• Posts tagged "akad"

Blog Archives

The Wedding

Kepulangan saya ke Bandung yang disertai cerita pengejaran kereta kemarin itu dikarenakan pada hari Minggu-nya, yaitu tanggal 13 Mei, akan dilangsungkan pernikahan paman saya. Beliau ini anak kesembilan, anak terakhir dari nenek dari pihak ibu. Big family, begitu komentar Nagi ketika saya cerita kenapa saya pulang di pertengahan semester, dan kenapa saya tidak bisa ikut kalau anak-anak memutuskan untuk nonton Avengers di akhir pekan.

Ini pernikahan keluarga kedua yang pernah saya ikuti sejak saya bisa mengingat. Pernikahan pertama adalah pernikahan bibi saya, anak ketujuh dari nenek dari pihak ibu, dan itu sudah lama sekali. Anaknya saja sekarang sudah dua, dan yang tertua kira-kira seumuran dengan adik saya yang kedua, yang berarti usianya sekitar dua belas tahun. Saya cuma bisa ingat samar-samar tentang acara itu. Tapi yang jelas, berhubung orangtua saya bekerja di pulau yang berbeda, selama bertahun-tahun berikutnya kami tidak pernah bisa menghadiri acara pernikahan keluarga lagi.

(more…)

Nganjuk: Akad Nikah Seorang Teman

Hari Minggu tanggal 5 Desember kemarin, saya dan segerombolan teman saya, berangkat ke Nganjuk. Sebuah kota yang saya juga nggak tau dimana, dan nggak pernah ke sana sebelumnya. Tujuan perjalanan kali ini, adalah menghadiri akad nikah, sekaligus walimah, teman saya yang kemarin saya ceritakan. :-))

Jam lima pagi, lewat-lewat dikit, saya dijemput di depan pintu masuk stadion UB, yang mana dekat sekali dengan kosan saya. Saya beli permen dulu di warung kecil di sana, soalnya sadar diri kalau saya sering mabok darat. (haha) Apalagi dari infonya temen-temen, perjalanannya nanti itu sepertinya agak lama.

Pagi itu cuaca cerah dan udaranya juga sejuk. Mobil carteran pun berangkat bersama pak supir dan sepuluh orang cewek-cewek cerewet di dalamnya. Mulai dari ngeliatin pemandangan yang begitu sampai di Batu dan seterusnya jadi indah banget, ngobrolin segala hal, ngomentarin segala hal, makan jajanan yang dibawa.

Mobil melaju terus, dan saya lupa apakah setelah melewati daerah Pujon ataukah antara Payung dan Pujon, ketika kami sampai di sebuah jalan dengan jurang di salah satu sisi dan tanah yang terlihat sekali rawan longsor di sisi satunya. Serem juga, ngeliat bagian yang rawan longsor itu.

Sudah lama saya nggak melakukan perjalanan ke daerah gunung-gunung lagi seperti ini, dan bisa benar-benar melihat sekeliling. Beberapa tahun terakhir selalu naik pesawat kalau mudik ke Bandung, paling mentok naik bis dari bandara Soekarno Hatta ke Bandung. Dan sudah lama sekali, sejak saya ikut perjalanan keluarga ummi ke Tasik, ke Ciamis. Saya lebih sering mabok dulu itu, tapi sedikit-sedikit sempat menikmati pemandangan di sekeliling. :D Ketika perjalanan ke rumah keluarga bapak di Garut, juga selalu dipenuhi adegan saya mabok darat parah, karena Nagrek yang macetnya minta ampun dan udara yang panas, alhasil saya tepar-par. Bahkan pernah nyampe Garut dengan tekanan darah langsung drop, nggak kuat berdiri lagi sampai besoknya. (ninja)

katanya, sering mabok darat itu nggak bakat kaya, hehe…