• Posts tagged "comedy"

Blog Archives

Manusia Setengah Salmon

Dua postingan yang lalu saya membahas Stand Up Comedy-nya Raditya Dika. Kali ini saya mau membahas buku terbarunya, Manusia Setengah Salmon. Seperti biasa, ada nama hewan ikut-ikutan numpang tenar di judul buku. (okok) Buku ini saya dapatkan dari hasil menyeret-nyeret seorang teman ke Toga Mas di hari peluncurannya, 24 Desember, yang ternyata di Toga Mas saat itu belum ada jadi kita loncat ke Gramedia di daerah Basuki Rahmat. Khukhukhu…. (goodluck)

manusia setengah salmon

The pains of growing up. ‘Pindah’ menjadi dewasa berarti siap menghadapi rasa sakit dan melihat hal-hal yang menyakitkan itu sendiri.

Sebagai pembaca buku-bukunya sejak zaman Kambing Jantan, saya merasa ada yang berubah dari gaya penulisan Raditya Dika dari buku ke buku. Kambing Jantan buat saya adalah bukunya yang terlucu dan murni komedi karena memang dipenuhi cerita ringan kebodohan sehari-hari. Buku paling garing sementara itu, adalah Radikus Makan Kakus.

Dimulai dari Marmut Merah Jambut, komedi yang ditawarkan di cerita-ceritanya, bukan cuma sekedar sesuatu yang bikin kita ketawa selama lima menit, terus setelah itu ya ketawa aja, atau lupa. Sejak Marmut Merah Jambu, kita ketawa lima menit, dan sepuluh menit kemudian mikir.

Personally, I prefer this kind of comedy. :))

(more…)

Bedtime Stories

bedtime stories poster

Director

Adam Shankman

Starring

Adam Sandler, Keri Russell, Guy Pearce, Russel Brand, Richard Griffiths, Teresa Palmer, Lucy Lawless, Courteney Cox

There are no happy endings in real life.

The sooner you guys know that, the better.

Dongeng sebelum tidur, bisa dikatakan selalu berakhir bahagia. Cerita tentang pangeran yang menyelamatkan putri, mengalahkan naga, dan mendapat keberuntungan. Walaupun sebagian besar cerita aslinya pada awalnya tidak berakhir bahagia, atau ada bagian-bagian sadis dan mengerikan, kebanyakan dongeng hanya menampilkan bagian yang indah-indah. Kenapa? Mungkin saya setuju bahwa alasannya adalah karena yang menceritakan kembali dongeng-dongeng tersebut adalah para ibu, sehingga di tengah cerita mereka jatuh kasihan kepada tokoh utamanya ataupun merasa ceritanya terlalu sadis dan kemudian mengubah beberapa bagian. Ehm, kalau tidak salah ini yang dikatakan Albus Dumbledore dalam The Tales of Beedle the Bard. Koreksi kalau saya salah ngomong-ngomong, soalnya saya juga tidak yakin. :-D

His name is Mr. Underappreciated

Once Upon a Time…

Punk In Love

film21071

Genre

Comedy

Produser

Raam Punjabi

Produksi

MVP Pictures

Cast

Vino G. Bastian (Arok), Yogi Finanda (Mojo), Andhika Pratama (Yoji), Aulia Sarah (Almira)

Sutradara

Ody C. Harahap

Sebenarnya saya tidak terlalu suka menonton film Indonesia, apalagi di bioskop. Tapi kemarin teman-teman mengajak nobar film ini, karena katanya film-nya lucu, tentang anak Malang, dan setting-nya ada yang diambil di pinggir stasiun kereta (yang entah dimana itu, saya juga kurang tahu berhubung buta arah (pouty) ), dan di Universitas Negeri Malang sana (kalau ini saya tahu :D ).

tentang Arema menuju Jakarta…