Monthly Archives: December 2009

Moving!

Selamat tinggal televisi baru (bye) . Telinga saya nggak akan lagi pagi-pagi harus dicemari dengan berita pernikahan Dude Herlino yang ternyata cuma episode terakhir Cinta dan Anugerah.

Selamat tinggal televisi baru (bye) .  Saya nggak perlu lagi menyabar-nyabarkan diri dari dalam kamar ketika penontonmu menjerit-jerit melihatmu dan pikiran saya yang lagi bikin tugas pemrograman jadi buyar tercecer ke kolong-kolong kasur.

Selamat tinggal televisi baru (bye) . Sayang juga saya nggak akan lagi bisa mendengar gosip paling hot yang sedang beredar di kosan kalau kamu sedang menyiarkan iklan.

Dan selamat tinggal juga wahai kamarku yang miskin sinyal (bye) . Saya pergi dan nggak akan kembali lagi.

Oh, tak lupa kepada spot paling pewe di bawah tangga, selamat tinggal cinta (bye) . Terima kasih telah memberi pencerahan kepada pencari sinyal ini.

*lambai2 sapu tangan*

Cut! Cut! Cut!

December 23rd This Year

Even when my life span is originally shortening, somehow I feel great:)

Bahkan ketika di hari yang seharusnya menjadi hari terakhir kuliah itu malah ada kuis Sistem Operasi yang bukunya bisa dijadiin bantal terus diilerin, atau harus rapat dengan pikiran terbelah dua karena satu jam lagi kuis dimulai.

Somehow I still feel really great:)

Really… Really… Great…

Wedding Gift

Kraft Gift Boxes

Ketika kelulusan SMA, di saat semua orang sibuk dengan universitas pilihan masing-masing, atau memilih untuk langsung bekerja, salah satu teman saya memutuskan untuk menikah. Ya, menikah. Menikah yang itu, yang kalau di film-film drama sering ada adegan pacar dari si cewek menghentikan pernikahan di tengah jalan terus membawa kabur cewek itu. (entah film yang mana  ini? (thinking) )

Ada banyak momen lain tentang pernikahan, walaupun tentu saja saya hanya sekedar menjadi penonton, pagar ayu, atau tukang makan belaka :-D . Entah itu pernikahan saudara saya, guru saya, tetangga saya, atau sekedar menemani Ummi ke pernikahan kenalannya. Hanya saja ada yang berbeda dengan satu minggu yang lalu.

Bukan, bukan karena yang menikah satu minggu yang lalu itu saya, kok…

Kalau Mesin Bisa Lapar

Kartu ATM itu seperti oase di padang pasir, seperti hujan di tengah musim kering. Lebay? Ember. Ha ha ha :-D .

Tapi setidaknya itulah yang saya rasakan ketika si kartu keramat itu ditelan dengan semena-mena oleh mesin ATM yang lapar, padahal kondisi kantong sendiri sedang kanker. What a perfect combination. (idiot)

Semua ini gara-gara mesin ATM itu nggak pernah dikasih makan! (idiot)

tentang ATM ituh, yang kelaperan berat kayaknya…