Monthly Archives: February 2010

Apa Saya yang Mulai Lupa?

Ketika berada di masa-masa pemberontakan –bukan pemberontakan G 30 S/PKI tentu saja :-p , saya sering mengomel, ngedumel, marah-marah, uring-uringan, atau apapun namanya itu, tentang betapa orang dewasa tidak bisa mengerti saya. Faktornya banyak saya rasa, eksternal, internal, dan satu hal yang jelas yaitu kekeraskepalaan saya.

Saya berada cukup lama di fase seperti itu, sepertinya sejak akhir SD sampai lulus SMP.

those three years…

The Happening

the happening poster

Producer

M. Night Shyamalan

Starring

Mark Walhberg, Zooey Deschanel, John Leguizamo, Ashlyn Sanchez

it’s the plants…

Manusia punya naluri untuk mempertahankan diri, mempertahankan hidupnya. Bahkan ketika dalam kondisi terhipnotis, kalau disuruh bunuh diri akan ada penolakan. Tapi di suatu hari yang tenang di Central Park, New York City, satu persatu orang mulai bunuh diri. Awalnya orang-orang mengira ini adalah serangan teroris dengan senjata kimia, tapi kejadiannya meluas sepanjang pantai timur Amerika, dari kota besar hingga ke kota-kota kecil.

Kejadiannya berlangsung sekitar satu hari penuh sebelum berakhir secara tiba-tiba tanpa disangka. Di akhir cerita diperlihatkan tayangan di televisi bahwa kejadian itu disebabkan tumbuhan yang melepaskan zat kimia ke udara, dan seorang pakar bilang kalau itu terjadi karena manusia sudah menjadi ancaman buat alam, sehingga alam berusaha mempertahankan diri.

maybe that’s what happen when the earth tired of us, human, you know…

Separuh Jiwaku Pergi

Dulu sekali, sewaktu masih di blog yang lama, saya pernah cerita tentang satu kegiatan rutin yang sepertinya sudah jadi kebutuhan primer. Main komputer, begitu saya menyebutnya, bahkan sampai sekarang. :-D Rasanya ada yang kurang kalau satu hari saja nggak nyalain benda itu, walaupun nggak ada hal khusus yang mau dikerjain, dan saya berakhir bengong di depannya, membuka-buka susunan folder-folder yang sama rapinya seperti kamar saya.

Eh, jangan salah, kamar saya rapi, kok. *diguyur air keras*

Tapi bener, folder-folder saya memang tersusun, sampai mungkin terlalu rapi karena teman-teman saya cuma bisa geleng-geleng kepala melihatnya. Misalnya untuk lagu dan gambar, isinya akan disusun berdasarkan kelompok penyanyi, lalu dikelompokkan lagi menurut abjad.  Prefeksionis? Err… memang. :-D

Sewaktu masih pakai PC di rumah saja sudah begitu, apalagi ketika kuliah dan ada laptop sendiri -yang saya kasih nama Stellar itu. Sewaktu awal-awal saya sibuk sendiri menentukan susunan isi-isinya, yang mana ditaruh dimana. (haha)

Pokoknya sejak ngekos itu laptop udah nempel terus. Biar kata ke kampus mesti bawa ransel berat tiap hari juga dibawa aja, biar bisa ngopi dorama dari temen kalau dosen nggak masuk ada yang dikerjain. Yah kecuali kalau  perginya cuma sebentar atau saya harus ke hutan kayak waktu ospek dulu atau ke tempat yang membahayakan keselamatan si Stellar sendiri. (tongue)

Kasian juga sih sebenernya, Stellar sering dipaksa kerja rodi di waktu-waktu tertentu. Kalau saya lagi banyak tugas, dia ga mati sehari semalaman. Kalau saya lagi senggang, dia ga mati sehari semalaman, soalnya dipake main game,  atau nonton anime sama dorama. (headspin)

Err.. sepertinya itu jadinya bukan di waktu-waktu tertentu, tapi setiap waktu yah…. *plak*

Intinyaaaaaaa… SAYA KETERGANTUNGAN SAMA STELLAAAAAAAAAAR……..

*jambak-jambak kerudung*

*diseret perawat dan dimasukin ke psych ward*

*sesenggukan di pojok kamar*

*dokter pake baju putih-putih mencurigakan bikin konferensi pers*

Dokter: “Ehm… ehm…”

*ketokin mic*

Dokter: “Jadi saudara Faye sedang menderita gangguan jiwa yang diduga karena ketergantungannya dengan laptopnya yang dia beri nama Stellar. Kondisi terakhir saya lihat dia sedang meratapi nasib sambil membayangkan Stellar dipreteli sama tukang servis. Sekian dan terima kasih.”

Plok… plok… plok…

*dokter turun panggung*


Apa daya, maksud hati mau dibenerin waktu saya pulang liburan kemarin sementara saya bisa pake PC rumah. Tapi ternyata di sana malah nggak ada yang bisa benerin -atau saya yang nggak tau dimana tempatnya (annoyed) . Tsk. Terpaksa saya nganggur di kosan sekarang…. (lonely)

The Butterfly Effect

butterfly effect poster

Director

Eric Bress, J. Mackye Grubber

Starring

Ashton Kutcher, Amy Smart, Melora Walters, Elden Henson, Cameron Bright, Jesse James

Genre

Psychological Thriller

It has been said that something as small as the flutter of a butterfly’s wing can ultimately cause a typhoon halfway around the world.

- Chaos Theory -

Kadang suka terpikir, pengen balik ke masa lalu. Nggak usah yang serius-serius amat, yang sederhana juga biasanya ada. Misalnya kalau pergi ke kampus pagi-pagi dan sesampainya di sana lupa bawa payung. Eh, ternyata siangnya hujan. (doh) Kepikir deh, tuh, kalo harusnya tadi ngambil payung dulu. Kalo yang serius mungkin lebih banyak, yang pengen memperbaiki kesalahan, yang pengen mencegah hal-hal ga enak terjadi.

Tapi mungkin seperti teori butterfly effect, perubahan yang kecil bisa membuat efek besar yang nggak disangka-sangka.

I don’t remember…

why am I here?

Meet Ucrit

Kucing saya yang pertama, namanya Resha, hasil nyomot di rumah temen, dibawa pulang ke rumah pake kantong plastik, dan kepalanya nongol-nongol horror dari kantong plastik itu selama perjalanan pulang naik motor. (whistle) Kenapa namanya Resha? Soalnya waktu itu lagi zamannya Rave. Tapi toh dia berakhir dipanggil Echa, dan seperti halnya kebiasaan buruk saya untuk memanggil semua kucing dengan awalan Unyeng, akhirnya dia selau dipanggil Unyeng Echa. (haha)

Berhubung si Unyeng Echa ini betina, jadi otomatis dia sering banget pulang-pulang perutnya udah gendut, tanda ada kucing-kucing kecil di dalam sana. Tapi semuanya mati, dan yang bertahan cuma satu, si kucing kedua.

Kucing kedua namanya Naruto, satu-satunya yang masih bertahan hidup setelah dua saudaranya yang lain, Sasuke dan Sakura mati. Kata dokternya sih gara-gara gigit kodok sembarangan. :-(

Terus si Unyeng Echa melahirkan lagi untuk yang entah keberapa kalinya. Kali ini anaknya tiga juga. Berhubung waktu yang terakhir ini saya udah ada di Malang, saya taunya lewat sms.

SMS dari Ummi kira-kira gini:

Si Unyeng sudah melahirkan lagi, anaknya tiga, namanya Nurdin, Zuhri, sama Munawaroh.

kenapa namanya begituh???