Monthly Archives: January 2012

Random #1

galau =))

Kegalauan di Plurk. (rofl)

Ramyun dan Tteokpoki

Tteokpoki, makanan berupa garaetteok (kue beras) yang dibumbui gochujang (pasta cabai) dan populer di Korea. Dalam pembuatannya biasanya ditambahkan berbagai macam campuran sesuai keinginan seperti daging, telur rebus, sosis, mi atau di sana sebutannya ramyun, fish cake, dan aneka sayuran.

Belakangan saya jadi sering ketemu sama makanan satu ini.

Pertama kali mencoba tteokpoki ketika Idul Adha tahun 2011 kemarin. Kali itu saya nggak ikut acara bakti sosial organisasi yang biasanya tapi mengungsi ke rumah Jun di Sumber Pucung. Rencananya sih mau nyobain masak-masak dan salah satunya bikin tteokpoki. Jadi sebelum berangkat kita belanja bahan-bahannya di Lay Lay.

Bahan-bahan yang waktu itu dipakai kira-kira:

- Garaetteok

- Gochujang

- Tofu

- Telur puyuh rebus

- Ramyun

- Sosis

- Daun bawang

- Bawang bombay

penampakan ramyun dan gochujang

Masak masak~

Kelinglungan Pagi

Pagi tadi saya bangun dengan setengah linglung karena kurang tidur, dan langsung siap-siap buat nganterin ummi ke kampus. Kayaknya hari ini ada mahasiswanya yang sidang apa gimana. Setelah selesai nganterin beliau, saya langsung pulang lagi ke rumah. Ya iyalah namanya juga belum mandi belum ngapa-ngapain, masa mau langsung kelayapan nggak jelas pagi-pagi.

Tiba-tiba di tengah jalan sadar kalau helm yang satunya lagi nggak ada di gantungan motor. Kayaknya jatoh di parkiran pas tadi nganterin. Mau balik udah males banget. Nanti ajalah bilang ke ummi kalau helm-nya kemungkinan jatoh, terus kalau nemu ya simpenin dulu, toh saya nanti sore balik lagi jemput beliau.

Jalan terus pake motor. Belok ke gang komplek. Nggak lama berselang belok lagi di perempatan gang. Niatnya ngambil jalan pintas. Nyasar….

Kayaknya emang udah agak lama nggak lewat jalan-jalan dalam komplek kecuali jalan utamanya. Emang pemandangannya juga udah rada beda sama terakhir kali rasanya saya liat. Sampe tadi diliatin yang jaga gardu waktu muter-muter. Akhirnya melihat seberkas cahaya jalan yang kira-kira bener. Diikutin. Bukan jalan yang saya maksud ternyata. Tapi nyambung juga sih ke arah rumah. Ya udah terus.

Sampe rumah, telepon ummi ngomongin helm.

Loh, kan helm-nya tadi kamu kasihin ummi? Katanya takut lupa kalau dibawa pulang dan harus bawa lagi nanti sore?

Heh?

*nyungsep lagi di kasur, ngeblog*

 

 

PR Delapan Soal

Y!M dari Mas Ghani malam itu agak mengagetkan saya. Sebuah pemberitahuan kalau saya dapat PR yang harus dikerjakan. PR? Macam anak sekolahan saja, ya? Hehehe…. :))

PR di sini maksudnya adalah postingan berantai yang dulu memang pernah meramaikan blogosphere, berbarengan sama masa-masanya postingan berbagi Award di antara blogger. Mungkin saya yang sekarang jarang blogwalking, tapi terakhir kali saya dapat PR rasanya hampir tiga tahun yang lalu, sekitar tahun 2009 ketika masih ngeblog di WordPress.com. *pandangan mata jauh*

Tiba-tiba saja jadi kangen masa-masa sewaktu di blog yang lama itu. Waktu Rei, Om Eru, Andyan, Akhyar, Bagas, dan teman-teman lain masih pada rajin ngeblog juga. Waktu bahasa tulisan saya masih ceplas ceplos dan meletup-letup. (idih, kayak seakarang nggak aja (rofl) ) Waktu ide-ide buat ngeblog nggak keburu habis ketulis di media microblogging.

Beberapa dari postingan PR berantai itu ada yang diminta bercerita soal masa-masa SMA, ada yang diminta bercerita tentang meja kerja, dan ada juga yang tentang nama favorit. Hihihi, ketauan banget abis cari-cari postingan PR lama, langsung tebar-tebar link. (blush)

Nah, terus topik PR kali ini apa dong?

Yuk mari~

Benda Elektronik Paling Menyebalkan

Benda elektronik paling menyebalkan itu bukan hape yang tiap pagi teriak-teriak nyanyi-nyanyi sendiri di pinggir kuping, bukan juga televisi tetangga sebelah yang suka ngomong sendiri dengan volume kencang. Menurut the Oatmeal, benda elektronik paling menyebalkan, yang dikirim dari neraka untuk menyengsarakan kita adalah PRINTER.

Dan saya setuju. (okok)

 

pernah begini? :D

Lengkapnya bisa diliat di komik the Oatmeal yang Why I Believe Printers Were Sent From Hell To Make Us Miserable.

Sejak berbulan-bulan yang lalu saya selalu mengingatkan diri buat nggak ngeprint laporan mepet-mepet waktu pengumpulan (kecuali laporannya emang selesainya mepet). Kamu nggak akan pernah tau printermu bakal bekerja dengan baik atau nggak. Bisa aja tau-tau macet, tintanya abis, terus kamu harus isi tinta sambil buru-buru, dan ceprat ceprot, belepotanlah tangamu sama tinta, nyahahahahaha. (devil) Lah ngisi tinta nggak buru-buru aja bisa nyiprat-nyiprat, kok. (rofl)

Ngomong-ngomong soal ngisi tinta, bertahun-tahun saya nggak pernah bener ngisinya. Heran deh, padahal udah pelan-pelan. Tutup suntikan dibuka pelan-pelan, masukin dulu suntikannya ke lubang cartridge baru suntikannya dipencet dan bukan sebaliknya, ngisi tintanya jangan kebanyakan biar nggak meleber kemana-mana… lah kok pas semua udah selesai dengan aman sentosa… pas mau naro suntikannya biar bisa masang cartridge di printer… cpraaat….

Kalau pas yang nyiprat tinta warna, jadi kayak mau pesta kostum terus badan dicat warna-warni. (doh)