Boneka Masa Kecil

Barbie, satu-satunya jenis boneka yang merepresentasikan manusia yang mau saya mainkan ketika kecil.

barbie

boneka barbie

Kalian tahu boneka-boneka anak perempuan berbadan besar, berpipi gendut, dan berambut ikal yang biasa dijual? Boneka-boneka sejenis Susan? Mereka mengerikan. (pouty) Apalagi beberapa jenis yang bisa mengeluarkan suara bayi menangis. Hidup saya nggak akan tenang kalau ada boneka macam itu di dalam rumah.

Bahkan sebelum saya mengenal Chucky, saya selalu punya imajinasi liar bahwa mereka akan hidup dan bergerak sendiri ketika malam turun, berkeliaran di seluruh rumah, melakukan entah apa, dan kembali diam saat matahari terbit. Bukannya saya tidak pernah terpikir bahwa barbie juga bisa saja ikut “hidup”, but they are less scarier. (pouty)

Seumur-umur saya cuma pernah punya satu boneka berpipi gendut itu, dan hampir tidak pernah dimainkan sampai akhirnya hilang mungkin untuk mencari korban selanjutnya macam Chucky. Boneka jenis lain yang saya punya adalah boneka makhluk tidak jelas yang bentuknya serupa Mike Wazowski dari Monster Inc., hanya saja berwarna kuning, memiliki dua mata, dan memakai celana. Satu lagi adalah sebuah boneka beruang berwarna putih yang kemudian berubah warna menjadi pink karena adek saya suatu hari memutuskan bahwa boneka beruang itu adalah perempuan dan harus dipakaikan lipstik. Saya nggak tahu majalah mode mana yang dijadikan kiblat, tapi majalahnya pasti sesat karena menganjurkan untuk memakaikan lipstik di seluruh wajah.

Jenis boneka terbanyak yang saya punya ketika kecil sepertinya memang barbie, dua barbie asli dan entah berapa barbie plastik yang gampang rusak dan bisa dicopot-copot bagian tubuhnya. Karena saya nggak punya boneka Ken, dan ketika itu bahkan nggak tahu kalau Ken itu ada, biasanya saya menjadikan barbie yang lain berpura-pura sebagai laki-laki, atau mengimajinasikan tokoh laki-lakinya, atau menggunakan boneka lain yang ada sebagai pemeran tambahan. Ini permainan The Sims tradisional, dimana kamu bisa memainkan cerita sesukamu, dan gara-gara gambar di bawah ini, saya jadi teringat bahwa terkadang cerita yang saya mainkan tidak normal untuk anak kecil.

barbie chainsaw

Barbie Chainsaw

Nggak, saya nggak pernah memainkan tokoh barbie saya sedang dikejar-kejar pembunuh seperti di film SAW. Tapi tidak jarang saya membuat tokoh utama dari cerita saya menderita luka-luka, kecelakaan, dan sebagainya. Barbie-barbie yang terbuat dari plastik itu, mereka begitu gampang untuk dipreteli soalnya, kamu bisa mencopot kepala dari lehernya, dan mencopot kaki dari pinggangnya. (ninja)

Di suatu hari yang random, dengan sebuah cerita tentang barbie malang yang depresi berat di kepala, saya naik ke lantai dua rumah nenek, dan melempar barbie yang depresi tadi ke taman batu di bawah. Pinggangnya patah, dan si barbie mati. After reading the comments on that picture post, turns out there are people who did worse things to their barbies. Good things I’m not alone. (okok)

Jadi, bagaimana kamu memainkan boneka-bonekamu ketika kecil?

gambar barbie dicomot dari sini

This entry was posted in Babblings

6 Responses



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge