Monthly Archives: October 2010

Mengenang Anime Lawas

Di suatu hari yang random, sedikit lebih random dari hari-hari biasanya, dalam suatu sesi kuliah yang super geje, saya dan orang geje satu ini malah berkutat dengan kesibukan sendiri… mengingat-ingat lagu anime lawas, tapi yang versi bahasa Indonesia. Anime lawas di sini adalah anime-anime jaman saya masih SD sampai SMP, macamnya Saint Seiya, Wedding Peach, Sailor Moon, Captain Tsubasa, Dragon Ball, ya yang seperti itu lah. (haha)

Duluuuu sekali, saya begitu rajin mencatat lagunya setiap kali anime-nya mulai. Kalau ada lirik yang ketinggalan, minggu depan saya pantengin lagi buat melengkapi. Lalu dalam jangka satu minggu sebelum lengkap, saya ngapalin lirik yang udah ada. (okok) Waktu kemarin diingat-ingat lagi, ternyata beberapa masih nyangkut di kepala saya. (rofl)

Seperti mamaku, cinta yang sejati dan cahayanya wedding dress. Bertarunglah Dragon Ball, dengan segala kemampuan yang ada.

*eh?* (okok)

Ngaco ya, kayaknya…. (rofl)

Itu dua lagu, OST-nya Dragon Ball sama Wedding Peach sering ketuker saya. (rofl)

Tapi yaaa… setelah diinget lagi… dinyanyiin lagi…. Kok liriknya jadi nggak banget. (rofl)

ku kan melindungi kebenaran mimpi… (okok)

Antara Saya, Tisu, Pohon, Staf, dan Ingus

Beberapa hari yang lalu, di suatu pagi sebelum rapat departemen saya dimulai, kira-kira terjadi percakapan seperti ini antara saya dan salah seorang staf:

Saya: *ngeluarin tisu*

Staf: “Ih, Mbak kok pake tisu sih?”

Saya: “Eh?” *memandang bingung*

Staf: “Nggak green amat sih. Go green dong. Coba bayangin berapa banyak pohon yang ditebang demi tisu ini. Bayangin, Mbak, bayangin! Gimana sih? Biasain bawa sapu tangan ah, Mbak. Atau Mbak mau nanam satu pohon setiap Mbak pake satu lembar tisu? Hayo, berapa banyak pohon yang sudah Mbak tanam?”

Saya: “…”

dan nggak, saya nggak melebay-lebaykan bagian ucapan si staf, dia beneran ngomong begitu walaupun mungkin nggak setepat kata-kata aslinya.

saya dan tisu, kawan tak terpisahkan…

UTS = Ujian Tidak Serius

Dua tahun saya kuliah di sini dan salah satu hal yang saya banggakan adalah tidak adanya UTS di fakultas saya. Sampai semester ini. (pouty) Sampai semester ini tahu-tahu saja tidak ada angin tidak ada hujan ada UTS terjadwal selama satu minggu penuh. (pouty)

Ih, kenapa coba harus ada UTS, kayak yang saya masih kurang kerjaan aja. *pundung di pojokan* (tiring_wait)

Parahnya adalah saya sama sekali nggak ada semangat buat belajar sepenuh hati. Dari mulai hari Minggu, H-1 sebelum hari pertama UTS, saya dan kira-kira anak separo kelas, malah ribut di socnet, berkeluh kesah di Plurk dan nyobain fitur barunya Open Group di social networking yang kita semua sama-sama tau. :D

Seakan belum cukup, saya malah memilih saat ini untuk melakukan hal-hal lain. Misalnya membuat akun di Posterous dan jadi rajin mengisinya untuk hari-hari terakhir ini. Terus malah bikin dua akun Tumblr yang isinya nggak jelas. Akun yang satu buat posting segala hal tentang DBSK, dan satu lagi buat quote yang saya nemu entah dimana.

Lalu sekarang… *lirik jam di pojok kanan bawah layar* kurang dua jam lagi sebelum ujian Basis Data Lanjut dan empat jam lagi sebelum ujian Grafika Komputer, dan saya malah nulis blog. (haha) Padahal tadi malam baru belajar sedikit gara-gara ngerjain tugas PCD. (: Ummi, maafkan anakmu yang bandel ini. (worship) (cozy)

Nyolong kata-katanya orang ini di akun Posterous-nya, saya juga sepertinya procrastination expert. (ninja)

My Girl

my girl 1

Bernostalgia dengan drama Korea lama yang pernah diputer di stasiun televisi lokal dulu. (wub)

Gara-garanya di salah satu warnet yang ada di sekitar kampus, ada yang emang servernya khusus punya kumpulan dorama, film, dan anime yang bisa dikopi langsung. Emang rada lemot sih transfernya, jadinya kalau ke warnet itu ya tujuan utamanya memang buat ngopi film, disambi ngenet, kadang sampai nggak tau mau ngenet apaan lagi. (haha) Pas di situ ngeliat drama-drama lama macam My Girl, terus Sassy Girl Chunhyang, sama Princess Hours, jadi pengen nonton lagi. Abisnya saya seneng sama tiga drama itu. (girlkiss)

count to five while thinking about someone, when you open your eyes and see the person you’re thinking of, you’ll fall in love to that person…

Kuroshitsuji II (黒執事 II)

kuroshitsuji 2

They should all die! All of them! Everything, annihilated! (Alois Trancy)

Sang Ratu memiliki dua keluarga bangsawan yang bekerja langsung di bawah perintahnya. Keluarga Phantomhive adalah the Queen’s Dog yang bertugas menyelesaikan kejadian-kejadian yang mengganggu Ratu tanpa diketahui orang luar. Sementara itu keluarga Trancy adalah the Queen’s Spider, yang bertugas menghilangkan gangguan yang terjadi pada Ratu ke dalam kegelapan.

Season 2 dari anime Kuroshitsuji ini menampilkan seorang tokoh baru, Alois Trancy, disertai butler-nya, Calude Faustus. Peringainya berbeda dari Ciel Phantomhive yang lebih terlihat tenang dan bisa berpikir jernih, Alois lebih emosional dan sekaligus juga kejam.

Episode awal menampilkan kehidupan Alois Trancy di mansionnya, sampai seseorang dengan mantel hitam dan sebuah koper besar muncul dan meminta izin berteduh dari badai di mansion. Alois ingin sekali melihat apa isi koper laki-laki yang datang tadi. Ia menyetujuinya dengan syarat diperbolehkan melihat ruang bawah tanah mansion. New Moon Drop, teh yang dipetik pada malam bulan purnama dan memiliki rasa samar kegelapan adalah benda yang dicarinya. Tapi Alois tidak begitu saja menyerahkan kotak berisi New Moon Drop kepada sang laki-laki, dan di tengah itu, butler-nya, Claude, menyerang si laki-laki dari belakang.

Saat itulah terbongkar bahwa laki-laki tadi adalah Sebastian Michaelis, dan di tengah pertarungan, koper yang dibawanya terbuka, menampakkan tubuh Ciel yang tidak sadarkan diri. Setelah berhasil kabur dari serangan Claude, Sebastian yang berhasil mengambil kotak New Moon Drop melarikan diri ke hutan. Di sana ia membuka kotak tersebut yang ternyata isinya adalah cincin keluarga Phantomhive, dan menyematkannya di jari Ciel untuk membangunkannya.

I have a contract. Even if you steal him from me, he is still my Young Master. The lot of you aren’t fit to even lick his soul. (Sebastian Michaelis)

O lé!