Kesimpulan dari percakapan Whatsapp absurd di atas yang tentu saja telah disensor halah adalah… wahai orang-orang yang kemaren kepo. Besok-besok puasa aja yuk. (rofl)

Misi Gagal

Tahun 2012 lalu saya pernah menulis tentang niatan menaikkan berat badan gara-gara naiknya persyaratan donor darah menjadi 47 kg. Enam bulan setelahnya, misi penambahan berat itu belum berhasil. Jangankan naik, yang ada berat badan malah turun di bawah persyaratan donor sebelumnya.

Mbak-mbak di UDD pasti bakal menolak saya lagi. (lonely)

PS. Tama, Tama, kita gak cacingan kan ya? Makan melulu kok berat badan ga nyampe2. (rofl)