Blog Archives

Crushed

hancur hatikuuu~

Menemukan eyeshadow dalam kondisi hancur lebur. Jatohnya kapan dan gimana aja nggak inget.

Jerawat-jerawat Kecil

Kulit muka saya lagi ngambekan akhir-akhir ini. Persis orangnya. Jerawat kecil-kecil muncul di sekitar pipi dan dagu, dan kadang-kadang nyasar ke hidung. Selain dari keberadaan jerawat itu sendiri, hal yang paling menyebalkan tentu saja bekas jerawatnya di kemudian hari, yang bakal butuh waktu lama untuk hilang.

Padahal biasanya saya nggak begitu bermasalah sama jerawat. Kecuali satu dua menjelang siklus bulanan.

Terakhir kali hal yang sama terjadi, adalah waktu saya nyobain cleansing milk dan toner-nya Nivea. Awal-awal dipakai nggak ada masalah, dan malah muka kerasa seger, sesuai sama deskripsi produknya yang bilang “Aqua Effect Refreshing”. Tapi menjelang separo pemakaian, mulai bermunculan gelembung-gelembung busa kecil di sekitar pipi, yang akhirnya mereda setelah saya berhenti pakai produk pembersih yang bersangkutan.

Untung waktu itu saya lagi rajin-rajinnya pakai masker madu yang dicampur air lemon, jadi nggak terlalu banyak bekas-bekas pertempuran yang tersisa.

Jadilah ketika sekarang jerawat-jerawat mulai bermunculan lagi, saya langsung curiga sama dua produk pembersih yang baru saya pakai, make up remover dan facial foam dari seri anti acne-nya Pixy.

Efek jerawat pertama muncul setelah beberapa hari pakai facial foam. Oh, oke. Mungkin nggak cocok. Ini ceritanya anti acne kok malah jerawatan. Tapi saya masih mikir mungkin make up remover-nya bakal nggak masalah. Ternyata sama aja. Halah. (haha)

Dua-duanya sebenernya saya pilih karena harganya relatif lebih murah. Facial foam-nya jelas lebih murah dari Hada Labo yang biasanya saya pakai. Make up remover-nya juga lebih murah dibanding punyanya Maybelline. Saya juga cocok sih sama produk make up remover-nya Wardah, tapi lupa harganya berapa (kemungkinan hampir sama). Selain itu, saya sengaja pilih make up remover yang anti acne dan bukannya cleansing milk dan toner-nya Pixy yang saya tahu saya cocok, karena lagi pengen pake pembersih yang all-in-one. Soalnya kadang kalau udah cape… mau bersihin muka dua kali pakai cleansing milk dan toner (belum lagi cuci mukanya) itu malesin. (pouty)

Satu alasan lagi deng… karena nyari Hada Labo dan Maybelline itu harus ke tempat yang agak gedean. Dan tempat yang agak gedean berarti jauh dari kosan. Ada satu minimarket di dekat sini yang sempat jual Hada Labo, tapi kemudian dia lamaaaaaaaaa nggak nyetok lagi. Sekarang ketika udah nyetok lagi juga nggak ada facial foam.  (haha) Tapi daripada yah… mendingan saya ngesot jauh-jauh nyari produk yang emang cocok.

Khusus make up remover sendiri, sekarang lagi mempertimbangkan buat pake olive oil aja. Kebetulan saya lagi ganti masker madu dan air lemon jadi olive oil. Dan sebotol olive oil 250 ml itu banyak, padahal udah dipake buat rambut segala. Lololol. Mending sekalian saya ganti make up remover jadi yang alami.

27 November

Oh….
Tanggal 27….
Laporan hibah penelitian gimana….
/nyelem

On Another Note…

…kemaren saya sempat batuk dua minggu nggak sembuh-sembuh. Biasanya sekitar subuh sampai pagi paling parah. Setiap bangun tidur bukannya seger malah kayak orang mau mati. mulailebaykamu Batuk, bersin daningus nggak berhenti sampai dua jam.

Seminggu pertama masih dianggap enteng. Ah elah, ini mah alerginya. Entar juga berhenti sendiri.

Tapi setelah seminggu nggak ada perubahan akhirnya capek juga tiap hari kayak begitu. Jadilah saya ngerampok obat batuk punya ade kosan. Ada kali itu isinya masih lebih dari separo botol. Dan sampe tetes terakhir saya ngehabisin obat batuk itu, nggak ada yang terjadi. (mooong) Ya salah juga kali ya, udah tau bukan batuk flu. Muhahaha.

Ujung-ujungnya nyerah dan ke dokter. Dikasih obat segambreng. Dua hari kemudian udah lumayan baikan. gitugakdarikemaren

Nah, salah satu obat resep yang dikasih dokter itu, ada yang bentuknya cantik banget:

kece yak obatnya :”>

Kapsulnya bening dan isinya warna-warni. Aaaaaaaak. Kenapa obatnya lucu beginiiii. Saya kan jadi gemes pengen mainin. (cling) Bisa dimain-mainin kayak jam pasir. Terus penasaran pengen buka kapsulnya pula. Apa nanti disisain satu buat mainan ya? /plak

Jadi?

Jadi kesimpulannya obatnya lucu. Pake banget. (blush) Udah, maksudnya mau posting foto itu doang sih. (haha)

Dilema Belanja di Hypermart

Tadi sore saya berangkat ke Giant di daerah Dinoyo dengan niat mencari lemon untuk dibikin masker. Tapi apa daya, ternyata stok lemon di Giant Dinoyo habis sehingga mau tidak mau saya akhirnya pindah haluan ke Hypermart Matos. Tau sendiri lah, semakin besar tempat belanja, semakin beragam isinya, maka godaan belanja juga semakin kuat.

Benar saja, sampai di Hypermart, baru jalan sekitar lima meter, saya disambut satu rak yang berisi benda-benda aneh bermerek Jepang. Ck, benda-benda kayak gini lucunya memang nggak nahan. Mulai dari alat-alat makan yang bentuknya persisi seperti di film-film dan anime Jepang, gelas, tempat minum lucu-lucu, sumpit besi, tempat sikat gigi bergambar ayah ibu dan kakek nenek, sampai jepitan kertas berbentuk ikan paus. Padahal biasanya di Hypermart Matos nggak pernah ada yang seperti ini, adanya di Giant cabang MOG, itu pun sudah jarang sekarang.

Awal-awal sih memang cuma lihat-lihat tanpa berniat membeli sambil menggumam lucu entah berapa kali.

Ah, ini nggak perlu.

Sumpit juga sudah punya. Kebanyakan malah.

Jepitan kertasnya terlalu lucu, pasti nggak dipakai karena sayang nanti. 

Sampai kemudian di antara tumpukan barang-barang itu saya menemukan sushi mat, bersebelahan sama cetakan sushi.

sushi mat (dan sekantong lemon)

Benda ini dicari dimana-mana di Malang nggak ada. Teman saya dulu pernah beli sushi mat yang terbuat dari bambu di toko Laylay, tapi ketika saya cari ke sana sudah nggak ada. Eh sekarang tau-tau muncul begitu saja di depan mata. Memang bahannya dari plastik, tapi karena nggak ada pilihan lain dan mumpung ada (iya tau ini kalimat sakti buat membenarkan alasan belanja yang impulsif), akhirnya saya beli juga.

Seminggu lagi saya pulang ke rumah, waktunya praktek resep-resep yang bertebaran di folder bookmark browser, dan saya akhirnya bisa bikin sushi, atau mungkin kimbap, dengan benar tanpa membuat isinya murudul. Murudul membahasa Indonesiakannya gimana ngomong-ngomong? “Keluar-keluar” gitu? (okok)

Anywaaay… berarti saya ujung-ujungnya bakalan ke Laylay juga buat beli nori. Padahal niat awal beli lemon di Giant itu biar nggak harus ke Laylay. (haha)