Monthly Archives: July 2010

Cinta Monyet

Temen: “Ras, kamu suka cinta monyet, ya?”

Saya: “Ha? Cinta monyet apaan?”

Temen: “Cinta Monyet, lagu itu loh.”

Saya: “Emangnya ada lagu yang judulnya Cinta Monyet?”

Temen: “… lah itu di nada tunggu kamu kan Cinta Monyet?”

Saya: “Emangnya kalau nelepon aku ada nada tunggunya?”

Temen: “Loh, kamu nggak tau?”

Saya: “Nggak tuh”

Temen: “Punyamu itu ada nada tunggunya, udah lama kok, dan lagunya itu Cinta Monyet. ”

Saya: “…”

Temen: “Waktu awalnya sih kirain bakalan lagu Jepang atau Korea atau apa gitu, secara kamu, eh kok nggak taunya Cinta Monyet. Mwahahahaha….”

Saya: “Pinjem hape! Telepon nomerku, mau ngecek!”

Tekan Bintang untuk Mendapatkan…

Chi’s Sweet Home

chi

Studio

Madhouse Ltd.

Director

Matsuyuki Matsuhara

Episodes

104

Mama dochi? Dochi? Dochi?

Uchi kaeru~

Aaa? Koko doko?

Kucing yang ada di anime Chi’s Sweet Home! Gyaaaaaaah~ (heart_beat)

Saya pengen uwel-uwel kucingnya, pengen nyulik dibawa pulang. Gyaaaaaaaaah~ (heart_beat)

*tarik napas, tenangin diri, berenti guling-guling sendiri di depan laptop*

Oke, mulai ke cerita di animenya. :D

Chi’s Journey Begins…

Rahasia Kaum Falasha

rahasia kaum falasha cover

Pengarang

Mahardika Zifana

Penerbit

Edelweiss

Tempat bersembunyi paling aman untuk seekor kelinci adalah kandang macan.

Heri, seorang mahasiswa Monash University asal Indonesia tewas di Ethiopia saat sedang melakukan penelitian untuk disertasinya. Asistennya, Indra, yang ikut bersamanya dalam penelitian itu dikabarkan menghilang dan menjadi tersangka pembunuhan.

Kepergian Heri dan Indra ke Ethiopia ternyata bukan sekedar untuk melakukan penelitian untuk disertasi Heri, melainkan untuk melacak harta karun nabi Sulaiman beserta Tabut Perjanjian yang hilang. Semuanya berawal karena lima lembar manuskrip kuno yang ditemukan Indra yang merupakan seorang pedagang barang antik. Manuskrip tersebut mengisahkan kebenaran kisah Nabi Sulaiman as, Ratu Saba, dan anak mereka, Menelik, yang disebut-sebut sebagai leluhur dari kaum Beta-Israel di Ethiopia.

The Beginning of Trilogy…

Ternyata Aku Sudah Islam

cover ternyata aku sudah islam

Pengarang

Damien Dematra

Penerbit

Gramedia Pustaka Utama

Saya masih ingat beberapa tahun lalu entah ketika saya masih SMP atau SMA, ada sebuah grup musik yang tiba-tiba menarik perhatian. Saya tidak tahu jenis musiknya apa, yang jelas liriknya religius dengan warna musik yang seperti tidak pernah saya dengan sebelumnya. Penampilan yang membawakan pun menarik perhatian karena keseluruhan dari mereka adalah orang asing.

Lagu yang ketika itu populer adalah Mazhab Cinta. Itu juga satu-satunya yang saya tahu sampai sekarang. :D Walaupun ummi mencoba membeli salah satu kasetnya, setelah mendengarkan beberapa ternyata saya tidak tertarik. :D Ya sudah, selesai begitu saja.

Beberapa bulan yang lalu buku ini saya temukan di kenduri bukunya Toga Mas. Keterangan di bawahnya menarik perhatian karena membawa lagi ingatan saya kepada saat pertama kali mengenal musik DEBU.

Dust on the Road…

Definitely Maybe

definitely maybe posters

Director

Adam Brooks

Starring

Ryan Reynolds, Isla Fisher, Abigail Breslin, Elizabeth Banks, Rachel Weisz

What if I don’t like my mom?

Setelah pelajaran sex education yang menghebohkan para orang tua murid di sebuah sekolah dasar, Will Hayes diberondong pertanyaan oleh anaknya, Maya, tentang kisah kedua orang tuanya, yang saat itu statusnya telah bercerai. Terancam oleh Maya yang terus menerus membicarakan “istilah-istilah baru dari pelajarannya tadi“, Will menyetuji permintaan anaknya.

Kisah Will bermula dari ketika dirinya masih berada di Wisconsin, kemudian cita-citanya untuk meniti karir di bidang politik membawanya ke New York. Ada tiga orang perempuan yang berperan dalam kisah ini. Emily, pacarnya semasa kuliah. Summer Hartley, penulis terkenal yang juga sahabat Emily dan kini berada di New York. April, gadis fotokopi di kantor Will.

Nama-nama itu hanyalah nama samaran Will untuk para tokoh wanita yang benar-benar pernah masuk di hidupnya. Ia ingin Maya menebak sendiri, siapa sebenarnya ibunya di antara tiga wanita tersebut. Tapi Maya tidak hanya berhasil mengetahui siapa ibunya dalam cerita itu, tapi juga siapa yang sebenarnya dicintai Will.

There! Right there! That’s it! That’s how I figure it out! That’s what mom does when I’m upset!

Adegan yang paling saya suka adalah ketika Maya akhirnya mengetahui siapa ibunya, dan mendeskripsikannya pada Will di taman, dan saat itu ibunya sedang berjalan di belakangnya menuju ke arah mereka. :)

Tapi sebenarnya ini jenis film dimana saya nggak bisa merasakan dimana gregetnya saat klimaks, dan menontonya dengan perasaan biasa-biasa saja. Hanya diselingi sedikit gumaman, “Oh“, “Hmm“, dan manggut-manggut pelan.

It’s just… flat…. :D

Kesimpulan: Not my cup of tea, :D dan sungguh ini psotingan sempalan ga penting, tapi bodo ah yang penting update (whistle) *ditimpuk batu*