
Director
Eric Bress, J. Mackye Grubber
Starring
Ashton Kutcher, Amy Smart, Melora Walters, Elden Henson, Cameron Bright, Jesse James
Genre
Psychological Thriller
It has been said that something as small as the flutter of a butterfly’s wing can ultimately cause a typhoon halfway around the world.
- Chaos Theory -
Kadang suka terpikir, pengen balik ke masa lalu. Nggak usah yang serius-serius amat, yang sederhana juga biasanya ada. Misalnya kalau pergi ke kampus pagi-pagi dan sesampainya di sana lupa bawa payung. Eh, ternyata siangnya hujan.
Kepikir deh, tuh, kalo harusnya tadi ngambil payung dulu. Kalo yang serius mungkin lebih banyak, yang pengen memperbaiki kesalahan, yang pengen mencegah hal-hal ga enak terjadi.
Tapi mungkin seperti teori butterfly effect, perubahan yang kecil bisa membuat efek besar yang nggak disangka-sangka.
I don’t remember…
Evan Treborn sering kehilangan ingatan secara mendadak sewaktu kecilnya. Dia nggak ingat pernah menggambar adegan pembunuhan ketika seharusnya disuruh menggambar profesi yang diinginkan, dia nggak ingat kenapa dia bisa bawa-bawa pisau besar di dapur, dia nggak ingat kenapa ayahnya yang ada di rumah sakit jiwa tiba-tiba mencekik dia, dan dia nggak ingat apa yang terjadi ketika ayahnya Kayleigh, temannya, membuat film di ruang bawah tanah yang mengharuskan dia dan Kayleigh melepas semua bajunya.
Setelah kejadian peledakan dinamit yang ditaruh di kotak pos rumah seseorang -yang Evan sendiri nggak bisa mengingatnya, salah seorang temannya, Lenny, masuk rumah sakit karena shock, dan berita di televisi memberitahu kalau dinamitnya benar-benar meledak dan menewaskan orang. Tapi Evan nggak pernah tahu hal ini. Dia terus lupa sama hal-hal yang terjadi. Setelah kejadian anjingnya yang dibakar oleh Tommy, kakak Kayleigh yang sosiopat -yang lagi-lagi Evan nggak ingat apa yang terjadi, dia dan ibunya pindah ke kota lain. Tujuh tahun kemudian dia menjadi mahasiswa yang berprestasi dan nggak pernah mengalami hilang ingatan lagi.
Sejak pertama kali Evan sering hilang ingatan, dia disuruh menulis jurnal oleh dokternya. Suatu hari gadis yang dibawa Evan ke kamarnya menemukan jurnal itu dan minta dibacakan. Tapi ketika sedang membacanya tiba-tiba saja Evan seperti trans dan masuk ke masa lalu, tepatnya di kejadian menjelang peledakan dinamit.
Evan yang sama sekali tidak bisa mengingat apa yang terjadi waktu itu kemudian mendatangi Lenny di kotanya yang dulu, tapi Lenny tidak mau bicara dan malah marah. Evan pun menemui Kayleigh, bertanya tentang kejadian peledakan dinamit dan kejadian pembuatan film di ruang bawah tanah. Reaksi Kayleigh sama seperti Lenny, marah. Keesokan harinya dia mendapat telepon ancaman dari Tommy karena Kayleigh bunuh diri setelah bertemu Evan.
Malam itu Evan membaca lagi jurnalnya, bagian ketika dia, Kayleigh, dan ayahnya Kayleigh di ruang bawah tanah. Evan trans lagi dan kembali ke masa lalu. Di sana ia memarahi ayahnya Kayleigh yang ternyata pedofilia. Ketika terbangun, Evan menemukan dirinya bukan lagi di kamar asramanya, melainkan di rumah sorority bersama Kayleigh. Apa yang ia perbuat ketika kembali ke masa lalu mengubah masa depannya dan orang-orang di sekitarnya.
Awalnya memang terlihat baik-baik saja. Evan dengan Kayleigh, pasangan murid populer. Namun ternyata Tommy masuk ke penjara anak-anak dan baru dibebaskan. Ketika bebas ia langsung mencari Evan dan marah mengetahui Evan bersama adiknya. Saat diserang oleh Tommy, Evan kalap karena ingat bahwa Tommy yang dulu pernah membakar anjingnya. Ia membunuh Tommy, dan dimasukkan ke penjara.
If anyone finds this, it means my plan didn’t work and I’m already dead. But if I can somehow go back to the beginning of all of this, I might be able to save her.
Setelah berada di penjara, Evan berhasil mendapatkan jurnalnya lagi dan kembali mengubah masa lalunya. Ia berusaha menemukan masa depan yang terbaik bagi dirinya dan orang-orang di sekelilingnya. Tapi berkali-kali ia mundur dan kembali lagi, selalu saja ada yang salah. Tommy yang malah dibunuh oleh Lenny, Kayleigh yang menjadi pelacur, ibunya yang sakit paru-paru, Lenny yang masuk rumah sakit jiwa, dan bahkan dirinya yang menjalani hidup tanpa tangan dan kaki.
Kejadian-kejadian hilang ingatannya Evan di masa kecil ternyata adalah bagian yang diubah-ubah oleh dirinya di masa depan. Karena itu walaupun sudah dicoba dengan terapi hipnotis dia tetap tidak bisa mengingat apa yang terjadi dan malah mimisan hebat. Di masa depan pun setiap kali habis trans Evan selalu mimisan yang makin lama makin hebat karena berulang kali memasukkan memori-memori berbeda ke otaknya.
Perjalanan mundurnya yang terakhir kali yaitu ketika dia sendiri yang masuk rumah sakit jiwa. Evan memutuskan untuk mengubah masa lalu ketika dia pertama kali bertemu Kayleigh. Ia menakuti Kayleigh agar tidak berteman dengannya, dengan begitu ketika perlakuan ayah Kayleigh mulai menyimpang, Kayleigh dan Tommy akan pergi ke tempat ibunya tanpa terbebani dengan perasaan ingin berada di dekat Evan. Kejadian peledakan dinamit dan pembakaran anjing pun tidak akan pernah terjadi karena mereka tidak pernah saling mengenal.
sumber gambar dari sini
NB: Telat enam tahun? Sudahlah, jangan dibahas.
Tags: butterfly effect, movie, psychological thriller, resensi, the butterfly effect









February 8th, 2010 at 7:17 am
Using
Mozilla Firefox 3.5.7 on
Windows XP
buset ini mah spoiler abis2an, diceritain sampe ending gitu. Untung udah nonton pas jaman kuliah dulu (indeed, ini review yg telat bgt wkwk)
sekuelnya, si butterfly effect 2 kalah jauh ama yg ini
TamaGO´s last blog ..[Majibu] Find The Star & Verbatim Championship 
[Reply]
Faye
Reply:
February 9th, 2010 at 2:33 am
Using
Flock 2.5.6 on
Windows XP
he he, kayaknya saya kalo nulis ginian pasti spoiler semua, sampe detil diceritain, abisnya ini tangan ga mau berenti ngetik sih
[Reply]
February 10th, 2010 at 8:43 am
Using
Mozilla Firefox 2.0.0.20 on
Windows XP
jadi ngantuk bacanya..
panjang banget
helga indra´s last blog ..Update sejenak
[Reply]
Faye
Reply:
February 10th, 2010 at 10:17 pm
Using
Flock 2.5.6 on
Windows XP
itulah
nggak bisa berenti ngetik
[Reply]
February 10th, 2010 at 9:38 am
Using
Mozilla Firefox 3.5.7 on
Windows NT
wew…mpe slsi Q bca x, film keren tu…
pngn liat ah
vivi´s last blog ..Setia atau cari yang lebih baik?
[Reply]
Faye
Reply:
February 10th, 2010 at 10:25 pm
Using
Flock 2.5.6 on
Windows XP
iya, saya juga tumben suka sama film yang rada belibet gini
[Reply]
February 12th, 2010 at 10:07 am
Using
Mozilla Firefox 3.6 on
Windows Vista
suka nonton film begituan ya fe? maksudnya film2 psikologis
[Reply]
Faye
Reply:
February 14th, 2010 at 10:24 pm
Using
Mozilla Firefox 2.0.0.12 on
Windows XP
nggak juga, biasanya kalau nonton film psikologis suka ngantuk di tengah jalan kok
macam Elephant gitu (eh, itu psikologis ga sih?
)
[Reply]
February 13th, 2010 at 12:22 pm
Using
Mozilla Firefox 3.6 on
Windows XP
wuih, sering ilang ingatan gitu, kayak penderita kepribadian ganda….
[Reply]
Faye
Reply:
February 14th, 2010 at 10:24 pm
Using
Mozilla Firefox 2.0.0.12 on
Windows XP
Tokyo Boy?
[Reply]
yak
Reply:
February 21st, 2010 at 5:14 pm
Using
Mozilla Firefox 3.0.10 on
Windows XP
novel..
Billy..
[Reply]
Faye
Reply:
February 21st, 2010 at 8:34 pm
Using
Flock 2.5.6 on
Windows XP
hooo.. iya, saya ingetnya jadi film Tokyo Boy
novel Billy belum pernah baca, padahal pernah ditawarin temen sih
[Reply]
February 17th, 2010 at 1:42 pm
Using
Mozilla Firefox 3.6 on
Windows XP
wow… cerita yg rumit… harus nonton dengan konsentrasi tingkat tinggi ini mah.
ImUmPh´s last blog ..1402210 I’m In Relationship
[Reply]
Faye
Reply:
February 18th, 2010 at 2:32 am
Using
Flock 2.5.6 on
Windows XP
sedikit rumit memang soal dia balik2 itu, tapi kebawa seru nontonnya kok
[Reply]
February 17th, 2010 at 1:43 pm
Using
Mozilla Firefox 3.6 on
Windows XP
iya… Butterfly Effect adalah salah satu film yang sangat berpengaruh bagi jiwa saya

terutama ending yang keren itu… udah sama-sama nggak kenal lagi
ghani arasyid´s last blog ..chapter III: lights will guide you home
[Reply]
Faye
Reply:
February 17th, 2010 at 8:17 pm
Using
Flock 2.5.6 on
Windows XP
yep, dan si Evan memutuskan untuk nggak menyapa, lewat begitu aja
[Reply]