Negeri van Oranje

sampul negeri van oranje

Pengarang

Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, Rizki Pandu Permana

Penerbit

Pustaka Populer

Halaman

478

Frekuensi saya meresensi buku bisa dibilang menurun drastis. Jangankan untuk meresensi, untuk baca novelnya aja nggak sempet (pouty) . Tapi ya itu, entah kenapa godaan paling berat selalu datang setiap kali saya perlu nyari sesuatu ke tempat-tempat macam Gramedia atau TogaMas.

TAHAN HAWA NAFSU! TAHAN! TAHAN!

Padahal mah udah teriak-teriak sendiri dalam hati…

… tapi 80% dari hasilnya selalu gagal. (ninja)

Rupanya saya lebih rela jadi miskin dan harus puasa demi lembaran-lembaran kertas itu, yang entah kapan juga baru bisa sempet saya baca semuanya. Engg… harusnya mah puasa niatnya bukan lagi karena ga punya duit kan, ya? (haha)

Buku yang satu ini dibeli waktu saya lagi khilaf di akhir tahun 2009 kemarin, barengan sama beli agenda yang diceritain di sini, sepulangnya dari resepsi pernikahan temen deket keluarga. Awalnya direkomendasiin sama seorang temen  yang waktu itu lagi kesambet baiknya dan rela nganter-nganterin saya kemana-mana selama di Surabaya. (cozy) Akhirnya saya beli juga karena emang dasar seneng baca novel yang ceritanya tentang kehidupan di luar negeri, atau travelling.

AAGABAAAAAN!!!

Aliansi something something something

panjang, ah nyebutnya (haha)

God works in a very mysterious way. Seperti halnya pertemuan lima orang Indonesia di negeri kincir angin yang berujung persahabatan, akibat terjebak badai di stasiun, dan wangi rokok kretek.

Wicak the Green Warrior, putra Banten yang hobinya nonkrong di perkampungan Badui Luar, aktivis LSM yang menangani kasus pembalakan liar di Kalimantan, hingga harus melarikan diri ke luar negeri dengan dalih kuliah S2. My favourite charachter.(heart_beat) (blush)

Daus Anak Gang Sanip, lulusan Fakultas Hukum yang berakhir menjadi Pegawai Departemen Agama karena engkong yang nggak merestui karir hukum dan demi mengikuti seorang cewek. Ini karakter paling lucu dan paling bikin ngakak, walaupun entah kenapa juga karakter yang paling nggak saya suka. (haha) Maksudnya untuk mencoba segala hal “terlarang” mumpung di luar negeri selalu gagal, mungkin berkat do’a sapu jagat dari engkongnya semasa hidup. (haha)

Lintang, satu-satunya wanita di antara para lelaki gersang di negeri orang. (haha) Nggak usah jauh-jauh, fokus cerita tentu salah satunya adalah kerumitan cinta entah berapa segi yang terjadi antara Lintang dan teman-temannya. ;-)

Is “Banjar”, anak muda yang terlalu cepat sukses, mungkin begitu harus menyebutnya. :) Mapan dengan posisinya di perusahaan, dan haus petualangan. Demi tantangan kawannya yang mengatakan Banjar tak akan mampu hidup miskin lagi, dia berangkat S2 ke Belanda, meninggalkan pekerjaan dan sebagian besar tabungannya untuk kembali menjadi mahasiswa kere.

Geri Chocolatos, yang tidak ada hubungannya dengan snack merek apapun, tapi justru dengan perusahaan bus antarkota. :) Kaya, tampan, baik hati, pengertian, dan segala yang bisa membuat teman-temannya langsung minder jika harus berebut wanita dengannya. Tapi seperti kata Gregory House, everybody has a secret….


Secara alur cerita tokohnya, nggak ada yang istimewa, tipikal novel travelling. Alurnya sudah bisa ditebak, dan belum separo membaca saya sudah tau mau dibawa kemana ceritanya. Satu-satunya yang membuat istimewa, karena pengalaman-pengalaman para tokohnya di Belanda, dengan shock culture yang terjadi, tips yang berguna bagi pembaca yang ingin bepergian ke Belanda atau sekedar ingin tahu.

Favorit saya untuk novel bertema sama masih tetap Traveler’s Tale. :)

This entry was posted in Novel

14 Responses



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge