Uncurable Stupidity…
… adalah datang ke kampus pukul tujuh pagi dan meneguh-neguhkan hati buat kuis untuk kemudian menyadari kuisnya dipindah jadi jam setengah tujuh malam dan kita nggak tahu karena malam sebelumnya tepar gara-gara alergi dingin.
… adalah sabunan pake sampo waktu mandi dan hampir sikat gigi pake sabun mandi. Perhatikan bahwa salah satu dari dua kejadian tadi ada yang menggunakan kata “hampir” dan ada yang tidak.
… adalah nabrak pintu kaca di hari pertama PKL, menimbulkan suara yang cukup keras, dan diliatin sama bapak-bapak yang lewat dan memandangi dengan khawatir, mungkin bertanya-tanya mbak ini masih ngantuk atau kenapa sampai bisa-bisanya mencoba masuk ke ruangan kantor lewat kaca tepat di sebalah pintu yang terbuka.
Itu yang sudah-sudah, sih, dan belum semuanya. Dua hari belakangan saya melakukan kebodohan lagi secara berturut-turut. Entah linglung entah apa.
Rabu pagi saya awali dengan menumpahkan air dari galon, cuma gara-gara sibuk memikirkan kemana perginya semua peniti yang hilang di dunia ini. Masalahnya peniti itu kan kalau habis dipakai di kerudung, setelahnya dikembalikan ke kotak peniti, tapi tetap saja setiap beberapa bulan sekali saya mendapati kotak peniti yang kosong dan harus membeli satu renteng peniti-peniti baru.
Malamnya tidak kalah random. Saya kehilangan modem, yang sudah dicari sampai mengobrak-abrik kamar dan seluruh isi tas tidak juga ditemukan. Hampir setengah jam kemudian modem itu ketemu setelah saya menyusuri jalan pulang yang saya tempuh dari kos-kosan teman ke kos saya.
Lalu sore tadi, giliran hp saya. Kali ini saya tahu sih kemana perginya, tertinggal di kos-kosan teman, tepat di sebelah laptop dia. Parahnya, orang yang bersangkutan sedang tidak ada di kos ketika saya sadar hp saya tertinggal di tempatnya. Jadilah sepanjang sore sampai lewat Isya saya bingung sendiri.
Malamnya ketika saya datang untuk mengambil hp yang tertinggal, teman saya geleng-geleng kepala tidak percaya:
“Dari kemaren gak fokus anak ini. Mikirin apa sih kamu?”
kamar kosan, ditemani sebatang cokelat dan sekotak susu,
semoga besok pagi saya terbangun dan kelinglungan dua hari hari ini berakhir
oh, no… sekarang sudah pagi… artinya nanti siang… ><