Life Happens
Posts Tagged tahun baru
New Year’s Night
Saya nggak pernah benar-benar merayakan tahun baru. Kalau di rumah biasanya saya cuma ngeliatin si adek yang heboh mau beli terompet sejak sore, terus dia keluar ikut rame-rame di jalan sama bapak, atau kalau pas nggak ada ya sama om tetangga yang hobi ngajak dia jalan-jalan. Saya sih mendingan nontonin berita flashback kejadian satu tahun yang bakal terlewati atau acara tahun baru lainnya di televisi. I hate crowded places, remember? Dan yang namanya jalanan kalau pas tahun baru pasti penuh orang-orang yang mau ngerayain.
Hal yang saya suka dari tahun baru selain bahwa tanggal 1 Januari adalah tanggal merah, juga karena artinya saya ganti agenda baru. Mulai hari ini agendanya Hoka Hoka Bento bisa dipakai, yay!
Anyway, malam tahun baru kemaren tumben-tumbenan saya ada acara sendiri. Anak-anak kelas ngajakin malam tahun baruan di rumah salah satu teman. Simpel sih, bakar-bakar rumah jagung sama pisang di halaman, terus dengerin mercon dan liatin kembang api… yang dipasang sama orang.
Nggak nemu mercon dan kembang api sendiri.
Menjelang tengah malam, waktu tetangga-tetangga sebelah kedengeran niup-niup terompet, kita yang nggak punya terompet malah bunyiin suara terompet via hp yang dihubungin ke speaker gede. Dari suaranya sih kayaknya tetangga yang itu pengen saingan suara terompet, ngedenger suara terompet sini yang rame sendiri. Yah soalnya tinggal pencet sih, nggak pake niup lagi.
It was fun.
Dari mulai ngobrol nggak jelas, ngegosipin orang, sampai nyanyi-nyanyi lagu-lagu lamanya Sheila on 7, dan kembali ngobrol nggak jelas lagi. Akhirnya semalaman nggak tidur, dan seperti biasa, kalau semalaman nggak tidur mendekati jam enam pagi saya bakal keliyengan sendiri.

sesi foto angkatan buat makrab :))
Thanks for the night.
Ngomong-ngomong ini udah 2012, kapan kita lulus ceman-ceman?
Cerita Awal Tahun
Ini bukan postingan resolusi tahun baru. Serius!
Malam tahun baru saya berlalu begitu saja, dalam tumpukan tugas akhir semester, mendengarkan ledakan mesiu samar-samar di luar sana dan melihat kembang apinya di tret Plurk!. Mengunci pintu kamar sedari sore agar tidak ada yang menitipkan kunci gerbang kepada saya -yang sekarang berada di salah satu kamar depan- dengan alasan mereka akan pulang malam. Jahat? Ah, saya tahu mereka akan pulang jauh lebih malam dari yang mereka janjikan. Sekali-sekali saya harus belajar untuk menolak.
Bukan, ini bukan postingan refleksi tahun 2009, ataupun resolusi tahun 2010. Jangan tertipu dengan tag yang saya cantumkan di sini
. Hanya tentang sesuatu yang terjadi di suatu siang yang panas, ketika hape saya bergetar dari dalam tas.
2009, 2010, hujan, new year, tahun baru
-
-
Archives
- February 2012 (6)
- January 2012 (13)
- December 2011 (10)
- November 2011 (3)
- October 2011 (7)
- September 2011 (10)
- August 2011 (6)
- July 2011 (2)
- June 2011 (5)
- May 2011 (5)
- April 2011 (2)
- March 2011 (1)
- February 2011 (3)
- January 2011 (2)
- December 2010 (5)
- November 2010 (11)
- October 2010 (8)
- September 2010 (14)
- August 2010 (17)
- July 2010 (10)
- June 2010 (4)
- May 2010 (2)
- April 2010 (3)
- February 2010 (5)
- January 2010 (9)
- December 2009 (4)
- November 2009 (3)
- October 2009 (4)
- September 2009 (7)
- August 2009 (6)
-
Meta
untung nyawamu udah kekumpul jadi gak...