Seorang sahabat tiba-tiba saja mengirim sms kepada saya:
Kenapa ya, sampai sekarang aku masih merasa gak pantas untuk dianggap berharga dan diperlakukan dengan begitu istimewa?
Lalu saya balas:
Memangnya kenapa harus nggak pantas?
Akhirnya saya malah diomeli karena balik tanya
.
Dia hanya tidak percaya, bahwa setelah tiga tahun ada seseorang yang katanya nggak bisa ngelupain dia dan masih menganggap dia begitu berharga, bahkan setelah begitu jarang bertemu.
Saya tidak tahu masalah benar tidaknya apa yang dibilang si “seseorang” itu, apalagi dengan kadar kepercayaan saya kepada si “seseorang” yang sudah menipis sekali
. Mengabaikan ketidaksenangan sepihak saya, mari kita anggap kali ini “seseorang” itu sedang jujur.
Lalu kenapa sahabat saya ini merasa tidak pantas, untuk diperlakukan seperti itu? Jawabannya juga tidak tahu, mungkin karena sesuatu yang disebut krisis PD katanya.
Saya jadinya malah bercerita tentang sesuatu yang pernah saya baca di blog-nya Om Eru.
Kasi lembar A4 untuk dirimu menulis kelebihanmu, dan kamu bakalan berakhir dengan satu atau dua baris. Kasi lembar itu sama orang lain, dan mereka akan berakhir dengan “Can I get more paper please?”
![]()
Kadang-kadang ada saatnya kita kurang bisa menghargai diri sendiri, selalu merasa kurang, kurang, dan kurang. Memang bagus, sih. Tandanya kita masih mau mengevaluasi diri untuk menjadi lebih baik. Tapi masa sih ga ada kelebihannya sama sekali?
Mungkin di saat seperti itulah kita butuh orang lain, yang ngeliat kita dari luar, bukan dari sudut pandang kita, untuk bisa ngasih tau apa yang baik dari kita, apa yang jelek dari kita.
Kadang-kadang orang lain bisa ngeliat sesuatu di diri kita yang kita sendiri kesulitan ngeliatnya. Seperti halnya hidung. Tanpa cermin mana kita tahu bentuk pasti hidung kita seperti apa?
Ada yang masih mengingatmu setelah tiga tahun. Ada yang masih menganggapmu sahabatnya setelah enam tahun. Ada yang masih menganggapmu sahabatnya setelah delapan tahun. Dan saya yakin masih banyak yang lainnya, dengan alasan mereka masing-masing juga.
Doesn’t it means that you’re really worth it?
Ah, iya, lupa. Dan akan ada yang menemukan alasan untuk ada di sisi kamu selamanya
.
OM?!
Nambahin ya Fay,
Ga enak nyebut Fay.. Fye deh wkwkw
Yup, punya sahabat bertahun-tahun dan mereka masi menyebut sahabat pada dirimu. Coba bayangin.. a complete stranger yang ga ada blood-relation at all… bisa nyebut kamu sahabat, bukankah itu sebuah privilege dan punya arti sendiri
Still Need another proof?
.-= Eru´s last blog ..Not So Vacation =-.
Iya, OM
Bisa punya orang yang disebut “sahabat”, dan dipanggil “sahabat” juga sama orang itu, rasanya bersyukur sekali
I don’t know what to say …
Gak nyangka aja, curhatan gw malah jadi inspirasi lue bwt ngepost ni tulisan di blog PRIBADI loe.
Selamat, buat blognya …!
Yg di wordpress uda resmi dicerai tueh?
HeE …
Makasih banyak buat semua nasihat dan masukannya, ya, Ukh!
.-= Tyas´s last blog ..Web Design Guide for Small Businesses =-.
Aku tau, pasti ada yg bisa menyejukkan di saat kita merasa gersang. Kali ini, embunnya dateng dr kamu.
Semoga masih akan selalu begitu.
disimpan supaya cuma aku yang bisa buka, Yas
Amiin…
Btw, kayaknya salah naro alamat blogmu deh, harusnya kan “bleumariposa” bukan “bluemariposa” Neng?
wauh, dibutuhin orang lain buat tau siapa kita sebenernya.
oke, bisa diterima.