Blogwalking malam ini membawa saya terdampar di banyak tempat. Dari mulai puisinya yang selalu membuat saya menahan napas dan terkagum-kagum dengan pilihan kata-katanya, postingan-postingan yang membuat saya tersenyum kecil, hingga postingan-postingan lucu di blog teman-teman yang membuat saya menahan geli. Cuma bisa ditahan, soalnya kalau saya tertawa terlalu keras bisa-bisa bangunin orang serumah.
Salah satu tempat terdampar saya adalah postingan tentang The Sims Social yang memang sedang ramai-ramainya dimainkan orang-orang di socnet yang saya dan Anda sudah sama-sama tau jadi nggak usah disebutin secara eksplisit lagi juga nggak apa-apa.
Nah, tau dong asal mulanya The Sims Social? Yap, dari game The Sims yang itu. Saya asumsikan saja kalian yang membaca tulisan ini sudah tau apa itu game The Sims ya, hehehe.
Postingan yang saya sertakan link-nya barusan itu membuat saya teringat dengan hobi sakit jiwa saya kalau main The Sims…. Iya, sakit jiwa…. Lebih dari sekedar suka mainin karakter default yang udah ada di sana terus ngacak-ngacak hidupnya, selingkuhin pasangan-pasangan, bikin orang broken heart, terus musuhan, sampe akhirnya didatengin dokter jiwa dan orang berkostum kelinci itu.
Hobi sakit jiwa saya yang lain adalah… bunuhin tetangga.
Interaksi dengan orang-orang yang ada di masing-masing tempat yang bikin betah. 

Memang sistem game-nya begini atau gimana, ya?

Soalnya terakhir kali dilihat, posisi terakhir di Jawara KetaKetik nilainya 1970-an.


Kata-kata yang dipilihnya kebanyakan memang nggak umum digunakan, jadinya nggak kepikiran sama sekali. Kalaupun ada yang berhasil tertebak, biasanya sudah keduluan orang lain menjawabnya.
