<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Life Happens</title>
	<atom:link href="http://d3wdr0p.com/category/life_so_far/work/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://d3wdr0p.com</link>
	<description>good things fall apart so better things can fall together...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 May 2012 02:48:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Customer Service, Available from 8:00 &#8211; 16:00</title>
		<link>http://d3wdr0p.com/2011/08/customer-service-available-from-800-1600/</link>
		<comments>http://d3wdr0p.com/2011/08/customer-service-available-from-800-1600/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2011 08:13:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faye</dc:creator>
				<category><![CDATA[College]]></category>
		<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Society]]></category>
		<category><![CDATA[Work]]></category>
		<category><![CDATA[customer service]]></category>
		<category><![CDATA[informatika]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[pkl]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://d3wdr0p.com/?p=1751</guid>
		<description><![CDATA[Jadi mahasiswa PKL itu&#8230; seperti buka Customer Service sepanjang jam kantor yang melayani semua keluhan pelanggan. Pas sekali dengan katanya Om Tama sih, yang pernah bilang kalau mahasiswa PKL harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Nah, ceritanya sekarang saya lagi PKL di sebuah perusahaan di Surabaya, bareng salah seorang teman. Di kantor ini, ada seorang ibu-ibu yang sudah &#8230;<br/><a class="more-link" href="http://d3wdr0p.com/2011/08/customer-service-available-from-800-1600/">Read more <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jadi mahasiswa PKL itu&#8230; seperti buka Customer Service sepanjang jam kantor yang melayani semua keluhan pelanggan. Pas sekali dengan katanya <a href="http://mainyu.wordpress.com/">Om Tama</a> sih, yang pernah bilang kalau mahasiswa PKL harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. <img src='http://d3wdr0p.com/wp-content/plugins/smilies-themer/YY_P_CR_by_faye/taser.gif' alt='(taser)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Nah, ceritanya sekarang saya lagi PKL di sebuah perusahaan di Surabaya, bareng salah seorang teman. Di kantor ini, ada seorang ibu-ibu yang sudah lumayan tua. Ibu yang akhir tahun nanti sudah mau pensiun ini duduk di sebuah kubikel di arah jam 2 dari meja saya, dan ibu ini&#8230; rupanya sejak hari pertama mendengar bahwa kami mahasiswa PKL dari Informatika sudah <strong><em>menganggap</em></strong> kami bisa segalanya yang berhubungan dengan komputer, seperti juga beberapa orang lainnya yang ada di divisi di mana saya ditempatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Interaksi kedua setelah perkenalan dengan si ibu, adalah waktu beliau bertanya caranya memperbaiki dan mengedit foto, karena beliau katanya suka foto dan berencana buka studio foto setelah pensiun nanti. Beliau menunjukkan hasil <em>scan </em>foto jadul yang burem dan sudah mulai pudar dengan banyak bercak putih, dan minta ditunjukin caranya membuat foto itu jadi bagus dan mulus, pake Photoscpae.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya nggak pernah pake Photoscape. Tapi rasanya Photoscape nggak bisa memperbaiki foto hasil scan yang pudar dan bebercak putih itu supaya bisa jadi mulus. Sebatas crop, memperbaiki warna, <em>leveling</em>, mungkin bisa, sejauh yang saya lihat waktu akhirnya ngubek-ngubek <em>software</em>-nya di komputer si ibu. Lalu saya menyarankan Photoshop ke si ibu, yang merupakan sebuah kesalahan besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah&#8230;. Soalnya setelah itu ibunya jadi minta <em>software</em>-nya ke saya, yang mana saya nggak bawa ke Surabaya, lalu karena nggak ada akhirnya minta donlotin, yang mana nggak bisa lagi karena situs donlotnya diblokir dari koneksi internet ibunya. Akhirnya si ibu pasrah dan nanti mau nyari di mana gitu, tapi terus di akhir kalimatnya, beliau meminta saya dan teman saya ngajarin Photoshop, cara ngedit foto, gimana caranya bikin ini dan bikin itu. Lalu akhirnya teman saya yang kesel menyarankan beliau untuk nyari tutorial atau beli buku tentang Photoshop yang banyak dijual di toko buku.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu baru awal&#8230;. <img src='http://d3wdr0p.com/wp-content/plugins/smilies-themer/YY_P_CR_by_faye/pouty.png' alt='(pouty)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1751"></span>Besoknya, minat paska pensiunnya berubah. Dari buka studio foto, jadi jahit menjahit. Hubungannya dengan komputer? Karena beliau mau mendonlot buku tentang jahit menjahit dari internet daripada harus membeli bukunya yang harganya mahal, lalu mendapatkan contoh bukunya di Google Books dan bermasalah ketika mau nge-<em>print</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari-hari berikutnya pun berlalu, dan saya dan teman saya sudah mulai bosan ditanyai macam-macam. Orang-orang lain soalnya mulai ikut nanya juga, seperti bapak-bapak yang duduk di kubikel depan si ibu yang nanya kenapa nggak bisa ngirim <em>e-mail</em> lalu ternyata karena kebanyakan <em>e-mail</em> yang nggak pernah di-<em>delete </em>sampe gimana caranya aplot foto ke fesbuk. Bahkan pernah sepanjang hari teman saya malah jadi tukang servis <em>flashdisk </em>dadakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal yang nggak ngenakin adalah karena ibu itu bikin males yang ditanya. Saya sering nggak paham maksud sebenarnya dari pertanyaan beliau yang bikin saya cuma &#8220;hah? heh?&#8221; selama menit pertama pembicaraan dan berusaha menjelaskan ulang maksud dari ibunya. Kalau kita semacam salah di matanya atau nggak bisa menjawab, ibu itu akan mengeluarkan <strong>jurus ngambek-ngambek manja</strong>. <img src='http://d3wdr0p.com/wp-content/plugins/smilies-themer/YY_P_CR_by_faye/pouty.png' alt='(pouty)' class='wp-smiley' /> Gimana ya menjelaskannya, semacam orang yang kecewa karena kita nggak bisa ngelakuin apa yang mereka mau tapi bilang &#8220;ya udah deh nggak apa-apa&#8221; dengan wajah cemberut terus ngeloyor. Kita bakal berpikir setelah itu beliau kapok bertanya lagi. Sayangnya nggak.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>I reached my limit</em> dan jadi kesel tak terhingga ketika suatu hari ibu itu menghampiri meja saya dan meminta tolong memperbaiki komputernya yang katanya internetnya nggak bisa konek. Bukan, bukan komputer kantor sodara-sodara, tapi komputer rumah. <img src='http://d3wdr0p.com/wp-content/plugins/smilies-themer/YY_P_CR_by_faye/pouty.png' alt='(pouty)' class='wp-smiley' /> <em>Dengan baik hatinya</em> si ibu bahkan menawarkan saya untuk dijemput sama anaknya untuk kemudian memperbaiki komputernya di rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Masalahnya adalah&#8230;. <em>The company she&#8217;s working for is providing internet connection for people, even the one she used at home!</em> Masa sebagai orang yang bekerja di sana beliau nggak tau kalau perusahaannya punya bagian yang bisa datang ke rumah orang-orang buat servis koneksi internet? Lalu ketika ditanya detailnya beliau malah muter-muter dan ujung-ujungnya bilang program-programnya ada yang nggak jalan. Akhirnya saya menolak&#8230;. Biarpun harus menghadapi ngambek-ngambek manjanya beliau ketika itu. <img src='http://d3wdr0p.com/wp-content/plugins/smilies-themer/YY_P_CR_by_faye/green.gif' alt='(green)' class='wp-smiley' /> Bukan apa-apa&#8230; baru kenal berapa hari udah gitu, dan saya juga nggak cukup percaya diri untuk sok-sokan datang ke rumah orang perbaikin komputer segala. Iya kalau bisa dan bener, kalau tambah aneh gimana. <img src='http://d3wdr0p.com/wp-content/plugins/smilies-themer/YY_P_CR_by_faye/green.gif' alt='(green)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Setelah kejadian itu, ibu tadi masih berulang kali bolak-balik. Bahkan sempat minta pilihin laptop yang kira-kira bagus buat beliau beli dari sebuah katalog, yang benar-benar dibeli besoknya, dan dibawa kembali ke kami untuk ditanya kenapa bagian ini dan itu nggak bekerja sebagaimana mestinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Seminggu berlalu sejak kedatangan laptop si ibu, dan ketika saya dan teman saya merasa beliau mungkin pada akhirnya bosan menggerecoki kita, beliau datang membawa dua helai kertas. Dua helai kertas berisi soal bahasa Inggris anak sekolahan, yang ibu itu minta untuk kami selesaikan. Iya, nyelesein soal bahasa Inggris. Karena katanya itu punya anaknya yang seharusnya buat dikasih ke murid anaknya tapi nggak sempet lagi, jadi dia kasih ke anak-anak PKL di kantor.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Somehow </em>saya jadi membayangkan terjadi percakapan macam ini:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Anak Ibu:</strong> Aduh, tugas saya belum selesai, Mah. Ini soal-soal belum dibagiin buat dikerjain ke anak-anak.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ibu:</strong> Oh, di kantor Mamah banyak anak PKL. Sini Mamah bawa ke kantor biar mereka selesein.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Soalnya gimana ceritanya ibu tadi bisa sengaja bawa-bawa soal bahasa Inggris punya anaknya ke kantor coba&#8230;. <img src='http://d3wdr0p.com/wp-content/plugins/smilies-themer/YY_P_CR_by_faye/green.gif' alt='(green)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://d3wdr0p.com/2011/08/customer-service-available-from-800-1600/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

