• Archive by category "Creativity"

Blog Archives

Kepala Kardus

kepala kardus

Pesenan Akhyar, kepala kardus. (haha)

Sewarna Senja

semesta berlari terlalu cepat
seperti tak mengizinkan aku dan kamu
untuk berbagi ruang dan waktu lebih lama

maka di antara kehidupan yang bergerak maju
separuh diriku terkadang melayang hilang
menelusuri kembali semua garis waktu

berharap melebur
ke dalam setiap goresan karbon
yang menghitam di antara gelak tawa
berharap tenggelam
bersama nada-nada yang menggantung
dan bersatu di udara

demi merasakan kembali
bahagia sewarna senja yang hangat menelusup
di antara semilir angin, di antara deras hujan

bahagia yang sederhana
kesederhanaan yang membuatku adiksi
dan ingin bertukar senyum denganmu selamanya

Bunga-Bunga

Setelah rajutan yang terperangkap di atara bentuk kaos kaki dan sarung hp kemarin jadi –dan bentuknya tidak menjadi lebih baik, saatnya melanjutkan eksperimen. Ohoho, tenang, yang ini kecil kok, dan jenis tusukannya juga nggak banyak dan ribet sehingga berpotensi menghasilkan pelebaran yang tidak diinginkan seperti waktu itu. (ninja)

rajutan bunga

rajutan bunga

Kita cuma memerlukan empat jenis tusukan di sini, rantai, tunggal, ganda, ganda campuran, dan sisip.

Baris Pertama

Buat lima tusuk rantai (5 ch) dan sambungkan dengan tusuk sisip (sl st) sehingga membentuk lingkaran.

Baris Kedua

Buat satu tusuk rantai (1 ch). Kemudian dengan dasar tusuk rantai yang berbentuk lingkaran pada baris pertama, buat sepuluh tusuk tunggal (10 sc), di mana pada masing-masing rantai dibuat dua tusuk tunggal. Pada akhir tusuk tunggal tadi sambungkan dengan tusuk sisip (sl st) pada rantai pertama yang dibuat sebelumnya.

Baris Ketiga

Buat dua tusuk rantai (2 ch), tiga tusuk tunggal (3 dc) pada satu lubang yang sama, dua tusuk rantai (2 ch) lagi, kemudian ditutup dengan tusuk sisip (sl st) pada lubang selanjutnya. Ulangi kegiatan tadi sebanyak empat kali sampai akhir lingkaran, kemudian matikan benang.

Untuk bagian tengah bunga, bisa dikreasikan sesukanya. Berhubung saya tidak punya manik-manik besar, akhirnya menumpuk manik-manik kecil berwarna hitam. :D

Apakah Ini?

rajutan

sebentuk hasil rajutan nggak jelas

Benda apakah ini?

Ummi saya bilang ini kaos kaki bayi.

Lalu adek saya bilang ini sarung tangan bayi.

Lalu kemudian ummi bilang lagi kalau ini topi boneka.

Padahal saya sebenernya lagi berniat bikin tempat hape doang.

Tapi kenapa benda-benda berbau kebayi-bayian jadi tersangkut paut gitu, ya? (rofl)

Oh, iya deh ngomong-ngomong.

Terjadi kesalahan penghitungan pola yang bikin hasil rajutannya jadi melebar nggak jelas. (rofl)

Dua Ratus Sepuluh Hari

Langit sedang tumpah di luar sana. Menelusupkan dingin yang tidak hanya sampai ke kulit, namun juga ke celah-celah hati yang lukanya hampir mengering. Perih. Karena setiap hembusan dinginnya mengingatkanku akan kita, yang tak pernah benar-benar dimulai dan tak pernah benar-benar selesai.

Mungkin memang kita tidak pernah ada. Kita cuma sebuah impian semu yang tercipta dari sosokmu dan sosokku, tapi tidak pernah ditakdirkan untuk terwujud.

Tapi saat itu, detik itu, dengan kita yang semu itu, aku sudah cukup bahagia. Karena di antara kita yang semu itu ada kamu yang nyata.

Aku tidak peduli jika orang lain lupa. Mereka boleh lupa sesuka mereka, dan aku mungkin akan terus bergeming.

Tapi tidak kamu.

Jangan kamu.

Kamu adalah satu-satunya orang yang tidak boleh lupa.

(more…)