• Posts tagged "film"

Blog Archives

Percy Jackson and the Olympians: The Lightning Thief

Ada satu hal yang mau saya bilang sejak pertama liat film ini….

YANG JADI PERCY JACKSON GANTENG SANGAT!

Pakai bold dan dimiringin terus di garis bawah, pertanda pentingnya tingkat tiga….*disepakin*

percy jackson

Percy Jackson

Ya Tuhan, makan apa anak orang jadi ganteng begitu…. (haha) Ceweknya seperti kata Amri, cantik banget juga, tapi karena saya cewek jadi wajar dong kalau hebohnya lihat yang ganteng. (haha)

Waktu awal nonton, dari daftar pemain yang ada di scene opening-nya lumayan banyak yang saya kenal. Padahal saya jarang-jarang hafal nama aktor dan aktris yang main, cuma tau mukanya dan main di film apa. Ada Pierce Brosnan, Uma Thurman, sampai Melina Kanakaredes yang main di CSI: New York itu. Bahkan sutradaranya ternyata adalah Chris Columbus.

Film ini diangkat dari buku berjudul sama, yang mana saya tahu cerita ini juga awalnya dari bukunya. Koleksi saya baru sampai jilid tiga, dan kalau ada yang mau beliin jilid empat dan limanya sumpah saya nggak nolak. :D Di antara keraguan menonton karena biasanya memang film nggak bisa memenuhi ekspektasi imajinasi saya dari membaca sebuah buku seperti yang terjadi sama seri Harry Potter, temen saya juga bilang kalau filmnya jelek. Tapi ternyata itu karena dia nggak suka konsep ceritanya yang semacam parodi dewa dewi Olympia, sementara saya kan suka bukunya. :D Jadi akhirnya nonton juga ketika koneksi internet yang katanya pintar ini ternyata tidak begitu pintar sehingga membuat saya mati gaya.

Yah, sepertinya saya akan terus lebih mencintai buku darimana sebuah film diangkat dibandingkan filmnya. Kalau untuk urusan setting film biasanya saya tidak protes dan senang-senang saja melihat apa yang selama ini saya imajinasikan bisa jadi nyata seperti itu. Tapi kalau untuk urusan plot, mungkin karena durasi yang terbatas juga, nggak semua yang ada di buku bisa diangkat ke dalam film dan jadinya ada beberapa hal yang harus diubah sehingga cerita tetap bisa dimengerti sama mereka yang nggak baca bukunya.

percy jackson

Annabeth

Begitu pula dengan Percy Jackson ini. Kalau di film, kita dan orang-orang di dalam cerita itu sudah tahu bahwa Percy adalah anak dari Poseidon, sementara di buku, hal itu baru diketahui setelah Percy ada di Camp Half Blood dan terluka dalam pertandingan perebutan bendera lalu tercebur ke sungai. Saat itulah tiba-tiba saja pendar cahaya berbentuk trisula Poseidon muncul di atas kepalanya, dan semua orang terkejut ketika tahu Percy adalah anak dari salah satu dewa tiga besar.

I love that scene, where Poseidon acknowledge Percy as his son. Sayang nggak ada di film. :D

Dang ngomong-ngomong saya tidak menemukan Titan disebut-sebut sama sekali. Titan yang harusnya menguasai Luke Skywalker dan membuat dia mencuri petir Zeus dan helm kegelapan Hades. (pouty)

Ritual Malam Jum’at

Karena semester lima ini sudah berakhir (e ya ampun, sudah tua sekali saya ternyata, sudah semester lima, tapi ga bisa apa-apa (doh) ), saya jadi teringat untuk posting sesuatu. Di pertengahan semester ini, ada dua orang bocah *dilempar ke kali* yang jadi sering sekali menyerbu ke kosan saya di malam Jum’at.

Dimulai karena sejak tengah semester rasanya semakin banyak saja tugas yang muncul, ditambah praktikum-praktikum. Jadi kami memutuskan untuk belajar bareng. Dua tepatnya yang memutuskan untuk belajar bareng DI KOSAN SAYA. Iya, saya juga nggak tau kenapa. Padahal yang satu ini selalu bilang kalau kosan saya miskin sinyal, yang mana memang iya, terutama modem Sumarto dia jadi lemot. Yang satu lagi juga sebenernya males jalan, males keluar, tapi nggak tau kenapa lagi maunya kerja kelompok di kosan saya.

Ya mungkin karena ada saya di situ. (blush) *KRIK KRIIK KRIIIIK*

Banyak ngerumpinya iya sih, namanya aja cewek-cewek semua. Tapi believe me, kalau emang udah niat ngerjain ya selesai juga, kadang-kadang baru tidur pas subuh. Kalau tugasnya banyak, biasanya bagi-bagi dulu. Kayak waktu ada tugas laporan praktikum dan tugas pengenalan pola, saya ngerjain laporan praktikum, yang lain pengenalan pola. Nanti kalau udah selesai bagi-bagi. (lol)

Banyak kepala di saat tertentu emang lebih enak. Nggak menderita sendirian. (serious_monkey)

Berhubung makhluk-makhluk yang ceritanya mau pada kerja kelompok ini tukang makan semua, jadi harus ada sesajen kalau mau begadang. Kalau nggak, niscaya begitu jam dua belas berdentang pada mengeluh lapar semua. (coldsweat) Makannya pada banyak. (coldsweat) Gitu masih aja pada ngatain saya yang paling banyak makannya, padahal mah sama aja. (coldsweat)

Lanjutkan…

Before You Say I Do

before you say i do

Director

Paul Fox

Starring

David Sutcliffe, Jennifer Westfeldt, Lauren Holly

I wish I met Janey before she was married.

Setelah pernikahan pertamanya yang hancur berantakan, Jane Gardner (Jennifer Westfeldt) trauma dengan pernikahan. Bahkan ketika George Murray (David Sutcliffe), kekasihnya saat itu melamarnya, dia malah tidak senang sama sekali. George akhirnya berhasil membujuknya untuk menerima lamarannya, tapi setelah pesta pertunangan mereka, Jane rupanya memutuskan bahwa dia tidak bisa melanjutkan semuanya. Dia menyelipkan cincin pertunangannya ke jas George secara diam-diam, dan meninggalkan pesan perpisahan di telepon kantor George.

there are no great loves before you…

When A Stranger Calls

when a stranger call

Director

Simon West

Starring

Camilla Belle, Brian Geraghty, Katie Cassidy, Clark Gregg, Thomas Flanagan, Lance Henriksen, Tessa Thompson, Derek de Lint, Kate Jennings Grant, David Denman, Arthur Young, Madeline Carroll

Have you checked the children?

Jill Johnson (Camilla Belle) ketika itu sedang dihukum karena tagihan telepon genggamnya melonjak. Ia harus menjadi penjaga anak-anak untuk sementara waktu. Di suatu hari ketika teman-temannya beramai-ramai ke pesta api unggun, Jill masih harus menjaga anak-anak di tempat baru, rumah seorang dokter yang terletak agak terpencil, tapi memang megah sekali.

Ketika malam menjelang, rumah yang sepi, dan ketiadaan pembantu rumah tangga yang entah kemana, serta anak-anak yang dijaganya yang sudah tertidur sejak sore membuatnya sedikit was-was. Ketika itulah dering telepon mengagetkannya, tapi orang di seberang telepon tidak bersuara sama sekali. Awalnya Jill hanya menganggap telepon tadi dari orang iseng. Kemudian dia menelepon temannya yang sedang di pesta api unggun dan merasa lebih baik. Sampai telepon aneh berikutnya masuk dan membuatnya was-was lagi.

Hello…

Lovely Bones

lovely bones

Director

Peter Jackson

Starring

Saoirse Ronan, Mark Wahlberg, Rachel Weisz, Rose Mclver, Stanley Tucci, Michael Imperioli, Christian Thomas Ashdale, Reece Ritchie, Carolyn Dando

My name is Salmon, like the fish. First name: Susie. I was 14 years old, when I was murdered on December 6th 1973.

Susie Salmon (Saoirse Ronan) masih begitu muda, ketika kematian datang menjemputnya dengan cara yang sungguh tidak menyenangkan. Hari itu adalah hari ketika dia akhirnya bisa berbicara dengan laki-laki yang disukainya, Ray Singh (Reece Ritchie), dan mereka membuat janji untuk bertemu di hari lain.

Gadis bertopi wol itu lalu kembali ke rumah sepulang sekolah, melewati ladang jagung yang kosong di musim dingin, ketika seorang tetangga yang tak begitu dikenal memanggilnya. Laki-laki itu baru saja membangun sesuatu, dan bercerita betapa dia ingin menunjukkannya kepada orang lain, hingga kebetulan saja Susie lewat.

Laki-laki tua itu begitu memelas, ketika Susie menolak tawarannya dengan ragu. Hingga rasa kasihan hinggap, dan dia mengikuti laki-laki tua itu, turun ke konstruksi bangunan di bawah ladang jagung. Tempat yang nyaman, dengan sinar temaram dan dekorasi menyenangkan untuk anak seumurnya. Susie menyukai tempat itu, dan juga ide bahwa tempat itu dibuat untuk para anak-anak yang ingin kebebasan.

I was here for a moment, and then I was gone