Jadi mahasiswa PKL itu… seperti buka Customer Service sepanjang jam kantor yang melayani semua keluhan pelanggan. Pas sekali dengan katanya Om Tama sih, yang pernah bilang kalau mahasiswa PKL harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Nah, ceritanya sekarang saya lagi PKL di sebuah perusahaan di Surabaya, bareng salah seorang teman. Di kantor ini, ada seorang ibu-ibu yang sudah lumayan tua. Ibu yang akhir tahun nanti sudah mau pensiun ini duduk di sebuah kubikel di arah jam 2 dari meja saya, dan ibu ini… rupanya sejak hari pertama mendengar bahwa kami mahasiswa PKL dari Informatika sudah menganggap kami bisa segalanya yang berhubungan dengan komputer, seperti juga beberapa orang lainnya yang ada di divisi di mana saya ditempatkan.
Interaksi kedua setelah perkenalan dengan si ibu, adalah waktu beliau bertanya caranya memperbaiki dan mengedit foto, karena beliau katanya suka foto dan berencana buka studio foto setelah pensiun nanti. Beliau menunjukkan hasil scan foto jadul yang burem dan sudah mulai pudar dengan banyak bercak putih, dan minta ditunjukin caranya membuat foto itu jadi bagus dan mulus, pake Photoscpae.
Saya nggak pernah pake Photoscape. Tapi rasanya Photoscape nggak bisa memperbaiki foto hasil scan yang pudar dan bebercak putih itu supaya bisa jadi mulus. Sebatas crop, memperbaiki warna, leveling, mungkin bisa, sejauh yang saya lihat waktu akhirnya ngubek-ngubek software-nya di komputer si ibu. Lalu saya menyarankan Photoshop ke si ibu, yang merupakan sebuah kesalahan besar.
Salah…. Soalnya setelah itu ibunya jadi minta software-nya ke saya, yang mana saya nggak bawa ke Surabaya, lalu karena nggak ada akhirnya minta donlotin, yang mana nggak bisa lagi karena situs donlotnya diblokir dari koneksi internet ibunya. Akhirnya si ibu pasrah dan nanti mau nyari di mana gitu, tapi terus di akhir kalimatnya, beliau meminta saya dan teman saya ngajarin Photoshop, cara ngedit foto, gimana caranya bikin ini dan bikin itu. Lalu akhirnya teman saya yang kesel menyarankan beliau untuk nyari tutorial atau beli buku tentang Photoshop yang banyak dijual di toko buku.
Itu baru awal….
Rasanya ada yang kurang kalau satu hari saja nggak nyalain benda itu, walaupun nggak ada hal khusus yang mau dikerjain, dan saya berakhir bengong di depannya, membuka-buka susunan folder-folder yang sama rapinya seperti kamar saya.
. Tsk. Terpaksa saya nganggur di kosan sekarang….