9 Matahari

2008_12_12_02_29_18_Untitled-1

Judul Buku

9 Matahari

Pengarang

Adenita

Penerbit

Grasindo

Halaman

352

Harga

Rp 54.000,00

Pernah menghitung uang kuliah dari awal kuliah sampai lulus? Punya buku khusus pengeluaran selama kuliah? Atau, barangkali ada orangtua yang punya?

Menjadi sarjana. Hanya itu yang ada di benak Matari. Baginya, pendidikan adalah kebutuhan yang penting, yang merupakan satu-satunya cara untuk membawa kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya. Ia akan membuktikan, kepada keluarganya dan terutama bapaknya yang sangat apatis terhadap impiannya, bahwa ia akan menjadi sarjana, sesulit apapun itu.

Namun ternyata memang sulit.

Bahkan untuk uang masuk kuliah saja Matari harus berhutang. Hutang yang lama-lama terus menumpuk dengan SPP dan biaya operasional yang ternyata lebih besar dibandingkan biaya administrasi perkuliahan itu sendiri. Gali lubang, tutup lubang, begitu seterusnya. Sampai bahkan lubang-lubang itu tidak sanggup lagi ditutup. Begitu banyak. Mencapai angka tujuh dengan tujuh pula nol dibelakangnya.

Membaca buku seperti ini, yang menurut saya hampir sejenis dengan tetralogi Laskar Pelangi, terkadang membuat saya malu. Malu kalau saya yang tinggal kuliah dengan benar saja tidak memanfaatkan kesempatan itu dengan baik.

Tapi seperti yang pernah saya dengar di talkshow pameran buku (dimana saya membeli buku ini :-D ), nggak ada gunanya kalo efek dari buku itu cuma berlaku saat kita membacanya, atau dua, tiga jam setelahnya. Kayak kalo kita baca buku motivasi dan merasa:

“Iya, harusnya aku kayak gini.”

Tapi ya udah, setelah itu nggak ngapa-ngapain, tetep aja nggak ada yang berubah dalam kehidupan nyatanya.

Yee.. itu mah sama aja bo’ong kan. (doh)

Terus saya… memangnya ada yang berubah dari saya setelah membaca buku itu…. Err… entahlah…. (angel)

Biasanya saya suka moody gitu. Kalo lagi mood ya semangat itu belajarnya. Kalo lagi nggak, buka komputer cuma buat maen game doang, itu folder tugas nggak disentuh. Eh, giliran udah mepet baru deh ribut. Tapi herannya saya kayaknya malah lancar ngerjain tugasnya kalo udah mepet (doh) . Jadi, itu kebiasaan baik atau buruk, ya? (haha)

gambar: kickandy.com

This entry was posted in Novel

22 Responses



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge