Sering lihat logo seperti ini?

Logo tadi ada di hampir setiap bungkus makanan ringan dan botol minuman. Tapi ya udah sih, cuma logo doang, kecil nyempil nggak terperhatikan di dekat informasi produsen.
Saya nggak tau apa yang salah dari sebagian besar orang Indonesia. Kok bisa-bisanya mereka dengan entengnya membuang bungkus makanan ringan, tisu, botol minuman, dan sampah-sampah lainnya di pinggir jalan, di got, seolah-olah memang itulah tempat yang benar untuk membuangnya.
Ini yang sering kali membuat saya miris ketika berada di kereta ekonomi jurusan Malang-Surabaya. Orang-orang buang sampah dimana-mana. Dari sepasang anak muda yang acuh tak acuh makan permen dan membiarkan bungkusnya melayang ke lantai kereta yang sudah kotor, anak-anak yang menjejalkan bungkus makanan ke pinggir-pinggir kursi, sampai ibu-ibu yang melemparkan kardus styrofoam bekas tempat makan ke luar jendela.
Okelah di kereta nggak ada tempat sampah. Kalaupun ada, saya juga ngerti kalau nggak mungkin kita berjalan di antara orang-orang yang berdesakan macam sarden itu cuma untuk membuang sampah di tempat sampah di ujung gerbong misalnya. Tapi apa susahnya sih, untuk mengumpulkan dulu sampah yang akan dibuang di dalam kantong plastik dan membuangnya ketika sampai di stasiun nanti? Atau katakanlah untuk sampah-sampah yang kecil kan bisa dimasukkan ke dalam tas, dilipat kecil lalu dimasukkan ke dalam saku, untuk kemudian dibuang di tempat sampah pertama yang dilihat? Sesusah itukah?
Fenomena seperti tadi nggak cuma bisa ditemukan di kereta ekonomi. Soalnya buang sampah sembarangan itu sudah jadi semacam penyakit di segala lapisan masyarakat, termasuk pengguna-pengguna mobil mewah yang berseliweran di jalan raya. Nggak sedikit dari mereka yang ketika mau membuang sampah memilih jalan pintas membuka kaca jendela lalu melemparkan benda-benda tersebut ke luar. Bahkan salah seorang teman saya pernah bercerita dia melihat seorang ibu melemparkan sampah durian lewat jendela mobilnya…. Mungkin buang bungkus permen dan tisu udah nggak jaman. Sekarang jamannya lempar-lempar kulit durian….
mencomot gambar dari sini
