Sehabis Maghrib tadi saya tertidur, dan bermimpi aneh.
Ceritanya berawal di sebuah parkiran yang gelap di depan gedung stadion. Dari parkiran itu entah kenapa saya bisa melihat beberapa orang teman laki-laki saya duduk di pinggir lapangan bola. Tapi tujuan saya datang ke sana bukan untuk menonton bola, melainkan untuk menonton konser yang entah konser apa.
Lalu kemudian adegan beralih dengan saya yang duduk di kursi batu yang sepertinya berada di bagian dalam stadion. Ketika kursi-kursi yang tersusun menyerupai bentuk persegi di sepanjang pinggiran dinding itu sudah penuh terisi tiba-tiba saja lantai tempat kami duduk terjun bebas ke bawah.
Terjun. Lama. Dengan kecepatan penuh.
Semua orang tetap diam, kecuali satu orang yang berteriak kaget. Padahal saya pun sudah kaget setengah hidup, tapi akhirnya saya juga ikut-ikutan diam, berusaha keras menahan teriakan yang sudah di ujung lidah. Ketika lantai kami akhirnya berhenti terjun, dia sekarang mulai melaju ke depan dengan cepat. Melaju di antara tiang-tiang batu putih. Berbelok tajam. Menembus rerumputan yang tumbuh lebih tinggi daripada manusia normal. Lalu akhirnya berhenti.
Orang-orang mulai beranjak dari kursinya dan menaiki undak-undakan ke bagian atas stadion yang jelas-jelas berbeda dari yang saya lihat sebelumnya. Tempatnya lebih luas, dan sudah banyak orang yang duduk di tribun-tribun sekitar. Saya mencari tempat duduk saya, dan mendapati diri saya duduk di sebelah seseorang bertopi yang tersenyum-senyum aneh yang ternyata dicurigai sebagai pembunuh.
Lalu saya lupa kelanjutannya.
Mungkin mimpi ini karena sore tadi saya habis ngomong kalau saya kepengen sekali ikut nonton konser Laruku tanggal 2 Mei.