Monthly Archives: September 2010

Bayi Buangan

Salah seorang teman saya cerita, beberapa hari yang lalu dia menemukan bayi di musala deket rumahnya.

Iya, bayi. Bergerak. Idup. Nggak ada ibunya. (pouty)

bayi

Kok tega, sih? (pouty)

Mungkin keluarga si bayi merasa nggak mampu ngurus dan berharap si bayi diurus orang baik-baik dengan dia tinggalin di musala. Tapi saya tetap tidak bisa menyingkirkan pikiran… “kok tega sih?”

Kenapa nggak sekalian nggak usah hamil aja kalau nggak mau punya anak? Kalau itu bayi karena kecelakaan, ya salah siapa juga sampai kecelakaan? Terus sekarang nambahin dosa dengan ngebuang anaknya? Kalau nggak mampu ngurus, nggak adakah cara lain selain ditinggalkan begitu aja di musala?  Bukannya diserahkan baik-baik ke panti asuhan kek, diurus keluarga lain kek, orang lain yang kenal kek, atau apalah. Bukankah kalau diletakkan begitu saja, memutuskan hubungan sama sekali dengan si bayi, di mana pun tempatnya, akhirnya namanya tetap saja membuang?

Manusia dibuang-buang kayak kulit permen…. (pouty)

sumber gambar dari sini

Cokelat Monggo

Berawal dari perjalanan kembali ke Malang. Setelah turun dari pesawat ternyata saya harus terkatung-katung di bandara Juanda selama dua jam karena travel yang sudah saya pesan tidak juga menghubungi. Tempat mangkal si Om yang biasanya ngatur-ngatur angkutan travel langganan saya sudah sedikit berubah, dan biarpun dibilang sama kantor pusat kalau  orang dari agen mereka  masih di lokasi yang sama, tapi saya nggak juga menemukan si Om itu.

Bosan. Bosan. Bosan. (nosepicking)

Bete. Bete. Bete. (anger)

Kantor pusat sudah ditelepon lagi dan saya diminta nunggu dihubungi sama orangnya mereka yang di bandara. Mana? Tetep aja nggak ada juga. (grmbld) Untung biasa bawa novel kalau bepergian begini, jadi setidaknya ada yang bisa dilakukan selain memperhatikan satu persatu penumpang yang sepesawat sama saya tadi menghilang dari keramaian bandara.

Setelah dua jam duduk dan nggak juga ditelepon, keliling-keliling bandara nanyain setiap Om-om yang terlihat seperti agen travel dimana agen travel saya berkeliaran, ketemu adek angkatan yang baru turun pesawat dari Bontang, hampir nabrak orang pake troli, dan sms sana-sini, akhirnya ketemu juga. Tapi ini bukan si Om yang biasa, masih agak muda, dan dia bilang katanya habis ada sidak atau semacamnya jadi dia nggak bisa menghubungi. Eh, saya juga nggak ngerti lah. Tapi herannya pas saya udah di mobil dan komplain ke supir travelnya, si supir malah kaget pas tau saya terlantar selama dua jam dan bilang kalau yang tadi itu orang baru karena yang biasanya sakit, jadi mungkin masih kurang tanggap. Ealah, Mas, yang bener yang mana inih? (doh)

lanjutkan ceritanya…

The Haunting of Molly Hartley

the haunting of molly hartley

Director

Mickey Liddell

Starring

Haley Bennett, Chace Crawford, Jake Weber, AnnaLynne McCord, Jessica Lowndes, Marin Hinkle, Shanna Collins, Nina Seimaszko

Forgive me, father. For I have sinned.

One kind of horror movie that I keep on watching even when I realize that I am a scaredy cat, is mostly about exorcism. Jadi ketika saya melihat iklannya di salah satu stasiun televisi swasta, tentu saja tertarik buat nonton. Beruntunglah saat ini lagi liburan di rumah, nggak perlu khawatir merinding disko sendirian nonton di tengah malam dan kemudian takut ke kamar mandi setelah pergi tidur beberapa waktu setelah film berakhir.

Let me save you!

Australia

australia

Director

Baz Luhrmann

Starring

Nicole Kidman, Hugh Jackman, David Wenham, Bryan Brown, Anton Monsted, David Gulpilil, Brandon Walters

I sing you to me.

Ketika itu dunia tengah mengalami ancaman Perang Dunia II. Di Darwin, Australia, bisnis pasokan daging untuk tentara menjadi hal yang menguntungkan. Di tengah monopoli Lesley Carney (Bryan Brown) dalam bisnis tersebut, Maitland Ashley (Anton Monsted) adalah satu-satunya yang bersikeras tidak mau menjual peternakannya, Faraway Downs, dan turut serta mengirim ternak ke Darwin.

Lady Sarah Ashley (Nicole Kidman) tidak pernah mengerti mengapa suaminya bersikeras mempertahankan peternakan yang sudah terdata bangkrut itu. Sarah pun akhirnya nekat terbang ke Australia demi membujuk suaminya agar menjual peternakan dan mengajaknya pulang ke Inggris. Tapi sesampainya di Faraway Downs, yang dia temukan adalah suaminya yang telah tewas terbunuh. Polisi mengatakan kalau pembunuhnya adalah orang Aborigin bernama King George (David Gulpilil).

sarah ashley

Seorang anak kecil campuran bernama Nullah (Brandon Walters) mendatangi Sarah di tengah malam dan menceritakan bahwa dia melihat sapi-sapi milik peternakan mereka digiring melewati sungai ke peternakan Carney. Sarah yang marah mengetahui hal ini memecat manajer peternakan, Neil Fletcher (David Wenham) walaupun resikonya adalah hampir seluruh pegawai kulit putih di peternakan ikut keluar bersamanya. Semua pegawai yang tersisa, memanggilnya Missus Boss sejak saat itu.

Welcome to Australia!

The Accidental Husband

accidental husband

Director

Griffin Dunne

Starring

Uma Thurman, Jeffery Dean Morgan, Colin Firth, Isabella Rossellini, Keir Dullea, Sam Shepard, Kristina Klebe

You mix these two together, it tastes just like a ring-ding.

Hanya menghitung hari menjelang pernikahan dan tiba-tiba semuanya dibatalkan karena sang pengantin wanita yang tengah ragu meminta saran dari seorang pembawa acara yang menangani konseling hubungan di radio. Patrick Sullivan (Jeffery Dean Morgan) kemudian menjadi terobsesi dengan Dr. Emma Llyod (Uma Thurman), si pembawa acara tersebut. Ketika dia tahu tetangganya bisa meretas data penduduk sipil, dia tergoda untuk mempermainkan perempuan yang sebentar lagi akan menikah itu dengan mengganti status single-nya menjadi telah menikah dengan Patrick.

ring ding dong…