• Archive by category "Film"

Blog Archives

Nonton Bareng The Avengers

Rabu kemarin saya berkesempatan menonton The Avengers versi 3D bersama anak-anak RO-ers Malang. Ini pertama kalinya saya nonton 3D loh, hahaha. Awalnya gara-gara pembicaraan di grup, lalu tercetuslah ide untuk bareng-bareng ke Surabaya demi menonton The Avengers yang sedang ramai-ramainya dibicarakan itu. Kenapa harus ke Surabaya? Karena di Malang memang belum ada bioskop 3D. (okok) Beruntung sekali anak-anak mau berkompromi dengan saya yang hari Kamis-nya sudah harus berangkat ke Bandung, sehingga acara nonton bareng ini diputuskan hari Rabu. (cozy)

Kami berangkat agak siang, karena menunggu Apip yang harus menyelesaikan UTS-nya dulu. Dia satu-satunya yang masih ada UTS, sementara sisanya adalah mahasiswa dan mahasiswi yang seharusnya sudah siap-siap hengkang dari kampus. (ninja) Setelah tunggu menunggu dan kengaretan yang biasa, mobil (atau seperti yang pemiliknya sebut, “gerobak”) yang dikemudikan Arip meluncur ke arah Surabaya.

Perjalanan ke Surabaya lumayan lancar tanpa kemacetan yang berarti. Hambatannya paling-paling karena yang nyupir lupa-lupa ingat jalan ke arah Surabaya Town Square, sementara waktu juga semakin mepet. Salah satu temen yang memang berdomisili di Surabaya sudah stand by dari ketika loket dibuka dan memesankan tiket pukul 15:15. Untung saja akhirnya kita tiba dengan selamat di parkiran Sutos sekitar pukul tiga kurang.

Ngomong-ngomong, sebelum saya lanjutkan, tulisan berikutnya ini kemungkinan besar merupakan SPOILER. Bagi yang nggak suka spoiler silakan di-skip aja. (haha) Don’t say I didn’t warn you. :p

(more…)

Hotarubi no Mori e (蛍火の杜へ)

hotarubi cover

Time might separate us some day. But, even still, until then, let’s stay together.

Movie yang diangkat dari manga berjudul sama, dari mangaka yang juga membuat Natsume Yuujinchou, Yuki Midorikawa. Bercerita tentang Hotaru, yang ketika berusia enam tahun pernah tersesat di hutan tempat dewa gunung dan youkai tinggal. Gambarnya khas sekali, youkai dengan topeng lucu. :D

hotarubi screenshot

Durasinya Hotarubi no Mori e ini pendek, cuma sekitar 45 menit, tapi seperti halnya kalau nonton Natsume Yuujinchou, nggak bisa berhenti ngikutin ceritanya, dan craving for more.

hotarubi screenshot

Midorikawa Sensei, you really know how to give us a beautiful and heart warming story, but yet rip our heart apart at the same time. T_T

Stand Up Comedy

Gua pake apa? Gua pake where is my love? Tanda panah kemana-mana?

Orang ini memang random serandom-randomnya. Galau pun random. (rofl)

Banyak Banyaklah Makan Mi, Biar Nggak Busuk *eh*

Di suatu malam yang random, seperti biasanya saya makan malam sambil nonton sesuatu. Kali ini yang ditonton xxxHolic Kei, pas lagi episode Mizukumi / Water Gathering. Jadi ceritanya Neko Musume meminta Yuuko buat mengumpulkan air dari sumur yang ada di belakang rumah seseorang karena sebagai kucing dia nggak mungkin melakukan itu sendirian. Akhirnya Watanuki dan Doumeki yang pergi untuk mengambil air dari sumur yang dimaksud.

Selama beberapa hari mengambil air dari sumur itu, Watanuki selalu ketakutan diketahui pemilik rumah yang bersangkutan dan dilaporkan ke polisi. Tapi ternyata hal itu nggak pernah terjadi. Padahal selama beberapa hari itu pula Watanuki yakin kalau ada seorang gadis berambut panjang yang selalu memerhatikan mereka saat mengambil air dari jendela di lantai dua. Berhubung Doumeki juga bisa melihat gadis itu, jadi bisa dipastikan gadis itu bukan hantu atau siluman, tapi tetap saja Watanuki merasa ada sesuatu yang aneh.

Di hari terakhir ketika akhirnya sumur yang diambil airnya itu hampir kering, kain yang dipakai untuk membungkus toples pembawa air terbang sampai ke lantai dua, tepat di ruangan tempat gadis yang lagi-lagi masih duduk di pinggir jendela itu berada.

Mau nggak mau mereka akhirnya masuk ke dalam rumah. Anehnya rumah itu nggak dikunci, dan kelihatan sudah lama nggak ditempati. Nggak ada peralatan makan, nggak ada alat masak, semua lampu mati, dan kondisinya berdebu. Waktu mereka sampai di lantai dua, di ruangan dimana mereka tau ada gadis yang biasa duduk menghadap ke luar, dan menyapa si gadis… gadis itu jatuh ke lantai dan diam nggak bergerak.

Jejejeng…. Gadis tadi bukan manekin sodara-sodara, tapi mayat. Mayat yang entah dari kapan ada di sana sendirian dan nggak membusuk.

mayat

jadi ini mayat ceritanya, gambarnya nggak saya edit dan dikasih tulisan website saya lagi kayak biasanya soalnya saya nulis ini tengah malem... and it gives me chill just to look at the picture, hiiy ><

Kok bisa sih si mayat masih tetep dalam kondisi kayak gitu?

Kalau di anime itu penjelasannya sih karena makanan manusia sekarang udah banyak yang ada zat pengawetnya jadi tanpa disadari mengawetkan badannya sendiri. Doumeki cerita kalau mayat-mayat yang ditangani kuilnya antara ketika dia masih kecil dulu sama yang sekarang sedikit berbeda. Mayat-mayat waktu dia masih kecil dulu lebih cepat membusuk daripada sekarang.

Di dunia nyata? Kalau di agama saya, memang ada orang-orang tertentu yang katanya diberi kelebihan tubuhnya nggak akan membusuk ketika sudah meninggal. Kalau yang selain itu, soal kebanyakan bahan pengawet makanan membuat mayat zaman sekarang nggak cepat membusuk kayak zaman dulu, saya nemu artikel ini, sih. Link lain kira-kira sama isinya.

Terus kalau saya kerjaannya makan mi instan begini, masa nanti jadi awet kayak yang di xxxHolic? (pinched)

Tentang Mario Teguh

Saya bukan salah satu pendengar setia Mario Teguh. Kata-kata bijaknya cuma biasa saya dapatkan dari status beberapa teman yang sering mengutip beliau. Saya, yang buat menonton acara macam apapun di televisi kosan saja malas, nggak pernah repot-repot menyempatkan diri menonton Metro TV pukul tujuh malam. Saya cuma orang lewat yang tiba-tiba saja merasa terusik karena di dalam grup komunitas jejaring sosial yang saya ikuti tiba-tiba ada gambar seperti ini:

mario teguh

Awalnya saya cuma tertawa. Tapi komentar-komentar orang yang bersangkutan yang sangat berbau flamming membuat saya gatal. Dari mulai dibilang cuma bisa ngomong doang lah, cemen lah, penipu lah, pinter ngomong tapi banyak dosa lah, dan lain-lain dan sebagainya. Rasanya seperti melihat orang yang melampiaskan kemarahan yang dia punya sama orang lain yang sebenarnya nggak ada hubungannya sama sekali. Atau memang lagi pengen sinis aja, saya juga nggak tahu.

Pernah mengalami nggak, ketika ada seseorang yang menceritakan masalahnya kepadamu, sesuatu yang tidak bisa kamu bantu secara langsung, lalu kamu sudah berusaha keras memberinya kata-kata penghibur dan penyemangat terbaik, solusi terbaik yang bisa kamu pikirkan, lalu orang itu berkata “ngomong sih gampang” sambil melengos?

Iya, ngomong memang gampang. Karena orang lain memang cuma bisa membantu sebatas itu. Pada akhirnya keputusan terakhir ada di tangan kita sendiri-sendiri. Keputusan mau menjalankan solusi yang diberikan atau memilih diam dan nggak melakukan apa-apa, keputusan buat terus menerus depresi atau mau bangkit, keputusan buat terus berjuang untuk hidup atau menyerah begitu saja. Bukankah begitu juga halnya dengan mereka-mereka yang disebut dengan motivator itu?

Mungkin di luar sana ada orang-orang yang walaupun mendengarkan kata-kata Mario Teguh ratusan kali pun tidak terpengaruh dan tetap putus asa. Tapi siapa yang tahu juga kalau di sudut negeri sana ada orang-orang yang tersemangati ketika mendengar kata-kata beliau lalu memutuskan untuk berjuang sekali lagi. Seperti halnya seorang laki-laki yang pada awalnya sudah ingin bunuh diri lalu mengurungkan niatnya setelah membaca Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata.

Orang-orang menghibur dengan cara yang berbeda, menyemangati dengan cara yang berbeda. Orang-orang juga akan terhibur dan tersemangati dengan cara yang berbeda. Tapi ujung-ujungnya pilihan tentang hidup akan selalu kita yang memilih sendiri, bukan dipilihkan oleh Mario Teguh, Andrea Hirata, atau siapapun. Juga pilihan untuk hidup dengan berbagi energi positif atau tidak.