Tteokpoki, makanan berupa garaetteok (kue beras) yang dibumbui gochujang (pasta cabai) dan populer di Korea. Dalam pembuatannya biasanya ditambahkan berbagai macam campuran sesuai keinginan seperti daging, telur rebus, sosis, mi atau di sana sebutannya ramyun, fish cake, dan aneka sayuran.
Belakangan saya jadi sering ketemu sama makanan satu ini.
Pertama kali mencoba tteokpoki ketika Idul Adha tahun 2011 kemarin. Kali itu saya nggak ikut acara bakti sosial organisasi yang biasanya tapi mengungsi ke rumah Jun di Sumber Pucung. Rencananya sih mau nyobain masak-masak dan salah satunya bikin tteokpoki. Jadi sebelum berangkat kita belanja bahan-bahannya di Lay Lay.
Bahan-bahan yang waktu itu dipakai kira-kira:
- Garaetteok
- Gochujang
- Tofu
- Telur puyuh rebus
- Ramyun
- Sosis
- Daun bawang
- Bawang bombay

penampakan ramyun dan gochujang
Bawang bombay dan bawah putihnya ditumis dulu sebentar sampai harum, kemudian baru dituang air dan ditunggu sampai mendidih. Setelah itu, masukkan ramyun, tofu, sosis, dan telur puyuh rebus, disertai bumbu ramyun dan gochujang.
Intinya sih semuanya dicampur jadi begini:

tteokpoki
Berhubung saya nggak suka pedas, jadi nggak ada tambahan cabai selain dari gochujang dan bumbu ramyun. Gochujang itu sendiri buat ukuran saya yang nggak suka pedas aja nggak pedas. Apalagi kalau dari ukuran kalian-kalian yang hobi makan sambal.
Kali kedua ketemu tteokpoki adalah ketika peluncuran Annyeong, produk PMW kelompok saya di acara Hallyu Explosion awal Desember 2011 kemarin. Salah satu stan di sana menyediakan tteokpoki yang dihargai Rp 8000,00 satu porsi. Nggak lama berselang, di akhir Desember ketika malam keakraban di program studi saya, malah Annyeong yang buka stan jualan tteokpoki itu sendiri.
Ketika liburan saya kembali masak tteokpoki di rumah karena seorang teman penasaran sama tteokpoki dan ramyun. Bodohnya, saya membawa semua bahan kecuali gochujang yang ketinggalan di kulkas kosan.
Jadi tteokpoki-nya berakhir cuma dibumbui bumbu ramyun saja macam di Family Outing.

tteokpoki tanpa gochujang OTL
Ngomong-ngomong garaetteok-nya masih nyisa di kulkas. Mau diapain ya ini….
wwaaa ini nih, yg ada di tempat makan korea waktu lunch saya tadi siang. tadiny mau pesen ini, tp gara2 tulisan KUE beras, jd ngebayangin KUE yg dicampur2 daging, pake kuah dan macem2nya, jadi agak2 gimanaaa gituu, wkwkwk.. akhirny malah jd pesen yg lain
kebayang manis, ya, rasanya? kue gitu
tapi sebenernya plain loh, malah udah dikasih bumbu pedes itu kadang nggak nyerap bumbunya, jadi tetep plain aja
pengen Tteokpoki –bikinin– ajarin
mi aku tau kok, kamu mintanya bikinin, bukan ajarin…
kemaren nemu resep buat bikin garatteoknya aja, tapi belum dicoba :3
assiiikk kamuh kamuh memang
*siap2 makan topoki sama pempek pas rosida pulang*
yaelah.. kalo gak pake gochujang jadi sayur lodeh beneran tuh
untung rasa bumbu ramen yang kemaren lumayan fi, pekat2 gimana gitu, biarpun warnanya begono doang
secara ramen 13 ribu perak
itu pake ramen yang 8k kok, yang 13k dimakan sendiri, nyahahaha