Kematian Itu Dekat… Sangat Dekat…

Hari itu seusai asistensi riset, salah seorang teman saya menerima telepon dari keluarganya yang meminta dia langsung ke Batu, beberapa saat kemudian ibunya juga menelepon sambil menangis dan langsung menyuruhnya ke Batu juga. Semuanya tidak bilang ada apa, hanya saja dari suasananya, tentunya bukan berita baik.

Ternyata Pakdenya yang tinggal di Batu telah berpulang siang itu. Ketika mendengar cerita saat terakhirnya, rasanya justru saya yang mau menangis, dan hanya satu kata yang bisa terucap, “subhanallah….(worship)

Hari itu hari Jum’at, dan beliau sedang berpuasa. Seperti biasa beliau datang ke masjid untuk shalat Jum’at, dan baru saja melaksanakan shalat sunah masjid. Tiba-tiba saat beliau sudah bangun dari ruku’ dan akan sujud, tubuhnya terguling ke samping. Kebetulan di daerah itu ada satu rumah yang sedang melaksanakan pernikahan. Begitu takmir masjid mengumumkan meninggalnya beliau, dan bagaimana ceritanya, hampir semua orang di acara itu mengucapkan kata yang sama seperti saya, dan berbondong-bondong datang melayat.

Ah, saya seperti diingatkan. Bahwa kematian itu memang adalah hal yang paling dekat dengan kita. Dekat karena kita tidak pernah tahu saat maut bergerilya menghampiri.

Tua. Muda. Sehat. Sakit. Semua tidak ada yang luput dari maut.

Tidak ada yang tahu apakah satu bulan lagi saya masih akan bisa menulis di sini, atau satu minggu lagi saya masih bisa ikut semester baru perkuliahan, atau apakah satu jam lagi saya masih diberi sisa napas (pouty) .

Lalu apa yang sudah saya siapkan? Bagaimana nanti saya mati? Apa saya akan mati dengan cara mulia seperti Pakdenya teman saya tadi, atau mati terhina di saat saya lupa kepada Sang Pemberi Hidup? ;-(

Jadi teringat tret plurk-nya Rukia^^ kemaren.

Life is like a cafetaria…

Kamu memilih makanan yang kamu suka. Di akhir nanti, kamu harus membayar apa yang telah kamu pilih. Bedanya adalah, di kafetaria ini tidak ada yang akan membayar untuk kamu. Masing-masing orang harus membayar makanan yang dipilihnya kepada Sang Pemilik Kafetaria itu sendiri.

This entry was posted in Friends, Society

16 Responses



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge