Blog Archives

Counterpain

Counterpain. Aku cinta kamu.

Daijoubu

Kamu ingat kalau kamu punya alergi, kan, Fay? Belum lupa dengan hasil ronsen terakhirmu dan apa kata dokter waktu itu? Kamu tahu sendiri kalau kamu nangis terus-terusan nanti kamu nggak bisa napas, kan? Jadi jangan nangis lagi…. Ya?

Kamu nggak kasihan sama gumpalan-gumpalan tisu di atas kasurmu? Di atas karpet kamarmu? Kamu mungkin butuh mereka tiga kali lebih banyak daripada orang lain. Kasihan pohon-pohon yang harus ditebang untuk membuat mereka. Jadi jangan nangis lagi…. Ya?

Daijoubu. Daijoubu.

Hari Pertama Tahun Baru

Malang Town Square kala tahun baru itu padat merayap. Manusia tumpah ruah dari mulai pintu depan sampai pojokan food court. Kebanyakan rombongan keluarga, bersama anak kecil yang merengek entah minta apa sementara si bapak membujuk untuk pergi ke Gramedia saja.

Tadi pagi sebenarnya tidak ada rencana kemana-mana. Lalu kemudian sadar kalau saya belum beli agenda 2013. Gara-gara terakhir kali ke Togamas cuma menemukan stok agenda lama bergambar Winnie the Pooh dan Barbie yang plastiknya sudah terbuka dan pinggirannya mulai menghitam, saya sampai lupa. Sempat terpikir untuk mencari majalah yang bonusannya agenda, tapi kemudian sampai tahun berganti belum juga dilakukan.

Sejak kuliah memang saya terbiasa memakai agenda. Kegiatan lumayan banyak, kuliah, tugas-tugas, praktikum, organisasi di kampus dan di luar kampus, dan lain-lain, sementara saya orangnya suka lupaan. Ditulis di agenda saja kadang-kadang masih bisa lupa. Tapi masih mending daripada nggak usaha sama sekali biar nggak lupa, kan? Hahahaha.

Anyway, setelah terpana sebentar di pintu depan sambil menunggu mobil lewat, saya langsung menyelam di antara lautan manusia, turun ke lantai bawah lewat eskalator di depan Gramedia karena eskalator yang di tengah penuh. Lagipula eskalator ini jaraknya lebih dekat ke stand majalah. Sampai di sana ternyata majalah-majalah dengan bonusan agenda sudah habis. Salah juga memang baru dicari sekarang. Ada sih, satu majalah berbonus agenda, tapi agenda pertumbuhan kehamilan, hadiahnya Cosmopolitan Pregnancy. Pfftt.

(more…)

Boneka Masa Kecil

Barbie, satu-satunya jenis boneka yang merepresentasikan manusia yang mau saya mainkan ketika kecil.

barbie

boneka barbie

Kalian tahu boneka-boneka anak perempuan berbadan besar, berpipi gendut, dan berambut ikal yang biasa dijual? Boneka-boneka sejenis Susan? Mereka mengerikan. (pouty) Apalagi beberapa jenis yang bisa mengeluarkan suara bayi menangis. Hidup saya nggak akan tenang kalau ada boneka macam itu di dalam rumah.

Bahkan sebelum saya mengenal Chucky, saya selalu punya imajinasi liar bahwa mereka akan hidup dan bergerak sendiri ketika malam turun, berkeliaran di seluruh rumah, melakukan entah apa, dan kembali diam saat matahari terbit. Bukannya saya tidak pernah terpikir bahwa barbie juga bisa saja ikut “hidup”, but they are less scarier. (pouty)

(more…)

Bengong di Tengah Kegelapan

Malam tadi mati listrik, yang kedua kalinya dalam dua hari terakhir. Gara-gara pulang ke rumah cuma enam bulan sekali, saya sampai lupa kalau PLN sini hobinya emang mati nyalain listrik.

Satu jam pertama masih anteng aja, mondar-mandir berbekal lampu emergency. Memasuki dua jam saya mulai guling-guling nggak jelas sambil twitteran via hp, tapi masih berkeyakinan bahwa mati listrik ini nggak bakal lama-lama banget. Tiga jam berlalu, mulai ngedumel karena banyak nyamuk. Biasa, kalau gelap gitu nyamuk-nyamuk emang tambah centil. Salahnya emang saya belum mandi sore sih. Niatnya mau mandi sekitar jam setengah delapanan, tapi keburu blackout, apa daya…. (lonely)

Tiga jam setengah berlalu, lampu-lampu emergency udah pada mati. Yang masih nyala tinggal lampu meja yang bisa di-charge, dan itu pun udah redup. Nyamuknya ganas, buset. Akhirnya saya nggak tahan dan ngambil tiga lilin buat nemenin di kamar mandi. Harapan saya bahwa listrik akan segera menyala lagi sudah punah.

Selesai mandi saya balik lagi guling-guling, twitteran, denger musik, berharap bisa tidur dan begitu bangun semua ini cuma mimpi semua udah terang benderang. TAPI SAYA GAK BISA TIDUR!

Saya udah sikat gigi, cuci muka, cuci kaki, dan baca do’a sebelum tidur, tapi tetep aja nggak tidur-tidur juga. Yang ada cuma tidur-tidur ayam. Bukan, bukan tidur bareng ayam di kandang ayam. Itu loh, tidur yang cuma terlelap sebentar terus kebangun lagi. Gitu terus selama satu jam.

Semacam tidur. Bangun. Guling-guling lagi. Cek twitter. Ubah lagu yang lagi muter di hp. Semacam tidur. Duduk. Liat sekeliling gelap. Matiin lagu. Guling-guling lagi. Semacam tidur. Melek lagi.

Tuhaaaan…. >///<

Akhirnya saya malah twitteran lagi, kepo liat-liat profil orang sampai akhirnya batre hp abis. Lalu saya terdiam sendiri di kegelapan…. *halah*

Orang satu rumah udah pada tidur. Saya masih bengong.

Orang yang ngeronda udah ngetokin tiang listrik dua kali. Saya masih bengong.

Ya bengong aja gitu, nggak ada yang diliat juga secara gelap banget. Mau galau-galauan juga nggak ada yang digalauin. Mau mikir judul skripsi juga nge-blank. Ya udah bengong aja sambil berharap saya akhirnya ketiduran karena capek bengong. (ups)