Hampir Sepuluh Menit

Padahal nggak sampai tiga menit yang lalu kamu mengambil semua jemuranmu sambil mengobrol sama saya, lalu kemudian pamit duluan turun ke lantai satu. Tapi dalam jangka waktu itu kayaknya kamu sudah melupakan bahwa ada satu orang yang lagi sibuk jemur baju di atas, dan mengunci pintu loteng dengan teganya.

Untung saja biarpun kebanyakan penghuni kosan sedang pulang kampung masih ada dua orang yang tersisa di lantai dua, jadi teriakan dan gedoran saya yang minta tolong dibukakan tidak sia-sia belaka, dan hari Minggu saya juga tidak ikut jadi sia-sia belaka. Setelah hampir sepuluh menit tentunya.

Ah, kamu tidak tahu ya kalau saya tadi bingung memikirkan jalan keluar dari loteng itu? Mau loncat-loncat kanan kiri isinya loteng orang semua. Saya juga nggak pake kerudung kalau memang saya berani loncat-loncat atap sampai menemukan balkon rumah orang. Mau menghubungi orang saya nggak bawa hp. Kan namanya juga mau jemur baju, ngapain saya bawa hp segala? Hampir saja saya berniat untuk mendobrak pintu seng itu kalau tidak kunjung ada juga orang yang membukakan dalam waktu dekat. Kan masa saya harus menunggu ada orang yang perlu ke loteng yang mungkin entah kapan baru datang?

Ah, kayaknya kamu nggak tau. Soalnya ketika saya sudah berhasil keluar saya lihat kamu sudah pergi lagi entah kemana, sepertinya tanpa beban sekali. Saya anggap saja kamu lupa ya kali ini. Tapi lain kali saya nggak akan lupa kalau-kalau kita bareng-bareng lagi berurusan di loteng, dan mengecek pintu kalau kamu turun duluan.

This entry was posted in Board

14 Responses



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge