Paku, Payung, dan Jendela


Anak kosan, selalu menemukan cara tak terduga di tengah kemalasan keterbatasan. (okok)

Kamar saya, seperti yang dulu pernah saya ceritakan waktu baru pindah kamar, terletak di bagian rumah paling depan. Keuntungan yang dimiliki kamar-kamar itu adalah pasokan cahaya yang bagus, karena jendela yang langsung menghadap ke luar dan bukannya ke bagian dalam rumah.

Ada tiga jendela besar yang bisa dibuka. Iya,  saya serius nulis kalimat tadi, bisa dibuka.  :D Kan ada tuh jendela yang cuma sebatas kaca doang dan nggak bisa dibuka, kayak di kamar mandi biasanya itu. (haha) FYI, jenis jendela saya ini yang engselnya di atas. :D Jadi berhubung bisa dibuka dan langsung menghadap ke luar, seperti layaknya pemilik kos yang baik dan sadar bahwa daerah kosan memang rawan maling dalam segala macam bentuk, maka jendelanya dipasangi teralis. Oh, dan tentu saja gorden. Tega bener kalau nggak ada gorden, gimana kalau malam-malam ada yang nemplok di jendela saya? :(( *contohnya cicak* (ninja)

Nah, tapi ternyata, walaupun dianugerahi kamar seperti ini, dan saya akhirnya bisa membedakan siang dan malam dari dalam kamar, tapi lampu kamar tetep harus dinyalakan terus menerus. Kenapakah inih?

Bukan, bukan karena Malang mendung terus. Tapi karena gordennya nggak bisa dibuka, atau lebih tepatnya mungkin, saya yang nggak mungkin membuka gorden itu. (pouty)

Ini yang bikin cahaya yang masuk ke kamar tetap kurang dan masih perlu nyalain lampu. Memang sih kalau gordennya dibuka, saya dapet pemandangan ke luar, dapet cahaya langsung  dan bisa liat-liat siapa tau ada cowok cakep lewat. Masalahnya hal ini juga berlaku sebaliknya. Orang lewat yang kebetulan noleh dari luar pagar dan tamu-tamu yang berseliweran atau nunggu di depan kosan bisa liat juga ke dalam kamar saya. Nggak banget, kan. (doh)

Solusinya kadang-kadang saya cuma buka sedikit gordennya untuk ngebiarin cahaya masuk. Kalau jendelanya mah emang dibuka kalau siang, biar udaranya ganti dan nggak sumpek. Tetep sih kadang masih nggak nyaman aja, siang-siang lampu nyala dan gorden ditutup.

Suatu pagi, ibu yang bersih-bersih kosan mau bersihin jendela saya dari luar. Beliau minta saya buat ngebuka ketiga jendelanya dan juga otomatis gordennya dibuka dulu.  Wuiiih, rasanya seger banget waktu itu. (wub) Ketiga jendela dibuka, gordennya dibuka, dan kondisi saat itu masih pagi banget. (dance) Kamar juga otomatis terang karena cahaya matahari masuk tanpa terhalang gorden lagi. (wub)

Sejak saat itulah saya jadi pengen banget punya vitress buat nutupin jendelanya selain gorden. Btw, namanya vitress bukan, sih? Atau cara nulisnya yang ngaco? (haha) Saya udah googling tapi nggak nemu masalahnya. Vitress yang saya maksud ini kain berenda yang biasa dipakai barengan sama gorden, fungsinya jadi kita bisa buka gorden dan orang di bagian luar jendela sana nggak bisa liat ke dalam, sementara kita masih bisa liat.

Walau pengen, sepertinya saya terlalu malas untuk mencari bendanya ke pasar. (ninja) Saya nggak ngerti masalah begituan. (ninja) Untungnya sekembalinya saya dari Banjarmasin sewaktu liburan semester ini selain dibekali ransum untuk tiga hari, juga dibekali dua lembar vitress yang udah nggak kepake buat si jendela. Kurang satu sih, soalnya waktu itu lupa, tapi nggak apa-apa. (yahoo)

Lalu sekarang, gimanakah cara masang si vitress semetara nggak ada lagi reel lagi yang terpasang di jendelanya selain yang sudah dipakai oleh gorden?

Gampang, tinggal pake aja paku, dalam kasus ini saya pakai paku payung, dan vitress-nya ditempelin ke kusen jendela. Kusen jendela itu keras ya ternyata. (pouty) Akhirnya saya nggak kuat mencetin paku payung ke kusen jendelanya. (pouty)

Tapi saya butuh. (tears) Saya perlu vitress itu. (tears)

Mau nyari palu, berarti harus ke gudang. Rasa-rasanya sih saya nggak berminat ke gudang dalam kondisi kosan sepi. Nggak yakin pula gudangya dikunci apa nggak, dan nggak yakin juga apakah ada palu di gudang. (ninja)

Akhirnya saya nemu alat yang pas buat menggantikan palu, dalam tumpukan barang entah milik siapa di depan kamar saya.

payung

Gagang payung, sodara-sodara, yang terbuat dari kayu, bisa berfungsi sebagai palu di kala mendesak. B-) Korbankanlah dua sampai tiga paku payung untuk bengkok dipukul gagang payung biar tercipta lobang yang lumayan. Maka si paku payung berikutnya niscaya akan dengan sukses menempel di kusen jendela. B-)

paku

Fotonya kabur, yah, yang gambar pakunya itu. Sini dikasih gambar jendelanya yang udah dipasangin vitress aja kalau begitu. *penting ga sih coba* (haha)

jendela

, ,

  1. #1 by lukman on August 25, 2010 - 5:50 AM

    using Google Chrome Google Chrome 5.0.375.127 on Windows Windows XP

    itu di bawa ke pantai karang kates aja, buat ngejaring ikan *ngeloyor*

    • #2 by Faye on August 26, 2010 - 7:52 AM

      using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.6 on Windows Windows XP

      tambah nggak bener aja yang ini (rofl)

  2. #3 by TamaGO on August 25, 2010 - 3:32 PM

    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.6.8 on Windows Windows XP

    kalo ga ada palu dan paku bisa juga pake isolasi gede sama gunting (nggak banget ya) :D

    dulu pernah mau maku gantungan baju tapi ga ada palu, akhirnya memilih helm buat pengganti palu. ambil ancang2, getooook, dan helmnya jebol XD

    • #4 by Faye on August 26, 2010 - 7:54 AM

      using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.6 on Windows Windows XP

      anu, saya dulu pake isolasi yang item, buat nempelin kertas yang udah dibolongin di ventilasi kamar (ninja) emang bener nggak banget, soalnya isolasi itemnya mencolok (ninja)

  3. #5 by Prib on August 25, 2010 - 5:22 PM

    using Google Chrome Google Chrome 5.0.375.127 on Windows Windows Vista

    dan bisa liat-liat siapa tau ada cowok cakep lewat

    ‘untung saya tinggal di bandung (haha)

    • #6 by Faye on August 26, 2010 - 8:06 AM

      using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.6 on Windows Windows XP

      ma-maksudnyaaaah??? (rofl)

  4. #7 by YoHang on August 26, 2010 - 4:26 AM

    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.6.8 on Windows Windows XP

    Gagang payung jadi palu (doh)

    • #8 by Faye on August 26, 2010 - 8:20 AM

      using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.6 on Windows Windows XP

      ternyata itulah kegunaan dari gagang payung yang rusak B)

  5. #9 by asep.gelo on August 27, 2010 - 5:11 PM

    using Google Chrome Google Chrome 5.0.375.125 on Linux Linux

    @lukman: sejak kapan karangkates berubah jadi pantai (thinking)

  6. #11 by asop on September 1, 2010 - 4:24 AM

    using Safari Safari 533.16 on Mac OS X Mac OS X 10.5.8

    Hehe, kehidupan anak kosan ya… :D

    • #12 by Faye on September 3, 2010 - 4:54 PM

      using Flock Flock 2.6.1 on Windows Windows XP

      begitulah (blush) kadang lucu kadang ngeselin (haha)

(will not be published)