• Posts tagged "jendela"

Blog Archives

Kisah di Balik Jendela #1

Seperti yang rasanya sudah sering saya bilang entah di blog ini atau di status jejaring sosial lain, kamar saya itu letaknya paling depan di kosan. Ada tiga jendela yang menghadap ke luar yang membuat saya bisa mendengar percakapan orang yang ada di teras dan halaman depan. Kadang saya bisa kesel sendiri kalau mereka lagi berisiknya masya Allah, lupa kalau suara mereka bisa kedengeran dari dalam, kadang lucu dengerin orang pacaran, bahkan orang berantem.

Akhirnya berkat ide si Fifi, saya mau bikin rangkain postingan random tentang apa aja yang pernah terjadi di balik jendela kamar ini. :D

Kayak beberapa siang yang lalu, waktu saya lagi berkutat bikin desain di dalam kamar, satu pasangan yang lagi pacaran tepat di depan kamar saya yang beberapa saat yang lalu masih adem ayem aja tiba-tiba berantem. Si cewek sepertinya merasa kurang diperhatikan karena si cowok nggak tanya-tanya dia kalau pergi jalan sama siapa aja. Ini lumayan aneh buat saya sih, biasanya orang sebel kalau kebanyakan ditanya, lah dia malah pengen ditanyain terus. Ujung-ujungnya si cowok marah, dan si cewek membujuk sambil masih terdengar ngambek juga.

Eeeeh… ujug-ujug terdengar suara gitar dan orang yang menyanyi dengan cempreng di depan…

“aku lelaki tak mungkin menerima~ bila ternyata kau mendua~”

Kontan si cowok langsung tambah bete dan ngusir pengamennya. (rofl)

Paku, Payung, dan Jendela

Anak kosan, selalu menemukan cara tak terduga di tengah kemalasan keterbatasan. (okok)

Kamar saya, seperti yang dulu pernah saya ceritakan waktu baru pindah kamar, terletak di bagian rumah paling depan. Keuntungan yang dimiliki kamar-kamar itu adalah pasokan cahaya yang bagus, karena jendela yang langsung menghadap ke luar dan bukannya ke bagian dalam rumah.

Ada tiga jendela besar yang bisa dibuka. Iya,  saya serius nulis kalimat tadi, bisa dibuka.  :D Kan ada tuh jendela yang cuma sebatas kaca doang dan nggak bisa dibuka, kayak di kamar mandi biasanya itu. (haha) FYI, jenis jendela saya ini yang engselnya di atas. :D Jadi berhubung bisa dibuka dan langsung menghadap ke luar, seperti layaknya pemilik kos yang baik dan sadar bahwa daerah kosan memang rawan maling dalam segala macam bentuk, maka jendelanya dipasangi teralis. Oh, dan tentu saja gorden. Tega bener kalau nggak ada gorden, gimana kalau malam-malam ada yang nemplok di jendela saya? :(( *contohnya cicak* (ninja)

dan semoga saya tidak akan pernah melihat binatang itu nemplok di jendela saya…