Blog Archives

Jangan Kepo, Nanti Mupeng

Kapan hari ada kabar kalau Nayasa akan menikah. Dan kemudian hebohlah followers-nya.

Hebohnya tentu berujung pada kepo. Dari mulai kepo “kapan” sampai “sama siapa” sampai “gimana ceritanya“. Maka berhati-hatilah kawan. Orang-orang bilang jangan kepo, soalnya nanti sakit hati. Kalau ini mah… jangan kepo, nanti mupeng. (rofl)

A: Mupeng.

A: Hasyem tenans.

B: Ayo pergi ke Mars.

B: :))

A: Sumpah kamprettttttts!

A: Ke Pluto aja yuk jauhan.

A: *langsung istighfar*

A: Puasa puasa besok puasa. :))

A: Biar gak mupeng lagi bhahahahahaha.

Kesimpulan dari percakapan Whatsapp absurd di atas yang tentu saja telah disensor halah adalah… wahai orang-orang yang kemaren kepo. Besok-besok puasa aja yuk. (rofl)

Di Suatu Hari yang Entah Kapan

Di suatu hari yang entah kapan, mungkin kita akan benar-benar bisa tinggal di satu kota yang sama. Lalu kemudian kita akan memutuskan untuk tinggal di tempat yang sama. Hingga kita tidak perlu lagi mengutuk operator telepon yang memutuskan sambungan setiap lima puluh menit sekali. Ataupun hobi barunya yaitu memutuskan sambungan telepon setiap dua puluh lima menit sekali.

Di hari-hari ketika tidak ada hal yang lebih baik yang bisa dilakukan, kita akan sama-sama duduk menghadap laptop masing-masing di ruang tengah. Lalu kamu akan mulai bercerita tentang drama korea baru yang sedang kamu tonton, dan aku akan bercerita tentang episode terbaru serial tv. Kamu akan mulai berbicara tentang betapa lucunya Kyungsoo dan betapa kerennya Kim Jongin, dan aku akan berbicara tentang betapa absurdnya Tony dan betapa cantiknya Ziva. Dan ketika kamu berbicara tentang momen-momen manis KaiSoo, aku akan berbicara tentang momen-momen manis Tiva. Dan bagaimanapun tidak masuk akalnya itu terdengar, kita mengerti apa yang dibicarakan satu sama lain.

Di hari lain ketika kita memutuskan untuk mencampur jeruk nipis dan madu untuk digunakan sebagai masker, kita akan mengeluh tentang bekas jerawat. Lalu kamu mulai bercerita tentang program diet terbarumu dan aku tidak bisa memutuskan jenis senam dan olahraga apa yang harus aku ambil bulan depan.

Dan biarpun begitu di dalam kulkas akan selalu tersedia coklat dan es krim karena kita sama-sama tahu dua hal itu adalah obat. Obat untuk perasaan-perasaan buruk yang pasti akan datang di hari-hari yang tidak kita duga. Dan kita tidak akan menangis sendirian.

Kita akan bertengkar. Itu pasti.

Tapi setelah itu kita akan baik-baik saja.

Cepet Sembuh, Kamu

Tadi malam Amri tiba-tiba ngomongin pepes ikan mas, sambil pamer-pamer kastangel sama saya yang seperti biasa kelaparan malam-malam. Lalu kita jadi sama-sama ingat kamu, yang waktu itu ngomel-ngomel karena status Y!M-nya yang bilang cewek yang nikahable itu adalah yang bisa masak pepes ikan mas yang enak. Saya juga jadi ingat, kalau saya punya postingan ini yang belum diselesaikan dari kemarin.

Saya cuma mau bilang cepat sembuh. Waktu kamu sms kalau kamu nggak suka harus pakai kursi roda dulu ketika keluar dari rumah sakit karena belum boleh berdiri, sebenarnya saya mau datang buat rame-ramein rumah sakit sekali lagi, dan bawain buku-buku buat nemenin. Tapi ternyata hari itu kamu sudah pulang ke ujung kota sebelah sana.

Cepet sembuh. Lalu nanti kita bisa sama-sama nyelesein skripsi, dan mungkin kalau sistem seminar hasilnya fakultas tercinta ini nggak ikut-ikutan diganti jadi per-konsentrasi, kita bisa gantian jadi moderator ketika yang lainnya seminar seperti yang kita omongin waktu nonton seminarnya Vebru.

Cepet sembuh. Kamu ingat trailer yang kita lihat sebelum film The Raid tahun lalu? Iya, alternate reality dimana ada dunia atas dan dunia bawah dengan gravitasi yang berkebalikan. Tokoh laki-laki dan perempuannya bertemu di puncak dunia masing-masing, lalu jatuh cinta. Maret ini filmnya bakal tayang di USA, dan berarti tinggal tunggu waktu sebelum sampai ke sini. Akhirnya, ya. Padahal kita sudah harap-harap cemas karena waktu itu filmnya cuma tayang di Rusia.

Cepet sembuh. Gramedia, Toga Mas, dan IBF udah kangen. Tukang bakso dan pempek langganan juga. Saya juga. Kangen nyasar-nyasar di jalan gara-gara nyari tempat yang jualan mi aceh dan tempat makan sop buah yang jualan samosa. Atau yang lebih jauh lagi, waktu kita magrib-magrib ke sudut desa entah di Batu sebelah mana waktu survei lokasi acara sampai nyasar-nyasar ke jalan hutan.

Cepet sembuh. Kamu masih mau ikut saya dan saya kenalin sama orang yang selalu bikin kita galau malam-malam kalau buka Twitter-nya kan? Hehehe.

Tapi sesungguhnya yang penting cuma kamu cepet sembuh. Itu saja sudah cukup.

Pokoknya

Pokoknya saya harus bisa pulang buat datang ke akad dan walimahannya Tyas! (rock)

*masih terbawa euforia kemarin*

*kenapa nulis postingan blog cuma sekalimat, kamu pikir ini Tumblr*

Euforia

Ternyata rasanya berbeda, antara Pocky yang bungkus kartonnya warna merah dengan yang bungkus kartonnya warna biru antara ketika yang mengabarkan akan menikah adalah teman-mu, dengan ketika yang mengabarkan akan menikah adalah sahabat-mu.

Empat tahun yang lalu, ketika saya baru saja lulus SMA, salah satu teman dari kelas sebelah memutuskan untuk langsung menikah. Tiga tahun setelahnya, berturut-turut datang kabar tentang si ini menikah minggu depan, atau si anu menikah bulan berikutnya, atau si itu yang  sudah melahirkan anak pertama. Kabar-kabar yang kemudian semakin sering terdengar seiring saya memasuki tahun keempat kuliah.

Saya tidak pernah bisa datang ke resepsi pernikahan teman-teman SMA saya karena beda pulau. Selain itu, mereka selalu saja memilih tanggal yang tidak bertepatan dengan liburan semester. Humph. Maka biasanya saya hanya akan mengucapkan selamat lewat sms atau media sosial. Dan karena mereka yang telah menikah adalah orang-orang yang tidak punya pengaruh yang cukup besar dengan kehidupan saya sendiri, reaksi saya tidak terlalu heboh. Paling-paling penasaran sesaat untuk tahu siapa pasangannya.

Tapi penasaran sesaat tidak berlaku ketika yang mengabarkan hal yang sama adalah orang yang bersama dia kamu melewati lima setengah tahun masa-masa remajamu, termasuk bagian-bagian yang labil dan gelap. Haha. Iya, saya barusan bilang bagian-bagian yang labil dan gelap.

Dian yang pertama kali memberitahu saya, disertai sederetan panjang informasi lain yang masih simpang siur, bertabur ekspresi kaget di sana sini. Sehari setelahnya barulah saya mendengar langsung dari yang bersangkutan:

Teteh. Insya Allah Tyas mau lamaran besok. Do’ain ya.

That was the time when I start to think that this is real. Like REAL written with big letters.

(more…)