Beberapa hari yang lalu, di suatu pagi sebelum rapat departemen saya dimulai, kira-kira terjadi percakapan seperti ini antara saya dan salah seorang staf:
Saya: *ngeluarin tisu*
Staf: “Ih, Mbak kok pake tisu sih?”
Saya: “Eh?” *memandang bingung*
Staf: “Nggak green amat sih. Go green dong. Coba bayangin berapa banyak pohon yang ditebang demi tisu ini. Bayangin, Mbak, bayangin! Gimana sih? Biasain bawa sapu tangan ah, Mbak. Atau Mbak mau nanam satu pohon setiap Mbak pake satu lembar tisu? Hayo, berapa banyak pohon yang sudah Mbak tanam?”
Saya: “…”
dan nggak, saya nggak melebay-lebaykan bagian ucapan si staf, dia beneran ngomong begitu walaupun mungkin nggak setepat kata-kata aslinya.
