Archive for category Film

Stand Up Comedy

Gua pake apa? Gua pake where is my love? Tanda panah kemana-mana?

Orang ini memang random serandom-randomnya. Galau pun random. (rofl)

, , , , , , , , , , , , , ,

4 Comments

Banyak Banyaklah Makan Mi, Biar Nggak Busuk *eh*

Di suatu malam yang random, seperti biasanya saya makan malam sambil nonton sesuatu. Kali ini yang ditonton xxxHolic Kei, pas lagi episode Mizukumi / Water Gathering. Jadi ceritanya Neko Musume meminta Yuuko buat mengumpulkan air dari sumur yang ada di belakang rumah seseorang karena sebagai kucing dia nggak mungkin melakukan itu sendirian. Akhirnya Watanuki dan Doumeki yang pergi untuk mengambil air dari sumur yang dimaksud.

Selama beberapa hari mengambil air dari sumur itu, Watanuki selalu ketakutan diketahui pemilik rumah yang bersangkutan dan dilaporkan ke polisi. Tapi ternyata hal itu nggak pernah terjadi. Padahal selama beberapa hari itu pula Watanuki yakin kalau ada seorang gadis berambut panjang yang selalu memerhatikan mereka saat mengambil air dari jendela di lantai dua. Berhubung Doumeki juga bisa melihat gadis itu, jadi bisa dipastikan gadis itu bukan hantu atau siluman, tapi tetap saja Watanuki merasa ada sesuatu yang aneh.

Di hari terakhir ketika akhirnya sumur yang diambil airnya itu hampir kering, kain yang dipakai untuk membungkus toples pembawa air terbang sampai ke lantai dua, tepat di ruangan tempat gadis yang lagi-lagi masih duduk di pinggir jendela itu berada.

Mau nggak mau mereka akhirnya masuk ke dalam rumah. Anehnya rumah itu nggak dikunci, dan kelihatan sudah lama nggak ditempati. Nggak ada peralatan makan, nggak ada alat masak, semua lampu mati, dan kondisinya berdebu. Waktu mereka sampai di lantai dua, di ruangan dimana mereka tau ada gadis yang biasa duduk menghadap ke luar, dan menyapa si gadis… gadis itu jatuh ke lantai dan diam nggak bergerak.

Jejejeng…. Gadis tadi bukan manekin sodara-sodara, tapi mayat. Mayat yang entah dari kapan ada di sana sendirian dan nggak membusuk.

mayat

jadi ini mayat ceritanya, gambarnya nggak saya edit dan dikasih tulisan website saya lagi kayak biasanya soalnya saya nulis ini tengah malem... and it gives me chill just to look at the picture, hiiy ><

Kok bisa sih si mayat masih tetep dalam kondisi kayak gitu?

Kalau di anime itu penjelasannya sih karena makanan manusia sekarang udah banyak yang ada zat pengawetnya jadi tanpa disadari mengawetkan badannya sendiri. Doumeki cerita kalau mayat-mayat yang ditangani kuilnya antara ketika dia masih kecil dulu sama yang sekarang sedikit berbeda. Mayat-mayat waktu dia masih kecil dulu lebih cepat membusuk daripada sekarang.

Di dunia nyata? Kalau di agama saya, memang ada orang-orang tertentu yang katanya diberi kelebihan tubuhnya nggak akan membusuk ketika sudah meninggal. Kalau yang selain itu, soal kebanyakan bahan pengawet makanan membuat mayat zaman sekarang nggak cepat membusuk kayak zaman dulu, saya nemu artikel ini, sih. Link lain kira-kira sama isinya.

Terus kalau saya kerjaannya makan mi instan begini, masa nanti jadi awet kayak yang di xxxHolic? (pinched)

, , , , , , , , , , , , , , , ,

4 Comments

Tentang Mario Teguh

Saya bukan salah satu pendengar setia Mario Teguh. Kata-kata bijaknya cuma biasa saya dapatkan dari status beberapa teman yang sering mengutip beliau. Saya, yang buat menonton acara macam apapun di televisi kosan saja malas, nggak pernah repot-repot menyempatkan diri menonton Metro TV pukul tujuh malam. Saya cuma orang lewat yang tiba-tiba saja merasa terusik karena di dalam grup komunitas jejaring sosial yang saya ikuti tiba-tiba ada gambar seperti ini:

mario teguh

Awalnya saya cuma tertawa. Tapi komentar-komentar orang yang bersangkutan yang sangat berbau flamming membuat saya gatal. Dari mulai dibilang cuma bisa ngomong doang lah, cemen lah, penipu lah, pinter ngomong tapi banyak dosa lah, dan lain-lain dan sebagainya. Rasanya seperti melihat orang yang melampiaskan kemarahan yang dia punya sama orang lain yang sebenarnya nggak ada hubungannya sama sekali. Atau memang lagi pengen sinis aja, saya juga nggak tahu.

Pernah mengalami nggak, ketika ada seseorang yang menceritakan masalahnya kepadamu, sesuatu yang tidak bisa kamu bantu secara langsung, lalu kamu sudah berusaha keras memberinya kata-kata penghibur dan penyemangat terbaik, solusi terbaik yang bisa kamu pikirkan, lalu orang itu berkata “ngomong sih gampang” sambil melengos?

Iya, ngomong memang gampang. Karena orang lain memang cuma bisa membantu sebatas itu. Pada akhirnya keputusan terakhir ada di tangan kita sendiri-sendiri. Keputusan mau menjalankan solusi yang diberikan atau memilih diam dan nggak melakukan apa-apa, keputusan buat terus menerus depresi atau mau bangkit, keputusan buat terus berjuang untuk hidup atau menyerah begitu saja. Bukankah begitu juga halnya dengan mereka-mereka yang disebut dengan motivator itu?

Mungkin di luar sana ada orang-orang yang walaupun mendengarkan kata-kata Mario Teguh ratusan kali pun tidak terpengaruh dan tetap putus asa. Tapi siapa yang tahu juga kalau di sudut negeri sana ada orang-orang yang tersemangati ketika mendengar kata-kata beliau lalu memutuskan untuk berjuang sekali lagi. Seperti halnya seorang laki-laki yang pada awalnya sudah ingin bunuh diri lalu mengurungkan niatnya setelah membaca Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata.

Orang-orang menghibur dengan cara yang berbeda, menyemangati dengan cara yang berbeda. Orang-orang juga akan terhibur dan tersemangati dengan cara yang berbeda. Tapi ujung-ujungnya pilihan tentang hidup akan selalu kita yang memilih sendiri, bukan dipilihkan oleh Mario Teguh, Andrea Hirata, atau siapapun. Juga pilihan untuk hidup dengan berbagi energi positif atau tidak.

,

4 Comments

Nyanko Nyankichi Nyangoro Nyan… Nyan… Nyanta?

I’m weak for cute things, seperti yang telah terbukti beberapa kali ketika saya tiba-tiba tergila-gila sama Jamapi dan Chii.

51 episode Wedding Peach, anime lawas tentang malaikat cinta pembela kebenaran (oh iyes, beneran ini (rofl) ) yang dulu banget sempet diputer di televisi, berhasil saya tamatin sambil berkya-kyaa liat Jamapi. (kyaaa) 104 episode Chi’s Sweet Home juga habis dilahap sambil guling-guling dan teriak-teriak liat Chii yang super imut. Tapi Chi’s Sweet Home emang durasi satu episodenya pendek banget sih, cuma sekitar tiga sampai empat menitan, jadi nggak heran episodenya banyak gitu. (haha)

Sekarang saya nemu satu makhluk lagi yang nggak kalah imutnya dan berhasil bikin saya maraton nonton anime dari season satu sampai season tiga. (haha)

nyanko8

Nyanko-senseeeeeeeeeeei~

ini tentang kucing super gendut tapi juga super imut, nyahahaha…

, , , , , , , , , , , , , ,

4 Comments

Percy Jackson and the Olympians: The Lightning Thief

Ada satu hal yang mau saya bilang sejak pertama liat film ini….

YANG JADI PERCY JACKSON GANTENG SANGAT!

Pakai bold dan dimiringin terus di garis bawah, pertanda pentingnya tingkat tiga….*disepakin*

percy jackson

Percy Jackson

Ya Tuhan, makan apa anak orang jadi ganteng begitu…. (haha) Ceweknya seperti kata Amri, cantik banget juga, tapi karena saya cewek jadi wajar dong kalau hebohnya lihat yang ganteng. (haha)

Waktu awal nonton, dari daftar pemain yang ada di scene opening-nya lumayan banyak yang saya kenal. Padahal saya jarang-jarang hafal nama aktor dan aktris yang main, cuma tau mukanya dan main di film apa. Ada Pierce Brosnan, Uma Thurman, sampai Melina Kanakaredes yang main di CSI: New York itu. Bahkan sutradaranya ternyata adalah Chris Columbus.

Film ini diangkat dari buku berjudul sama, yang mana saya tahu cerita ini juga awalnya dari bukunya. Koleksi saya baru sampai jilid tiga, dan kalau ada yang mau beliin jilid empat dan limanya sumpah saya nggak nolak. :D Di antara keraguan menonton karena biasanya memang film nggak bisa memenuhi ekspektasi imajinasi saya dari membaca sebuah buku seperti yang terjadi sama seri Harry Potter, temen saya juga bilang kalau filmnya jelek. Tapi ternyata itu karena dia nggak suka konsep ceritanya yang semacam parodi dewa dewi Olympia, sementara saya kan suka bukunya. :D Jadi akhirnya nonton juga ketika koneksi internet yang katanya pintar ini ternyata tidak begitu pintar sehingga membuat saya mati gaya.

Yah, sepertinya saya akan terus lebih mencintai buku darimana sebuah film diangkat dibandingkan filmnya. Kalau untuk urusan setting film biasanya saya tidak protes dan senang-senang saja melihat apa yang selama ini saya imajinasikan bisa jadi nyata seperti itu. Tapi kalau untuk urusan plot, mungkin karena durasi yang terbatas juga, nggak semua yang ada di buku bisa diangkat ke dalam film dan jadinya ada beberapa hal yang harus diubah sehingga cerita tetap bisa dimengerti sama mereka yang nggak baca bukunya.

percy jackson

Annabeth

Begitu pula dengan Percy Jackson ini. Kalau di film, kita dan orang-orang di dalam cerita itu sudah tahu bahwa Percy adalah anak dari Poseidon, sementara di buku, hal itu baru diketahui setelah Percy ada di Camp Half Blood dan terluka dalam pertandingan perebutan bendera lalu tercebur ke sungai. Saat itulah tiba-tiba saja pendar cahaya berbentuk trisula Poseidon muncul di atas kepalanya, dan semua orang terkejut ketika tahu Percy adalah anak dari salah satu dewa tiga besar.

I love that scene, where Poseidon acknowledge Percy as his son. Sayang nggak ada di film. :D

Dang ngomong-ngomong saya tidak menemukan Titan disebut-sebut sama sekali. Titan yang harusnya menguasai Luke Skywalker dan membuat dia mencuri petir Zeus dan helm kegelapan Hades. (pouty)

, , , , ,

6 Comments