
Director
Christopher Nolan
Starring
Leonardo DiCaprio, Ken Watanabe, Joseph Gordon-Levitt, Marion Cotillard, Ellen Page, Cillian Murphy, Dileep Rao
You’re waiting for a train. A train that will take you far away. You know where you hope the train will take you, but you can’t be sure. But it doesn’t matter because we’ll be together.
Saya keluar dari gedung bioskop, dengan kepala sedikit nyut-nyutan, tapi puas. Nyut-nyutan, soalnya sepanjang film, dari mulai awal, harus mikir. Dari bagian awal film udah bengong ga ngerti jalan ceritanya, untung sebelum sampai pertengahan udah mulai paham, dan selanjutnya juga fokus nontonnya supaya ga bingung.
Puas soalnya jalan ini film keren banget.
Cobb dan Arthur berprofesi sebagai pencuri informasi melalui mimpi. Awalnya kedua orang tersebut sedang berusaha menggali informasi rahasia dari seorang pengusaha bernama Saito, dibantu oleh Nash, arsitek yang membantu mereka membangun dunia mimpi sehingga terlihat nyata dan Saito tidak menyadari bahwa ia berada dalam mimpi. Tapi Saito tidak mudah ditipu, misi mereka gagal. Saat Cobb, Arthur, dan Nash hendak menghilangkan diri dari kejaran orang yang menyewa mereka sebelumnya, Saito berbalik mencari mereka untuk menawarkan kerjasama dengan imbalan keamanan anggota tim dan pembersihan nama Cobb dari kejahatan yang dituduhkan padanya yang menyebabkan dia tidak bisa pulang ke Amerika.
Saito bukan meminta mereka untuk menggali informasi dari seseorang, namun menanamkan sebuah ide. Targetnya adalah Robert Fischer, anak dari rivalnya yang kini sedang sakit parah. Ide yang akan ditanamkan adalah gagasan jika ayahnya meninggal maka ia akan memecah perusahaan dan memulai usaha sendiri dari nol. Walaupun anggota tim yang lain menolak karena penanaman ide jauh lebih sulit, Cobb menyetujui, ia bersikeras pernah melakukannya dulu.
Tim baru dibentuk, Cobb dan Arthur, seorang arsitek baru, Ariadne, ahli kimia bernama Yusuf, dan penipu ulung bernama Eames. Saito memaksa memasukkan dirinya ke dalam tim untuk mengontrol semua kejadian. Setelah persiapan yang lama, kabar datang bahwa rival Saito tersebut akhirnya meninggal. Momen yang bertepatan dengan perjalanan panjang yang akan ditempuh Robert Fischer dari Sydney ke Los Angeles, perjalanan 10 jam di udara yang memungkinkan mereka melaksanakan misi penanaman ide.
Ketika mimpi seseorang dimasuki oleh orang asing, maka “orang-orang” yang ada dalam mimpi asli orang tersebut, atau bisa dikatakan proyeksi asli dari mimpi orang tersebut akan merasakan keanehan terhadap keberadaan si orang asing. Semakin lama waktu yang dihabiskan orang asing tadi di dalam mimpinya, semakin besar kecurigaan proyeksi-proyeksi itu terhadap si orang asing, dan jika lebih lama lagi maka proyeksi-proyeksi tersebut akan semakin brutal dan akhirnya membunuh si orang asing. Kematian dalam mimpi berarti kita terbangun, tapi jika sudah terbangun maka bisa dikatakan misi mereka di dalam mimpi tersebut gagal.
Proyeksi-proyeksi Robert Fischer di dalam mimpinya, di antaranya adalah satu pasukan keamanan terlatih yang memang melakukan penjagaan terhadapnya di dunia nyata. Ini satu hal yang luput dari perhatian tim, sehingga ketika masuk ke dalam mimpi Robert Fischer, mereka harus berhadapan dengan pasukan tadi.
Ada satu scene favorit saya yang lucu di tengah-tengah film yang serius ini, waktu semuanya sedang mendiskusikan gimana caranya mereka dapat waktu yang lama untuk bisa sendirian sama Robert Fischer:
Eames: “We need at least a good ten hours.”
Saito: “Sydney to Los Angeles. One of the longest flights in the world. He makes it every two months.”
Cobb: “He must be flying privately.”
Saito: “Not if there was unexpected maintenance with his plane…”
Arthur: “It would have to be a 747.”
Cobb: “Why is that?”
Arthur: “Because on a 747 the pilot is up top, and the first class cabin is in the nose, so no one would walk through. But you’d have to buy out the entire cabin. And the first class flight attendant.”
Saito: “I bought the airline.”
Off to the spoiler now.
Misi bisa dikatakan berhasil sampai di sini, hanya saja Saito jatuh ke zona limbo karena dia mati dalam tingkatan mimpi yang ketiga dari Robert Fischer. Robert juga terjatuh ke zona limbo namun lebih dulu berhasil diselamatkan oleh Cobb dan Ariadne. Ariadne membawa Robert kembali sedangkan Cobb mencari Saito.
Cobb kemudian diperlihatkan terdampar di suatu pantai dan dibawa sepasukan penjaga ke hadapan seseorang yang sudah tua sekali, yang ternyata adalah Saito. Kita tidak pernah akan tau apa yang terjadi di sini setelahnya, setelah adegan Saito mengangkat pistol yang terletak di depannya.
Adegan berikutnya memperlihatkan Cobb, Saito, dan semua orang terbangun di pesawat yang sudah mendarat sampai ke Los Angeles. Misi berhasil, Saito melakukan beberapa panggilan telepon, dan Cobb bisa melewati petugas imigrasi dengan aman. Cobb kembali ke rumah dan bertemu anak-anaknya. Ia memutar gasingnya di meja makan, dan scene terakhir film ini memperlihatkan gasing yang terus berputar.
Gasing ini adalah totem bagi orang – orang yang bisa masuk ke dalam mimpi. Totem berfungsi untuk menyadarkan pemegangnya apakah dia berada di alam mimpi atau nyata. Gasing milik Cobb jika diputar di dunia mimpi tidak akan berhenti berputar. So, dengan scene terakhir itu, maka saya menarik kesimpulan bahwa Cobb masih berada di alam mimpi, mungkin terjatuh ke zona limbo dan terus tertidur. Sementara untuk Saito, ini yang nggak pasti. Bisa jadi dia menembak Cobb lalu menembak dirinya sendiri, bisa jadi dia menembak Cobb dan tidak menembak dirinya sendiri. Tapi yang saya yakin adalah semua sisa tim dan Robert Fischer kecuali Cobb dan Saito (mungkin) sudah kembali ke dunia nyata.
Beberapa orang bilang kalau di akhir credit dari film itu ada suara gasing jatuh. Tapi saya nggak tau soalnya saya udah keluar bioskop. Sebenernya sempet bertahan agak lama sih, nunggu orang-orang keluar duluan soalnya malas berdesakan, dan juga karena curiga di akhir film masih ada sesuatu. Biasanya film-film yang macamnya ending ga jelas gini menyimpan sesuatu di akhir credit, kan?
Tapi ya akhirnya ga sempet liat karena udah keluar sebelum credit-nya abis.
Beuh, dasar emang ini film bikin penasaran terakhirnya. Aarrrggh….
So, guys, are you sure you’re not dreaming right now?
sumber gambar dari sini
setidaknya bisa ikut diskusi di milis..apaa…kamu nonton gara2 milis??
oiya…intinya!!
papa Donat´s last [type] ..Ost Ketika Cinta Bertasbih versi Nasyid
sebenarnya kita semua nonton sebuah mimpi….
udah nonton lama sebelum muncul di milis, kan kemaren langsung ikut nimbrung cerita
jadi kita nonton mimpinya Cobb, gitu?
begitu adegan terakhir abis langsung bengong sederet sama temen-temenku, keluar bioskop langsung ribut diskusi
owalah, gitu toh ceritanya..
*belum 5 menit selesai nonton nih film, tapi blas nggak mudeng, bahkan menyebut 1 nama tokoh aja ndak bisa, soalnya nonton donlotan tanpa subtitles
btw trims penjelasannya
ochin´s last [type] ..Tips islami menghadapi sakit…
sama-sama
saya nonton bahasa indonesia aja butuh waktu seperempat film buat mencerna awal cerita
so, kalo kamu, fay, totemmu apa? apa yg membuatmu yakin kamu sekarang tidak sedang bermimpi?
yoan´s last [type] ..Life’s Never Fair- Let’s Just Laugh
apa ya totemnya, ga ada kayaknya, mbak, cuma yakin aja kalau sekarang lagi nggak mimpi *cubit-cubit pipi*
untung udah nonton jadi ga ngefek spoilernya hehe
awalnya pengen nonton Despicable Me tapi udah turun dan diganti Inception, walau ga ngerti ini pilem apa tapi akhirnya nonton juga soalnya pilem satunya Twalay :p.
awal2 emang bingung nontonnya tapi lama2 alurnya jadi cukup gampang ditebak (gara2 scene awalnya dan Saito adalah satu2nya orang jepang di cerita ini haha)
TamaGO´s last [type] ..Selamat Hari Anak Nasional
*ngakak liat Twalay*
saya nggak ngenalin itu Saito pas di awal, kirain semacam orang Cina darimana gitu
keren kafaye, ceritanya keren..
tapi belom bisa nonton… T.T
emang keren, yak
eh, sekarang kuliah di bogor, ya?
jyyyyaaaah pengen nonton >3<
nonton nin, kataku keren banget ni film
Well, sebenarnya Cobb sudah kembali ke dunia nyata kok. Banyak detail yg membuktikan. Nolan memang luar biasa, kalau ditelusuri baik2, setelah semua detail dan percakapan dikumpulkan, semuanya itu akan menjelaskan keseluruhan cerita Inception. (^_^)v
Read the details here:
http://evakriss-corner.blogspot.com/2010/08/inception-2010-details-explaination.html
sudah baca postingan Mbaknya, hee, jadi bunyi gasing jatuh itu nggak pas di akhir credit, ya
mungkin saya harus nyari yang punya filmnya buat mastiin
tetep ga denger, soalnya kondisi udah ribut penonton mau pulang
terakhir waktu Cobb memutar totem / gasingnya di meja memang masih berputar, tapi suara totem/gasing yang berputar makin mbliyur (tidak konstan)menandakan bahwa gasing semakin pelan berputar dan naninya akan berhenti … coba saja didengarkan dengan seksama ..walau gasingnya tidak jatuh