Saya nggak paham, dengan hubungan beberapa orang yang saya kenal, yang dulu kemana-mana dan ngapa-ngapain selalu berkelompok. Mereka, orang-orang yang dulunya menebar-nebarkan aura eksklusif, yang seolah-olah tidak bisa dimasuki oleh yang lain.
Mungkin seperti halnya hubungan pertemanan pada umumnya. Saya nggak menampik kalau orang-orang yang dulunya dekat, di suatu waktu bisa terasa seperti orang asing. Karena hidup terus berjalan, kita berubah, orang-orang lain juga berubah. Seperti teman-teman bermain masa kecil di sekitar rumah, yang tiba-tiba menjadi asing ketika masing-masing menginjakkan kaki di bangku sekolah yang lebih tinggi.
Tapi perlu gitu, sampai menceritakan keburukan satu sama lain? Perlu gitu, menjelek-jelekkan satu sama lain di hadapan orang? Pasang-pasang status menyindir?
Ironisnya lagi, masing-masing merasa kalau ketidaksukaannya didukung oleh teman-teman yang lain, tanpa sadar bahwa ketika mereka membalikkan punggung, mereka juga dijelek-jelekkan.
Bah.
Kalau teman, ya…. Menurut saya…. Ini menurut saya, sih. Say it to her face. Nggak usah pakai main belakang. Nggak usah sindir-sindiran lewat status. Macam perkelahian anak SD saja. Itu kalau teman sih. Haha. Kalau masing-masing sudah merasa bukan teman lagi, ya itu urusan situ.
Ah, sebenernya ngapain juga saya ribut-ribut mengomel soal urusan orang di sini, ya?


Saya kan cuma jujur waktu dirimu tanya itu lucu apa nggak.