Kue-kue Itu

Malam itu, ketika menginap di kos-kosan teman demi nginstall Oracle bergiga-giga yang menghabiskan space hardisk saya sehingga isinya harus ditransmigrasi bedol desakan ke hardisk si teman, salah seorang adek kosannya tiba-tiba datang membawa kue-kue. Kue-kue syukuran karena dia baru saja dilamar oleh pacarnya. Lalu teman saya dan adek kosannya dan penghuni-penghuni kosan yang ada pun terlibat pembicaraan seru di kamar sebelah.

Pelan-pelan, saya dan teman yang lain menutup pintu kamar agar suara dari kamar sebelah tidak merembes masuk. Merembes masuk lewat pintu yang terbuka, ke dalam telinga, ke dalam hati, dan bikin kotor, bikin galau. Saya benci diri saya sendiri karena bisa berpikiran seperti itu. Saya tahu itu berita bahagia, tapi buat kami berdua yang sedang patah hati, biarpun ingin ikut bahagia juga tetap saja ada semacam perasaan… nyesek.

This entry was posted in College, Friends, Love

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge