Monthly Archives: May 2012

Sketch Book

Entah sudah berapa dasawarsa yang lalu terakhir kali saya membeli sketch book, padahal maksimal paling-paling tidak sampai dua tahun, tapi harganya sudah berubah jauh.

Sketch book berukuran A4 yang terakhir kali saya beli harganya sekitar Rp 3.000,00 sampai Rp 4.000,00. Tapi ketika saya ke toko buku untuk membeli sketch book baru karena stok yang sudah habis, ternyata harganya sudah berubah menjadi Rp 17.500,00. Itu di Toga Mas loh,  ya. Kalau di Gramedia sih harganya Rp 19.000,00.

Tadinya saya berniat membeli yang bisa di-refill. Pertimbangannya selain lebih murah, kertas-kertasnya juga nggak akan berceceran. Soalnya sketch book yang biasa rawan banget lepas halaman-halamannya ketika dilipat. Tapi ternyata yang ada cuma satu merk, yang kertasnya rada-rada burik gimana gitu, nggak putih bersih, dan saya nggak suka. (pouty)

kertas

sisa-sisa sketch book A4 yang berceceran

Akhirnya saya membeli yang biasa saja. Sketch book berukuran A5 yang lebih gampang dibawa-bawa. Lagipula akhir-akhir ini saya jarang menggambar yang besar-besar. :D

sketch book

yang ini @ Rp 11.000,00

The Wedding

Kepulangan saya ke Bandung yang disertai cerita pengejaran kereta kemarin itu dikarenakan pada hari Minggu-nya, yaitu tanggal 13 Mei, akan dilangsungkan pernikahan paman saya. Beliau ini anak kesembilan, anak terakhir dari nenek dari pihak ibu. Big family, begitu komentar Nagi ketika saya cerita kenapa saya pulang di pertengahan semester, dan kenapa saya tidak bisa ikut kalau anak-anak memutuskan untuk nonton Avengers di akhir pekan.

Ini pernikahan keluarga kedua yang pernah saya ikuti sejak saya bisa mengingat. Pernikahan pertama adalah pernikahan bibi saya, anak ketujuh dari nenek dari pihak ibu, dan itu sudah lama sekali. Anaknya saja sekarang sudah dua, dan yang tertua kira-kira seumuran dengan adik saya yang kedua, yang berarti usianya sekitar dua belas tahun. Saya cuma bisa ingat samar-samar tentang acara itu. Tapi yang jelas, berhubung orangtua saya bekerja di pulau yang berbeda, selama bertahun-tahun berikutnya kami tidak pernah bisa menghadiri acara pernikahan keluarga lagi.

(more…)

Catch Me If You Can

Pernah melihat film action yang melibatkan adegan kejar-kejaran dengan kereta? Di film-film itu, si tokoh utama biasanya akan mengejar penjahat yang berada di kereta yang tengah berjalan dengan menggunakan kendaraan lain (atau kalau filmnya lawas, dia akan menunggang kuda) sebelum akhirnya berhasil masuk dengan sukses ke dalam kereta.

Let me tell you…. It happens in real life too.

Yah, minus adegan dramatis ketika si pengejar meloncat dengan supernya ke pintu kereta yang terbuka.

(more…)

Nonton Bareng The Avengers

Rabu kemarin saya berkesempatan menonton The Avengers versi 3D bersama anak-anak RO-ers Malang. Ini pertama kalinya saya nonton 3D loh, hahaha. Awalnya gara-gara pembicaraan di grup, lalu tercetuslah ide untuk bareng-bareng ke Surabaya demi menonton The Avengers yang sedang ramai-ramainya dibicarakan itu. Kenapa harus ke Surabaya? Karena di Malang memang belum ada bioskop 3D. (okok) Beruntung sekali anak-anak mau berkompromi dengan saya yang hari Kamis-nya sudah harus berangkat ke Bandung, sehingga acara nonton bareng ini diputuskan hari Rabu. (cozy)

Kami berangkat agak siang, karena menunggu Apip yang harus menyelesaikan UTS-nya dulu. Dia satu-satunya yang masih ada UTS, sementara sisanya adalah mahasiswa dan mahasiswi yang seharusnya sudah siap-siap hengkang dari kampus. (ninja) Setelah tunggu menunggu dan kengaretan yang biasa, mobil (atau seperti yang pemiliknya sebut, “gerobak”) yang dikemudikan Arip meluncur ke arah Surabaya.

Perjalanan ke Surabaya lumayan lancar tanpa kemacetan yang berarti. Hambatannya paling-paling karena yang nyupir lupa-lupa ingat jalan ke arah Surabaya Town Square, sementara waktu juga semakin mepet. Salah satu temen yang memang berdomisili di Surabaya sudah stand by dari ketika loket dibuka dan memesankan tiket pukul 15:15. Untung saja akhirnya kita tiba dengan selamat di parkiran Sutos sekitar pukul tiga kurang.

Ngomong-ngomong, sebelum saya lanjutkan, tulisan berikutnya ini kemungkinan besar merupakan SPOILER. Bagi yang nggak suka spoiler silakan di-skip aja. (haha) Don’t say I didn’t warn you. :p

(more…)

Tentang Modus Kejahatan dan Kepolosan yang Mendekati Kebodohan

PESAN PENTING UNTUK SEMUA ..

Dari POLRI divisi humas mabes polri : MOHON BACA BAIK? ! :

Pesan ini ditujukan kepada setiap wanita yg bepergian sendirian ke kampus, tempat kerja atau kemana saja. Jika kalian menemukan anak menangis di jalan dengan menunjukkan sebuah alamat dan memintamu untuk mengantarnya ke alamat
tsb. Bawalah anak itu ke kantor polisi dan mhon jangan bawa anak itu ke alamat tsb. Ini adalah modus baru seorang penjahat untuk MERAMPOK, MEMPERKOSA, MENCULIK WANITA ?. Mohon info ini disebarkan ke semua teman. Jangan ragu untuk membagi. Pesan ini bisa membantu menyelamatkan wanita.

Info : Divisi Humas Mabes POLRI

ini penting untuk keselamatan kita bersama khususnya wanita !!!!!!!

Beberapa hari yang lalu saya menemukan post seperti itu di salah satu grup komunitas RO di FB. Ehm, awalnya saya juga nggak tahu benar atau nggaknya pernah terjadi hal seperti itu. Tapi kalau dipikir-pikir cukup menyeramkan bukan? (unsure) Bagaimana orang-orang yang berniat jahat memanfaatkan kebaikan hati orang lain untuk melaksanankan niatnya.

Malamnya saya chatting dengan Ismi dan membicarakan ini. Ternyata menurut dia ini bukanlah hal yang baru, sudah modus lama. Setelah itu dia juga bercerita kalau ada modus kejahatan lain yang menyasar orang-orang yang bersepeda motor sendirian, yaitu mencegat orang untuk ikut menumpang. Hal seperti itu sudah pernah dialaminya beberapa kali di daerah kos-kosan sekitar UB.

(more…)