Deep talk malam itu, di antara lampu kekuningan dan bergelas-gelas es krim, tiba-tiba membuat saya sadar sesuatu. Iya, tentang kamu, tentang kamu yang seperti setting default buat saya.
Bagi kebanyakan orang, tidak merasakan attachment ke orang lain bisa memberikan perasaan hampa yang aneh. Kosong. Biarpun kehidupan mereka terus berjalan seperti biasa, dan kekosongan itu seakan nggak terasa ketika berada di tengah kesibukan, di waktu-waktu tertentu yang tidak diinginkan kekosongan itu akan teringat lagi, merayap ke permukaan. Menggerogoti.
Padahal seharusnya, hidup akan lebih tenang ketika kita tidak harus ingat kepada orang-orang tertentu yang belum tentu mengingat kita satu kali dalam dua puluh empat jam hidupnya hari itu. Hidup akan lebih tenang tanpa perasaan rindu yang menyusup ketika melihat hal-hal yang berhubungan dengannya, mencium wangi yang seperti wanginya. Iya kan? Kenapa sih manusia punya kecenderungan suka bikin repot dirinya sendiri?
Lalu ketika attachment ke orang lain itu ternyata tidak bisa didapatkan dari mereka yang ada di sekitarnya saat ini, orang-orang akan kembali kepada mereka yang pernah meninggalkan bekas terdalam, bekas paling berkesan.
Dan buat saya… itu kamu.
like this
arigatou
wuaah..makasiih..
iya sama-sama *eh*
eh aku? jadi malu *disambit*
*sambit pake kipas laptop*