<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Life Happens</title>
	<atom:link href="http://d3wdr0p.com/category/creativity/fiction/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://d3wdr0p.com</link>
	<description>good things fall apart so better things can fall together...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 May 2012 02:48:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Dua Ratus Sepuluh Hari</title>
		<link>http://d3wdr0p.com/2012/02/dua-ratus-sepuluh-hari/</link>
		<comments>http://d3wdr0p.com/2012/02/dua-ratus-sepuluh-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 17:25:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faye</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiction]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[perpisahan]]></category>
		<category><![CDATA[putus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://d3wdr0p.com/?p=2125</guid>
		<description><![CDATA[Langit sedang tumpah di luar sana. Menelusupkan dingin yang tidak hanya sampai ke kulit, namun juga ke celah-celah hati yang lukanya hampir mengering. Perih. Karena setiap hembusan dinginnya mengingatkanku akan kita, yang tak pernah benar-benar dimulai dan tak pernah benar-benar selesai. Mungkin memang kita tidak pernah ada. Kita cuma sebuah impian semu yang tercipta dari &#8230;<br/><a class="more-link" href="http://d3wdr0p.com/2012/02/dua-ratus-sepuluh-hari/">Read more <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Langit sedang tumpah di luar sana. Menelusupkan dingin yang tidak hanya sampai ke kulit, namun juga ke celah-celah hati yang lukanya hampir mengering. Perih. Karena setiap hembusan dinginnya mengingatkanku akan kita, yang tak pernah benar-benar dimulai dan tak pernah benar-benar selesai.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin memang kita tidak pernah ada. Kita cuma sebuah impian semu yang tercipta dari sosokmu dan sosokku, tapi tidak pernah ditakdirkan untuk terwujud.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi saat itu, detik itu, dengan kita yang semu itu, aku sudah cukup bahagia. Karena di antara kita yang semu itu ada kamu yang nyata.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tidak peduli jika orang lain lupa. Mereka boleh lupa sesuka mereka, dan aku mungkin akan terus bergeming.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi tidak kamu.</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan kamu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kamu adalah satu-satunya orang yang tidak boleh lupa.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2125"></span>Tentang pertama kali kita bertemu di antara semarak pesta pernikahan malam itu. Tentang kita yang bertukar senyum dan tertawa karena dipasang-pasangkan, lalu akhirnya bertukar cerita.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan walaupun cerita tentang kita yang semu itu tidak sampai dua ratus sepuluh hari usia hidupmu, bagaimana kamu bisa lupa? Dengan tawa yang kita bagi setiap malam, di antara candaan konyol aku dan kamu. Kamu yang selalu tahu bagaimana membuatku tersenyum, bahkan ketika aku bertemu denganmu dalam perasaan kesal setelah satu hari yang melelahkan. Kamu yang selalu tertawa ketika aku mulai bertanya apa arti kalimatmu, karena kemampuan bahasa daerahku yang belum begitu bagus.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa kamu juga sudah lupa dengan gemericik air mancur di taman tempat kita berbagi cerita? Dengan pemandangan kota dari ketinggian malam itu, di antara lampu-lampu yang berkerlip pelan di bawah sana seolah mencoba mengalahkan kerlip bintang di gelapnya langit. Ketika kamu melupakan perbedaan usia, dan melintasi perbedaan budaya untuk bersamaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin kita yang semu itu memang ditakdirkan untuk tidak pernah ada. Karena sementara sosokmu dan sosokku berusaha membangun kita yang semu itu menjadi nyata, kita meruntuhkan dunia satu sama lain, kita meremukkan hati satu sama lain. Sampai akhirnya kamu memilih untuk menyerah dan pergi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi dua ratus sepuluh hari sejak kamu memilih untuk pergi, aku masih bergeming di tempat ini, memegang impian semu tentang kita seorang diri. Karena kalaupun orang-orang memintaku untuk pergi, aku bahkan tidak pernah tahu kemana aku harus pergi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dua  ratus sepuluh hari sejak kamu memilih untuk pergi, aku masih bergeming,  menyaksikan impian tentang kita yang semu tercabik-cabik, setiap kali aku  tahu kamu mulai melupakanku, setiap kali aku tahu kamu mencari orang  lain untuk menggantikanku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dua ratus sepuluh hari sejak kamu memilih untuk pergi,<em> I still can&#8217;t stand the sight of you&#8230; finding someone new and forgetting me</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://d3wdr0p.com/2012/02/dua-ratus-sepuluh-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

