Monthly Archives: November 2011

Nyanko Nyankichi Nyangoro Nyan… Nyan… Nyanta?

I’m weak for cute things, seperti yang telah terbukti beberapa kali ketika saya tiba-tiba tergila-gila sama Jamapi dan Chii.

51 episode Wedding Peach, anime lawas tentang malaikat cinta pembela kebenaran (oh iyes, beneran ini (rofl) ) yang dulu banget sempet diputer di televisi, berhasil saya tamatin sambil berkya-kyaa liat Jamapi. (kyaaa) 104 episode Chi’s Sweet Home juga habis dilahap sambil guling-guling dan teriak-teriak liat Chii yang super imut. Tapi Chi’s Sweet Home emang durasi satu episodenya pendek banget sih, cuma sekitar tiga sampai empat menitan, jadi nggak heran episodenya banyak gitu. (haha)

Sekarang saya nemu satu makhluk lagi yang nggak kalah imutnya dan berhasil bikin saya maraton nonton anime dari season satu sampai season tiga. (haha)

nyanko8

Nyanko-senseeeeeeeeeeei~

ini tentang kucing super gendut tapi juga super imut, nyahahaha…

Default

Deep talk malam itu, di antara lampu kekuningan dan bergelas-gelas es krim, tiba-tiba membuat saya sadar sesuatu. Iya, tentang kamu, tentang kamu yang seperti setting default buat saya.

Bagi kebanyakan orang, tidak merasakan attachment ke orang lain bisa memberikan perasaan hampa yang aneh. Kosong. Biarpun kehidupan mereka terus berjalan seperti biasa, dan kekosongan itu seakan nggak terasa ketika berada di tengah kesibukan, di waktu-waktu tertentu yang tidak diinginkan kekosongan itu akan teringat lagi, merayap ke permukaan. Menggerogoti.

Padahal seharusnya, hidup akan lebih tenang ketika kita tidak harus ingat kepada orang-orang tertentu yang belum tentu mengingat kita satu kali dalam dua puluh empat jam hidupnya hari itu. Hidup akan lebih tenang tanpa perasaan rindu yang menyusup ketika melihat hal-hal yang berhubungan dengannya, mencium wangi yang seperti wanginya. Iya kan? Kenapa sih manusia punya kecenderungan suka bikin repot dirinya sendiri?

Lalu ketika attachment ke orang lain itu ternyata tidak bisa didapatkan dari mereka yang ada di sekitarnya saat ini, orang-orang akan kembali kepada mereka yang pernah meninggalkan bekas terdalam, bekas paling berkesan.

Dan buat saya… itu kamu.

Loteng

Mejeng di loteng setelah selesai menjemur cucian itu kegiatan yang menyenangkan. Melihat langit yang biru sebiru-birunya langit, menertawakan gumpalan-gumpalan uap air yang membuat bentuk-bentuk aneh, memandangi gunung dan kotak-kotak atap rumah di kejauhan yang terlihat seperti mainan. Melupakan dunia yang sedang tidak ramah beserta seluruh manusia di dalamnya.

langit

ada bangunan baru, yang menghalangi separo gunung dari pandangan :(

Makanya saya kaget ketika tiba-tiba, di suatu hari ketika saya membawa seember cucian untuk dijemur, ada bangunan tinggi yang menghalangi pandangan saya. Kotak-kotak kecil rumah mainan itu tidak akan terlihat sejelas sebelumnya lagi. :(