• Archive by category "Literature"

Blog Archives

Khokkiri

Jangan tertipu sama gambar gajah lucu di cover-nya. Hei yang kemaren naksir buku ini, sini saya kasih spoiler sedikiiiiit saja. Ini bukan tentang cerita cinta yang unyu, ini novel psikologis. (haha)

khokkiri cover

karena gajah tak pernah lupa

Nah, cukup sekian saja. Saya lagi males nulis macem-macem.

32 menit lewat tengah malam, gelundungan nggak jelas di kamar

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

Si pacar sedang diopname. Sudah hampir satu minggu dan kondisinya belum membaik juga. Dokternya bilang dia masih menunggu kiriman organ yang entah kapan datangnya. Tentu saja ketika saya bilang pacar di sini, maksud saya adalah si kotak besi berukuran lima belas inci yang setia menemani saya kemana-mana itu. Jadilah beberapa hari terakhir saya habiskan dengan melanjutkan rajutan tas yang tertunda, atau membaca tumpukan novel yang terus bertambah tanpa tahu kapan selesai dibaca.

Skripsi? Jangan tanya.

Sasaran pertama adalah novel Tere Liye yang saya beli di awal bulan Maret ini. Sebenarnya ketika itu, setelah galau cukup lama di antara deretan buku-buku Tere Liye, saya akhirnya memutuskan tidak jadi mengambil satu pun, dan membeli Ronggeng Dukuh Paruk serta Memoirs of Stientje. Tapi ketika sampai di kasir, ternyata novel yang paling menarik perhatian saya di antara buku-buku Tere Liye yang lain malah terpampang dengan manisnya. Akhirnya buku ini ikut juga masuk ke dalam keresek belanjaan.

(more…)

Life Traveler

Bacaan akhir minggu ini, Life Traveler-nya Windy Ariestanty, ditemani semangkuk besar puding cokelat.

life traveler cover

Bikin pengen jalan-jalan? Jelas. Kalau kata teman saya sih, buku yang bercerita tentang perjalanan bakal bikin dia pengen ngelayap dan budget buat beli novel atau siap-siap seandainya tim sepakbola kesukaannya datang ke Indonesia melayang habis.

(more…)

Paradise Kiss

Gara-garanya saya lagi kepengen nge-post sesuatu di Tumblr, folder-folder manga yang sudah selesai dibaca itu pun dibuka lagi. Lalu saya menemukan ini:

paradise kiss cover

Manga dengan genre josei, dimana segalanya terasa lebih realistis dibandingkan yang biasa kita temukan di manga ber-genre shoujo… termasuk soal nyelekitnya. Terutama sih karya-karyanya Ai Yazawa, komikus yang juga membuat NANA, dan pernah sukses membuat saya terdiam mematung ketika Ren dia bunuh.

Manusia Setengah Salmon

Dua postingan yang lalu saya membahas Stand Up Comedy-nya Raditya Dika. Kali ini saya mau membahas buku terbarunya, Manusia Setengah Salmon. Seperti biasa, ada nama hewan ikut-ikutan numpang tenar di judul buku. (okok) Buku ini saya dapatkan dari hasil menyeret-nyeret seorang teman ke Toga Mas di hari peluncurannya, 24 Desember, yang ternyata di Toga Mas saat itu belum ada jadi kita loncat ke Gramedia di daerah Basuki Rahmat. Khukhukhu…. (goodluck)

manusia setengah salmon

The pains of growing up. ‘Pindah’ menjadi dewasa berarti siap menghadapi rasa sakit dan melihat hal-hal yang menyakitkan itu sendiri.

Sebagai pembaca buku-bukunya sejak zaman Kambing Jantan, saya merasa ada yang berubah dari gaya penulisan Raditya Dika dari buku ke buku. Kambing Jantan buat saya adalah bukunya yang terlucu dan murni komedi karena memang dipenuhi cerita ringan kebodohan sehari-hari. Buku paling garing sementara itu, adalah Radikus Makan Kakus.

Dimulai dari Marmut Merah Jambut, komedi yang ditawarkan di cerita-ceritanya, bukan cuma sekedar sesuatu yang bikin kita ketawa selama lima menit, terus setelah itu ya ketawa aja, atau lupa. Sejak Marmut Merah Jambu, kita ketawa lima menit, dan sepuluh menit kemudian mikir.

Personally, I prefer this kind of comedy. :))

(more…)